Sukses

Berburu Produk Fashion Mewah Bekas yang Berkualitas

Liputan6.com, Jakarta - Menyulap penampilan dalam balutan beragam fashion item tak melulu pakai produk baru. Tak ada salahnya untuk menengok deretan barang bekas berkualitas yang bisa didapat dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain membeli, Anda juga bisa menjual barang berkondisi baik yang sudah tidak ingin digunakan. Konsep resale movement ini diusung HuntStreet, sebuah online platform yang menyediakan barang-barang mewah pre-owned.

Setelah memulai langkah lewat online pada 2015 lalu, kini HuntStreet meluncurkan toko flagship pertama di Jl. Sumenep No. 24, Menteng, Jakarta. Bukan tanpa alasan toko offline akhirnya dibuka usai selama ini menjalani transaksi secara online.

"Setiap kita menggelar event itu, customer selalu bilang kenapa nggak bikin toko offline karena mereka ingin melihat secondhand goods. Karena kadang-kadang via online saja mereka kayaknya kurang nyaman," kata Janice Winata selaku co-founder HuntStreet di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019.

Janice menambahkan, kehadiran toko flagship HuntStreet juga bertujuan untuk memperlancar komunikasi dengan customer.

"Flagship store ini ada one dedicated space, yaitu consignment lounge karena kita ingin mengedukasi market bahwa barang mereka di rumah yang sudah dipakai itu ada sale value dan mereka bisa jual untuk mendapat uang, melakukan investasi lain atau membeli barang luxury yang baru," lanjutnya.

HuntStreet juga bekerja sama dengan Moja untuk membuat instalasi dengan mengusung konsep sustainable luxury. "Karena HuntStreet sebagai brand dengan resale movement ini kami memperpanjang lingkaran kehidupan setiap luxury goods. Dari luxury goods yang nggak dipakai, kita menemukan pemilik baru untuk itu," ungkap Janice.

 

2 dari 4 halaman

Kriteria Produk yang Diterima

HuntStreet sangat ketat dalam hal kurasi setiap produk yang masuk. Ada tiga variabel yang harus dipenuhi, mulai dari brand, yang hanya memilah luxury brand. Yang kedua adalah pentingnya barang autentik.

"Paling penting itu autentik maka dari itu kita punya inhouse authentication team yang semua barang yang masuk ke HuntStreet harus dicek terlebih dahulu. Karena kita komitmen ke customer bahwa jaminan 100 persen uang kembali jika barang ditemukan tidak autentik," tutur Janice.

Serta poin ketiga adalah melihat kondisi barang. "Nomor tiga itu kondisi, kalau kondisi itemnya sudah lumayan jelek kami nggak terima karena nanti yang membeli juga nggak nyaman," tambahnya.

HuntStreet telah menjadi platform untuk berburu dan menawarkan barang-barang mewah secondhand untuk lebih dari 1000 brand ternama seperti Chanel, Hermes, Celine, Kate Spade, Marc Jacobs, Tory Burch, dan lainnya.

Selain itu, HuntStreet juga rutin melakukan penggalangan dana. Charity dilakukan setiap tahun dan pernah bekerja sama dengan Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, Tungga Dewi, Rumah Harapan sama Kawula Madani.

"Tahun ini benar-benar aku akan raise money akan warehouse sale barang-barang yang sudah lama, kita nggak akan ambil komisi sama sekali, kami hanya akan pure sale dan uang akan kita donasikan." jelas Janice.

3 dari 4 halaman

Melihat Antusiasme Pasar Indonesia

Janice Winata selaku co-founder HuntStreet mengakui kesulitan merintis platform ini. Bukan tanpa alasan, karena menurutnya HuntStreet menjadi salah satu yang pertama untuk mendorong resale movement.

"Karena secondhand di Indonesia masih ada sedikit tabu. Kita bilang bahwa itu normal, smart, eco-friendly untuk melakukan ini. Nggak usah gengsi-gengsi, orang pintar pasti mau resale goods mereka untuk value yang lebih baik dan bisa investasi lagi uangnya," katanya.

Menurutnya, berbeda dengan Amerika Serikat atau Jepang yang sangat mudah menerima resale movement. "Kita lihat di Indonesia belakangan ini sudah lebih orang sudah nyaman dengan pre-owned, jual barang mereka, beli barang pre-owned. Kita melihat resale movement tambah lama, tambah bisa diterima di sini," lanjut Janice.

Sementara itu, tak hanya brand luar, tetapi HuntStreet juga menerima barang-barang luxury dari desainer ternama Tanah Air. "Kami mengambil lokal produk seperti Biyan, Peggy Hartanto, Toton, Sapto Djoko Kartiko, luxury local desainers kita terima juga," ungkapnya.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading