10 Contoh Penutup Khutbah Jumat tentang Taubat sebelum Terlambat, Menyentuh Penuh Makna

Khatib perlu memiliki referensi contoh penutup khutbah Jumat tentang taubat sebelum terlambat, agar tetap memenuhi rukun apabila ditempatkan di khutbah kedua.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Contoh penutup khutbah Jumat tentang taubat sebelum terlambat menjadi referensi penting bagi khatib. Nasihat ini bertujuan menggugah hati jamaah agar segera menyucikan diri dari dosa sebelum ajal tiba.

Allah SWT berfirman, yang artinya: Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An-Nur: 31). Ayat ini menjadi landasan agar tiap muslim senantia istiqamah bertaubat. 

Dalam madzhab Syafi'i, khutbah kedua memiliki rukun yang wajib dibaca berurutan menggunakan bahasa Arab, yakni hamdalah, shalawat, wasiat takwa, dan doa. Pesan taubat berbahasa Indonesia ini idealnya disisipkan tepat setelah wasiat takwa, agar persambungan antar-rukun (muwalat) tetap sah tak terputus.

Penyampaian pesan tersebut harus tetap mematuhi aturan syariat. Penempatan ini sejalan dengan pandangan Imam Nawawi dalam kitab Minhaj al-Thalibin, yang mewajibkan rukun mendoakan kaum mukmin di akhir khutbah. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah contoh penutup khutbah Jumat tentang taubat.

1. Penutup Khutbah, Tema: Sebelum Napas sampai di Tenggorokan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,Rasulullah mengabarkan bahwa pintu taubat akan senantiasa terbuka lebar bagi hamba-Nya, selagi napas belum sampai di tenggorokan. Jangan menunggu sakit keras atau saat sakaratul maut tiba baru kita bersimpuh menangis. Pada saat itu, penyesalan sebesar apapun sudah tidak lagi memiliki nilai. Mumpung hari ini dada kita masih bisa menghirup udara dengan lega, mari kita sucikan diri, memohon ampun atas segala khilaf sebelum semuanya benar-benar terlambat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

2. Tertipu oleh Usia Muda dan Sehat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Sidang Jumat yang mulia,Setan seringkali membisikkan tipu daya ke dalam hati kita, "Engkau masih muda, tubuhmu masih sehat, tunggulah masa tua untuk bertaubat." Padahal, jika kita menengok ke area pemakaman, ada begitu banyak batu nisan bertuliskan usia yang masih sangat muda. Kematian tidak pernah menjadikan usia senja dan penyakit sebagai syarat kedatangannya. Jangan tertipu oleh kesehatan jasmani kita hari ini. Segeralah bertaubat, karena ajal bisa saja datang mengetuk pintu rumah kita malam ini juga.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

3. Esok yang Belum Tentu Milik Kita

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah,Penyakit paling berbahaya bagi seorang pendosa adalah kebiasaan menunda-nunda. Kita sering berkata, "Besok saya akan berubah, besok saya akan shalat, besok saya akan berhijab." Pertanyaannya, siapakah yang menjamin bahwa esok pagi matahari masih terbit untuk kita? Menunda taubat adalah sebuah kesombongan seolah-olah kita menguasai umur kita sendiri. Lakukanlah taubatan nasuha hari ini, detik ini juga, seolah-olah esok kita sudah terbujur kaku di keranda jenazah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

4. Malu Menghadap Allah dengan Tumpukan Dosa

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Kaum muslimin rahimakumullah,Bayangkan saat kelak kita dibangkitkan dan berdiri di hadapan Allah Penguasa Semesta Alam. Lembaran catatan amal kita dibuka, dan tidak ada satu pun maksiat yang luput dari pandangan-Nya. Alangkah hinanya diri ini bila menghadap kepada Yang Maha Suci dalam keadaan berlumuran dosa yang belum sempat dimintakan ampunannya. Mari kita hancurkan keangkuhan ego kita. Menangislah meratapi dosa-dosa di dunia ini, agar kita tidak perlu menangis darah menghadapi azab di akhirat nanti.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

5. Jangan Buat Air Mata Menjadi Sia-sia

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Saudaraku seiman,Di alam kubur kelak, banyak hamba yang menjerit memohon ampun, menangis memohon dikembalikan ke dunia agar bisa bertaubat dan memperbaiki diri. Namun, sekeras apapun mereka menangis, air mata di alam barzah sudah tidak memiliki harga. Mumpung saat ini air mata kita masih berharga di sisi Allah, mumpung istighfar kita masih didengar dan dicatat oleh malaikat, mari basahi lisan ini dengan memohon ampunan. Jangan biarkan air mata taubat kita terlambat menetes di tempat yang tak lagi berguna.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

6. Rahmat Allah Lebih Luas dari Dosa Kita

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,Sebagian dari kita mungkin merasa dosanya sudah terlampau banyak, sehingga merasa malu dan putus asa untuk kembali kepada Allah. Ingatlah, Allah sangat murka kepada hamba yang berputus asa dari rahmat-Nya. Walaupun dosa kita setinggi langit dan menutupi seluruh lautan, ampunan Allah jauh lebih luas dari semua itu. Kembalilah kepada-Nya, selagi matahari belum terbit dari ufuk barat. Pelukan kasih sayang Allah selalu menanti kepulangan hamba-Nya yang benar-benar menyesali kesalahannya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

7. Memutus Rantai Maksiat Detik Ini Juga

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,Taubat yang sejati bukanlah sekadar ucapan Astaghfirullah di lisan, sementara raga masih menikmati maksiat. Taubat adalah komitmen kuat untuk hijrah. Putuskanlah hubungan dengan hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah detik ini juga. Tinggalkan harta yang haram, jauhi pergaulan yang merusak, dan hentikan kebiasaan buruk yang selama ini membelenggu jiwa. Jangan tunggu esok untuk berubah, karena bisa jadi malaikat maut sudah ditugaskan untuk menjemput kita sore ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

8. Pintu Penyesalan Sebelum Alam Kubur

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan,Sadarilah bahwa bumi yang kita pijak hari ini perlahan-lahan sedang menunggu waktu untuk menelan kita. Alam kubur memanggil kita setiap hari. Apakah kita siap memasukinya membawa segunung dosa riba, dosa menyakiti saudara, atau dosa melalaikan shalat? Mumpung tanah belum menutupi wajah kita, mari segera bersujud. Minta maaflah kepada sesama yang pernah kita zalimi, dan mintalah ampun kepada Allah sebelum pengadilan akhirat yang maha adil ditegakkan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

9. Mensyukuri Sisa Umur dengan Ketaatan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,Fakta bahwa kita masih diizinkan hadir di masjid ini pada hari Jumat, bernapas, dan mendengarkan khutbah, adalah bukti nyata bahwa Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat. Ini adalah kasih sayang-Nya yang luar biasa. Jangan sia-siakan sisa umur yang Allah pinjamkan ini. Jadikanlah setiap sisa detik kehidupan kita sebagai alat penebus dosa masa lalu. Berhijrahlah dengan hati yang sungguh-sungguh, sebelum batas waktu toleransi itu habis tak tersisa.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

10. Pulang dalam Keadaan Bersih

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Kaum muslimin rahimakumullah,Setiap dari kita adalah musafir yang pasti akan pulang ke kampung halaman yang sebenarnya, yaitu akhirat. Bukankah kita ingin pulang dan disambut dengan senyuman dan keridhaan dari Sang Pemilik Kehidupan? Mustahil kita disambut dengan indah jika jubah kepulangan kita kotor oleh maksiat. Mari mandikan jiwa ini dengan taubat yang murni. Menangislah merendahkan diri, agar ketika waktu kepulangan itu tiba, kita bisa pergi dalam keadaan husnul khatimah, bersih, dan pantas melangkah ke dalam surga-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat

Apa bacaan penutup khutbah Jumat?

Bacaan penutup khutbah Jumat biasanya terdiri dari doa memohon ampunan (istighfar), permohonan kebaikan dunia-akhirat, dan pembacaan Surah An-Nahl ayat 90. Doa ini dilakukan pada khutbah kedua.

Apakah khutbah jumat pakai salam penutup?

Dengan demikian di akhir khutbah Jum'at tidak perlu memberi salam.

Apa yang dilakukan setelah khotbah jumat selesai?

Pertama, memuji kepada Allah di kedua khotbah, standardnya minimal alhamdulillah. Kedua, membaca salawat kepada Nabi Muhammad.

Pada khutbah pertama khatib mengucapkan apa?

Khatib mengawali (membuka) khutbahnya dengan mengucapkan pujian, membaca syahadat, shalawat kepada nabi saw, wasiat taqwa dan membaca beberapa ayat al-Quran kemudian menyampaikan taushiyah.

Apa yang harus dikatakan di akhir khotbah?

Ringkaslah dengan jelas, bukan dengan pengulangan . Kiat lain untuk mengakhiri khotbah Anda dengan baik adalah dengan merangkum poin-poin utama tanpa mengulang seluruh pesan Anda. Ringkasan Anda dapat berupa paragraf singkat, “Sepanjang pesan ini, kita telah mempelajari… dan kita telah belajar….” Bersikaplah ringkas.