Sukses

Disney Bawa Kesenian Pahat Indonesia ke Dunia Pixar

Liputan6.com, Jakarta Merayakan kehadiran Disney Pixar “Coco”, The Walt Disney Studios Indonesia merangkul para penggemar dengan cerita luar biasa, dan kolaborasi lokal yang bercerita tentang pentingnya nilai keluarga, tradisi, dan kegigihan dalam menggapai mimpi. Mengangkat cerita tentang mempersatukan keluarga dengan mengeksplorasi kekuatan musik dan tradisi keluarga, Disney Indonesia mengangkat nilai dalam film “Coco” melalui kolaborasi dengan seniman lokal Indonesia.

Dengan gitar sebagai salah satu bagian ikonik dari film ini, Disney Indonesia berkolaborasi dengan I Wayan Tuges, seorang pemahat gitar asal Bali. Dalam kolaborasi ini, I Wayan Tuges memahat gitar yang terinspirasi dari film Disney Pixar “Coco” sekaligus menanamkan nilai-nilai dan keterampilan seni lokal.

Seorang pengukir kayu generasi ketiga, Tuges mulai memahat sejak usia 5 tahun di bawah pengawasan sang ayah dan memulai untuk memahat gitar dari 12 tahun lalu.

“Melalui musik, saya menemukan cara baru untuk memperkenalkan seni pahat Indonesia ke masyarakat dunia. Menggunakan gitar sebagai medium, saya sangat senang dapat berkolaborasi untuk menunjukan kualitas seni pahat milik Indonesia dengan menghadirkan gitar pahat yang terinspirasi dari film Coco. Melalui karya saya, saya berharap gitar ini dapat menginspirasi para pemusik seperti Miguel untuk terus mengejar mimpinya dalam bermusik,” jelas Tuges.

Di samping keahlian pahatnya, Tuges menumpahkan inspirasinya melalui desain motif “Grageh Waluh” yang melambangkan bahwa orang yang mengenakannya selalu memiliki tujuan dan semangat di dalam hidup, serta motif “Mega Mendung” yang mempresentasikan tentang siklus hidup dengan garis bergelombang menunjukkan naik dan turun dalam pembelajaran kehidupan.

“Motif Batik terkenal sebagai salah satu budaya bangsa kita yang berharga. Dua motif ini menyemarakkan nilai dari Coco tentang keteguhan dalam mencapai mimpi meskipun melalui kesulitan pembelajaran dalam hidup. Saya juga mengukir pola Coco yang penuh warna dan menunjukan elemen penting tentang keluarga. Saya berharap gitar ini bukan satu-satunya penghormatan yang diberi untuk seni pahat Indonesia, tapi juga menginspirasi semua orang dengan tradisi dan nilai-nilai lokal serta dapat menjadi simbol untuk membawa keluarga lebih dekat,” jelas Tuges.

Coco adalah film animasi terbaru Pixar yang disutradarai oleh Lee Unkrich (Toy Story 3) dan rilis di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 24 November 2017. Film ini akan mengenalkan penonton terhadap Miguel, seorang anak laki-laki yang bercita-cita sebagai pemusik dan bermimpi untuk mengikuti jejak idolanya. Miguel kemudian menemukan dirinya secara ajaib terbawa ke Land of the Dead yang menakjubkan dan penuh warna, di mana dia bertemu dengan Hector sang penipu menawan, dan kemudian memulai sebuah perjalanan untuk menemukan cerita di balik sejarah keluarganya.

Disney Pixar Coco berfokus pada tema besar tentang keluarga yang dekat dengan semua orang. “Kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga, dimana keluarga lah yang membentuk pribadi kita. Bersama Coco, kami ingin mendalami cerita mengenai ikatan keuarga yang menghubungkan kita dengan generasi sebelumnya, baik melalui cerita sejarah keluarga, mengikuti tradisi dan membuat kenangan kita sendiri dengan keluarga dan teman-teman” ujar co-director dan screenwriter, Adrian Molina.

 

1 dari 2 halaman

Testimoni Penonton

Ify Alyssa, seorang penyanyi berbakat Indonesia, beberapa waktu lalu juga berkesempatan untuk menghadiri Coco Country Daydi Pixar Studios, San Fransisco. Ify secara langsung bertemu dengan director dan producer film Coco di mana dia diberi tahu bagaimana Pixar membawa Coco ke layar kaca – dari cerita, gambar, dan proses animasi.

“Setelah saya menonton Coco, saya sangat kagum melihat banyaknya persiapan yang dilakukan oleh tim Pixar untuk mengembangkan semuanya, musik, warna, cerita, dan karakternya, di mana semua itu membawakan haru. Saya mungkin adalah orang pertama yang mengejar musik dengan serius di dalam keluarga saya, kami boleh saja berbeda, tapi tidak ada yang lebih penting dari keluarga, dan Coco akan menunjukkan betapa pentingnya keluarga dan bagaimana menginspirasi semua orang untuk mengikuti keinginan dan mimpinya di waktu yang sama,” ungkap Ify.

Film ini bercerita tentang musik sebanyak bercerita tentang keluarga. “Musik adalah bagian yang besar dari Meksiko. Kalian bahkan tidak bisa memisahkan keduanya. Kami juga belum pernah membuat sebuah film Pixar yang memiliki begitu banyak musik, jadi ini adalah sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri kami dan berbuat sesuatu sedikit berbeda. Kesempatan yang begitu indah bagi kami untuk memiliki sebuah karakter yang ingin menjadi musisi, di mana kami dapat menunjukkan banyak pertunjukan dalam film ini.” tambah director, Lee Unkrich.

Disney Indonesia juga membawa dunia Coco lebih dekat dengan masyarakat Indonesia melalui beragam aktivitas. Dari 16 November – 3 Desember 2017, masyarakat dapat menikmati Coco Exhibition dan Retail Area di Neo Soho Mall LG FI. Para pengunjung dapat menikmati Virtual dan Augmented Reality yang akan menunjukan Land of the Death dan juga kegiatan membuat Papel Picado dan mewarnai.

Artikel Selanjutnya
Pelajar ESMOD Jakarta Hadirkan Busana Berkarakter Marvel di Fashion Nation 2018
Artikel Selanjutnya
Joko Anwar, Salah Satu dari 6 Sutradara Asia di Serial Folklore