Mimpi Obet Dorong Pemerataan Gizi Lewat Makan Bergizi di Papua

Pada kesempatan tersebut, Obet Rumbruren menyoroti peran penting Komisi IX dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di daerah

Diperbarui 08 Juni 2025, 13:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Papua Anggota Komisi IX DPR Obet Rumbruren berharap program makan bergizi gratis (MBG) menjadi kesempatan emas untuk masyarakat di wilayah Papua dan Papua Barat mendapat asupan gizi hingga akses kesehatan yang lebih baik.

Menurutnya, program MBG memberikan dampak positif kepada masyarakat di Papua dan Papua Barat untuk lebih baik. Oleh karena itu, Ia berharap program ini terus berkelanjutan.

"Ini kesempatan untuk orang Papua dan kesempatan untuk Papua Barat, khususnya Manokwari, bagaimana Tuhan mau membuat sesuatu yang ajaib di mata kita," ujar Obet Rumbruren saat sosialisasi di Papua, Selasa (3/6/2025).

Pada kesempatan tersebut, Obet Rumbruren menyoroti peran penting Komisi IX dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di daerah, termasuk kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan melalui BPJS.

Lebih lanjut, Ia menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akses layanan kesehatan, bahkan sampai menghubungi pihak rumah sakit secara langsung.

Terkait program Makan Bergizi Gratis, Obet mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut program pemerintah ini sebagai upaya mencerdaskan anak-anak Indonesia.

"Mari kita jemput program pemerintah yang dijelaskan oleh Prabowo Subianto, Presiden terpilih, untuk bagaimana mencerdaskan anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tidak terkecuali anak Papua," tegasnya.

SDM Berkualitas

Perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), Erdiansyah dan Muhammad Suhud, memberikan penjelasan lebiih rinci mengenai program Makan Bergizi Gratis. Mereka mengungkapkan bahwa tujuan utama BGN adalah mewujudkan modal manusia berkualitas untuk bangsa Indonesia, salah satunya melalui asupan gizi seimbang.

"Kami menganggap bahwa SDM yang berkualitas itu merupakan modal utama untuk mewujudkan Indonesia Emas," ucap Erdiansyah.

Program Makan Bergizi Gratis ini menyasar dua kategori penerima manfaat: peserta didik (mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, santri, dan sekolah keagamaan lainnya) serta non-peserta didik (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Hal ini sejalan dengan program BKKBN untuk menekan angka stunting atau kekurangan gizi. Sementara itu, Muhammad Suhud mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua dapur yang beroperasi di Kabupaten Manokwari Selatan,

“Dua dapur sehat yang sudah berdiri yaitu di Distrik Koransbari dan Ransiki. BGN sedang dalam proses pendataan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat dan kebutuhan dapur di distrik-distrik lain,” jelas Suhud.