Sukses

Keindahan DusitD2, Hotel Mewah di Kenya Sebelum Diserang Teroris

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok gerilyawan telah menyerang kompleks hotel mewah di Nairobi, Kenya dan dilaporkan menewaskan 21 orang, dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari BBC pada Kamis, 17 Januari 2019, kelompok ekstremis Al-Shabab yang berbasis di Somalia mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, yang memicu operasi keamanan di Kenya selama lebih dari 19 jam.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan pengepungan sudah berakhir dengan lima orang militan berhasil dilumpuhkan. Aksi terorisme itu memang sangat mengejutkan dan terjadi di DusitD2, salah satu hotel mewah di ibu kota Kenya, Nairobi.

Tempat ini memang banyak menjadi pilihan mereka yang berkunjung ke Nairobi. Dilansir dari laman d2nairobi, hotel ini termasuk favorit para wisatawan yang ingin menjelajahi kota Nairobi dan sekitarnya.

Di antaranya karena lokasinya yang srategis dan menyediakan banyak fasilitas serta pelayanan. Pusat kota dapat dicapai kurang dari 15 menit dan bandara dapat ditempuh dalam waktu sekitar 27 menit.

Dengan lokasi yang strategis, hotel di Kenya ini memiliki akses mudah ke destinasi yang wajib dikunjungi di kota ini. Berbagai pelayanan dan fasilitas yang disediakan membuat para tamu merasa sangat nyaman bagaikan di rumah sendiri.

2 dari 2 halaman

Ditutup Sementara

Fasilitas terbaik mereka termasuk layanan kamar 24 jam, WiFi gratis di semua kamar, keamanan 24 jam, perapian, dan kebersihan harian.

Hotel DusitD2 memiliki 101 kamar yang didesain dengan cantik. Banyak kamarnya dilengkapi dengan televisi layar datar, telepon di kamar mandi, lantai karpet, kopi instan gratis, dan teh gratis.

Lalu ada pusat kebugaran, lapangan golf, kolam renang luar ruangan dan spa serta pijat. DusitD2 Nairobi juga menyediakan sejumlah ruang pertemuan serta menggelar berbagai acara yang bisa menampung banyak orang.

Sayangnya, hotel yang beralamat di 14 Riverside Drive, Nairobi, Kenya ini akan ditutup untuk sementara menyusul serangan teroris pada 15 Januari 2019 yang menelan banyak korban jiwa.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Strictly Silk, Kelab Malam Khusus Wanita di Balik Kisah Kelam Kenya
Artikel Selanjutnya
Rekaman Anggota Parlemen Kenya Diusir dari Ruang Sidang Saat Bawa Bayi Kerja