Sukses

Cara Unik Pria Transgender Ini Kenalkan Diri di Toilet Wanita

Liputan6.com, Jakarta Menjadi seorang transgender bukanlah perkara mudah dan bahkan banyak tantangannya mulai dari diri sendiri, keluarga, sampai masyarakat. Saat memutuskan menjadi  transgender, tak hanya mengganti kelamin saja, tetapi juga identitas serta kepribadian diri harus kembali diperkenalkan, terutama ketika buang air di toilet umum.

Seorang pria transgender asal North Carolina, Charlie Camaro mengambil langkah berani dan cerdas untuk memperkenalkan dan mendidik masyarakat tentang realitas kehidupan kaum Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) saat ini. Mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu negara berpengaruh yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2015 lalu.

Seorang pria transgender asal North Carolina, Charlie Camaro mengambil langkah berani dan cerdas untuk memperkenalkan dan mendidik masyarakat tentang realitas kehidupan kaum Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) (sumber. Huffington Post.com)

Seperti dilansir dari Huffingtonpost.com pada Sabtu (3/4/2016), walaupun sudah disahkan undang-undang tersebut, tetapi tak sedikit yang masih merasa aneh dan protes dengan keberadaan kaum transgender terlebih di toilet umum. Camaro akhirnya menyiapkan kartu yang berisi penjelasan mengapa ia bukan ke toilet pria, tetapi wanita.

Ketika diwawancara, Charlie mengatakan menjadi seorang transgender merupakan sesuatu yang tak mudah untuk diterima oleh masyarakat yang majemuk dan bahkan rasa ingin tahu mereka cukup tinggi. Charlie menambahkan hampir jarang ada yang berani berbicara atau bertanya padanya dan mereka malah cenderung menghindar dan takut.

Melihat kenyataan tersebut, Charlie mencoba untuk mendidik dan memperkenalkan mereka tentang transgender bukan lewat ucapan, tetapi kata-kata dalam kartu. Ia pun tak malu dan mencari cara memperkenalkan dirinya kini sebagai seorang pria transgender.

Menanggapi upaya yang dilakukan Charlie, beragam respons pun ia terima, baik itu menerima dan akhirnya menghormati, sampai tetap menghindar serta menghasut. Tantangan yang dihadapi Charlie pun belum selesai karena kebijakan politik di North Carolina masih berupaya untuk menjegal keberadaan kaum transgender di negara bagian tersebut.