Sukses

6 Etos Kerja Menkeu Sri Mulyani yang Patut Ditiru Generasi Milenial

Liputan6.com, Jakarta - Sri Mulyani Indrawati merupakan satu-satunya menteri perempuan yang dua kali menduduki jabatan yang sama pada kepemimpinan dua presiden berbeda, zaman SBY dan Jokowi. Sederet prestasi membuktikan perempuan berusia 56 tahun itu memang layak mengemban tugas penting.

Salah satu penghargaan terbaru diraihnya saat pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, 13 Oktober 2018. Sri Mulyani dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik 2018 se-Asia Pasifik versi Majalah Global Markets.

Karirnya dalam dunia pemerintahan yang begitu cemerlang membuat banyak perempuan jatuh hati dan ingin menjadi seperti dirinya. Banyak hal yang dapat dipelajari dari seorang Sri Mulyani. Liputan6.com merangkum enam etos kerja yang patut ditiru dari Sri Mulyani oleh generasi milenial, apa saja itu?

1. Pola pikir terbuka

Tak heran jika Sri Mulyani sejak 2002, sudah terkenal dan disenangi banyak orang. Tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, Sri Mulyani juga cerdas saat membawa dirinya masuk ke dalam pergaulan. Sifat terbuka akan diri sendiri, memungkinkan Anda menambah relasi agar semakin berkembang di dunia kerja.

2. Kemampuan analisis kritis dan lugas

Sri Mulyani merupakan salah seorang dari sekian banyak wanita yang senang menjadi pembicara. Kritis dan cermat menjadi bagian sepaket yang dimilikinya. Seorang bisa mendapatkan pandangan dan wawasan secara luas apabila pola pikirnya terbuka dalam pergaulan. Kemampuan analisis yang tajam juga bisa diperoleh dengan banyaknya referensi yang Anda baca dan dapatkan. Jadi, jangan pernah malas membaca.

3. Jujur

Dalam berbagai aspek kehidupan termasuk pekerjaan, perbuatan jujur adalah penting. Seorang boleh memiliki jabatan tinggi atau harta yang melimpah, tapi ketika dia tidak jujur, cacatlah semua. Lebih baik berkata jujur meski pahit atau tidak disenangi orang daripada berkata bohong sedangkan berbeda dengan kenyataannya.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Tak Pelit

4. Senang berbagi ilmu

Jangan jadi orang yang pelit dalam membagi ilmu. Seperti halnya, Sri Mulyani, ia tidak hanya fokus terhadap perekonomian Indonesia tetapi, juga terhadap dunia pendidikan.

Jangan simpan ilmu hanya untuk diri sendiri karena manfaat yang dirasakan hanya terbatas pada Anda. Ibarat benih yang ditebar, semakin banyak ilmu yang disebar, manfaat yang kembali pada Anda juga akan semakin berkembang.

5. Memiliki keyakinan yang tinggi

Semakin tinggi karir seseorang, semakin berat pula tantangan yang dihadapi. Namun, keyakinan yang tinggi dan didukung kemampuan akan mempermudah Anda melihat persoalan lebih jernih.

Sudah beberapa kali Sri Mulyani dicoba, baik daari sisi masalah keuangan global maupun urusan politik. Namun, ia selalu terlihat tenang menyikapinya sambil terus berpikir jalan keluar terbaik atas masalah tersebut.

6. Memiliki empati tinggi

Empati adalah kemampuan merasakan yang orang lain rasakan. Saat menghadapi kejadian penangkapan seorang Kepala Subdit di Direktorat Pajak oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Sri Mulyani membuat surat pribadi bagi para anak buahnya di lingkungan Kementerian Keuangan.

Isi dari surat yang dituangkan oleh Sri Mulyani sangat mengesankan empati atas perasaan anak buahnya yang kecipratan dampak buruk dari penangkapan sejumlah orang. Ia juga menyemangati anak buahnya agar tidak patah arang untuk memberikan yang terbaik.

Dari pengalaman itu bisa ditarik kesimpulan pimpinan yang baik adalah yang mendukung kemajuan bawahannya, bukan yang membiarkan anak buahnya saat berada di titik terendah. (Mariany)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Hitung Dampak Jika Pajak Progresif Tak Masuk UU Pertanahan
Artikel Selanjutnya
Pemborosan Perjalanan Dinas Capai Rp 25 Miliar, Ini Kata Sri Mulyani