Liputan6.com, Jakarta - Setelah umat Islam merayakan Idulfitri, ibadah sunah puasa Syawal sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa bayar hutang Ramadan yang tertinggal. Keinginan untuk meraih keutamaan puasa sunah Syawal sekaligus menunaikan kewajiban puasa Ramadan yang belum terlunasi seringkali menjadi dilema.
Pertanyaan mengenai apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa bayar hutang ini menjadi krusial agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Berbagai pandangan ulama memberikan penjelasan yang beragam terkait penggabungan niat puasa ini. Memahami perbedaan pendapat ini akan membimbing umat Muslim dalam menentukan praktik terbaik untuk ibadah mereka.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan, tujuan utama dari setiap Muslim adalah menjalankan ibadah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan agama. Baik puasa qadha maupun puasa Syawal memiliki kedudukan dan keutamaannya masing-masing dalam Islam, yang keduanya penting untuk dipahami. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (18/03/2026).
Advertisement
Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Qadha: Ragam Pandangan Ulama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
Terdapat perbedaan pandangan yang signifikan di kalangan ulama mengenai hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadan. Perbedaan ini mencerminkan kekayaan interpretasi dalam fikih Islam, didasarkan pada dalil dan kaidah yang beragam. Memahami spektrum pandangan ini penting bagi umat Muslim untuk membuat keputusan yang tepat dalam ibadah mereka.
Secara umum, terdapat tiga pandangan utama terkait penggabungan niat puasa ini. Beberapa ulama membolehkan penggabungan niat dan menganggap kedua puasa sah, sementara yang lain menyatakan hanya salah satu puasa yang sah. Ada pula pandangan yang membolehkan, namun dengan catatan bahwa pahala puasa Syawal tidak akan sempurna jika digabungkan.
Perbedaan pendapat ini muncul dari interpretasi dalil-dalil syariat dan kaidah fikih yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menelaah argumen di balik setiap pandangan agar dapat memilih praktik yang paling sesuai dengan keyakinan dan kondisi pribadi, sambil tetap menghormati perbedaan yang ada.
Advertisement
Dalil dan Argumentasi Ulama yang Membolehkan Penggabungan Niat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
Sebagian ulama, termasuk dari Mazhab Malikiyah dan mayoritas Syafi'iyah, memperbolehkan penggabungan niat puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadan. Mereka berpendapat bahwa seseorang dapat menunaikan kewajiban qadha sekaligus memperoleh pahala puasa sunah Syawal dengan satu niat.
Imam al-Syarqawi (w 1227 H) dalam karyanya Hasyiyah al-Syarqawi menyatakan bahwa bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nazar atau puasa sunah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunah Syawal. Hal ini karena substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Senada dengan itu, al-Ramli (w 1004 H) dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj juga berpendapat bahwa seseorang yang melaksanakan puasa qadha pada Syawal tetap mendapatkan pahala sunah Syawal, meskipun tidak mendapatkan pahala yang sempurna.
Pendapat ini juga didukung oleh Syekh Ali Jum'ah Muhammad dari Lembaga Fatwa Mesir, yang menyatakan bahwa menggabungkan puasa Syawal dan puasa qadha diperbolehkan oleh ulama fikih. Namun, beliau menambahkan bahwa pahala yang didapatkan tidak sesempurna seperti yang tidak menggabungkannya, menunjukkan adanya fleksibilitas dalam syariat Islam untuk memudahkan umatnya dalam beribadah.
Dalil dan Argumentasi Ulama yang Memprioritaskan Qadha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
Sebagian ulama, khususnya dari Mazhab Hanabilah dan sebagian Syafi'iyah berpendapat bahwa puasa qadha Ramadan sebaiknya didahulukan dan tidak digabung dengan puasa Syawal. Mereka menilai puasa Syawal merupakan ibadah yang berdiri sendiri dan memiliki keutamaan khusus jika dilakukan secara terpisah setelah menyelesaikan puasa Ramadan.
Pendapat ini didasarkan pada perbedaan antara ibadah wajib dan sunah, di mana ibadah wajib harus diprioritaskan. Puasa qadha adalah kewajiban yang harus ditunaikan, sementara puasa Syawal adalah sunah. Menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa enam hari Syawal disebut dengan "tadakhulul ibadaat" atau "tasyrikun fiin niyah".
Namun pendapat terkuat bagi sebagian ulama adalah tidak bisa digabung karena puasa Syawal adalah "mutabi'ah" (mengiringi) puasa Ramadan dan "maqshudah binafsiha" (ibadah yang menjadi tujuan yang berdiri sendiri). Imam Ibnu Hajar Al-Haitami menyatakan bahwa seseorang wajib mengqadha puasa Ramadan terlebih dahulu, dan hukumnya makruh jika melaksanakan puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan.Â
Advertisement
Keutamaan Puasa Syawal dan Pentingnya Menunaikan Qadha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
Puasa Syawal adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim). Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala dari amalan puasa Syawal, yang menyempurnakan pahala puasa Ramadan.
Di sisi lain, puasa qadha Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkannya karena alasan yang dibenarkan syariat, seperti sakit, haid, atau bepergian. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184, "Maka barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain." Ayat ini menjadi dasar bahwa qadha puasa adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
Mendahulukan puasa qadha lebih utama karena merupakan bentuk tanggung jawab seorang Muslim terhadap kewajiban agamanya. Menyegerakan qadha puasa juga merupakan bentuk kepatuhan kepada perintah Allah dan dapat menenangkan hati serta menghilangkan beban tanggungan ibadah.
Prioritas Pelaksanaan: Mana yang Sebaiknya Didahulukan?
![[Bintang] Jadwal Sholat, Imsakiyah, dan Buka Puasa Hari ke-5, 21 Mei 2018](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/zmEsP3DUQOA6xAsCK0ww4r41Y7o=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
Untuk meraih pahala puasa Syawal secara sempurna dan keluar dari perbedaan pendapat ulama, disarankan untuk mendahulukan penyelesaian puasa qadha Ramadan. Setelah utang puasa Ramadan lunas, barulah kemudian melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
Namun, Islam juga memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Bagi mereka yang memiliki uzur, seperti haid, sakit, atau dalam perjalanan, sebagian ulama memberikan keringanan untuk mendahulukan puasa Syawal. Hal ini karena waktu untuk puasa qadha lebih fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja sebelum Ramadan berikutnya, sementara puasa Syawal hanya dapat dilakukan selama bulan Syawal.
Hal terpenting adalah niat yang ikhlas, tidak menunda qadha tanpa alasan yang syar'i, dan tetap berusaha meraih keutamaan Syawal. Jika seseorang tetap berusaha menunaikan keduanya, maka hal tersebut sudah termasuk amal yang baik dan patut dihargai.
FAQ
- Apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa qadha? Ya, sebagian ulama membolehkan penggabungan niat puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadan.
- Apakah pahala puasa Syawal tetap sempurna jika digabung dengan qadha? Tidak, pahala puasa Syawal tidak akan sempurna jika digabung dengan puasa qadha, menurut sebagian ulama.
- Mana yang lebih utama, puasa qadha atau puasa Syawal? Puasa qadha lebih utama karena merupakan kewajiban yang harus ditunaikan.
- Kapan waktu pelaksanaan puasa Syawal? Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, setelah Hari Raya Idulfitri (mulai tanggal 2 Syawal hingga 30 Syawal).
- Apakah puasa Syawal harus berturut-turut? Tidak, puasa Syawal tidak wajib dilaksanakan secara berturut-turut, sehingga memberikan fleksibilitas.
- Bagaimana niat puasa qadha? Niat puasa qadha adalah "Nawaitu shauma ghadin 'an qadhâ'i fardhi syahri Ramadhâna lillâhi ta'âlâ" (Aku niat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala).
- Apa keutamaan puasa Syawal? Keutamaan puasa Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh jika diikuti puasa Ramadan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815541/original/062443200_1558775153-iStock-698697244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540376/original/062198200_1774719387-Kondisi_arus_balik_di_Pelabuhan_Merak_Banten.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)