Liputan6.com, Jakarta - Cara puasa Syawal menjadi amalan sunnah yang dianjurkan setelah Idulfitri sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk menjaga konsistensi spiritual sekaligus meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan.
Memahami cara puasa Syawal dengan baik membantu pelaksanaan ibadah menjadi lebih terarah dan penuh kesadaran. Selain bernilai pahala, puasa ini juga melatih kedisiplinan serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengetahui cara puasa Syawal secara tepat, seseorang dapat menghindari kekeliruan dalam menjalankannya. Hal ini membuat ibadah terasa lebih tenang, khusyuk, dan memberikan manfaat yang maksimal.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara puasa Syawal, Rabu (18/3/2026).
Tata Cara Puasa Syawal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
Puasa Syawal memiliki tata cara yang pada dasarnya sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Perbedaannya terletak pada niat yang secara khusus ditujukan untuk puasa sunnah di bulan Syawal. Agar pelaksanaannya lebih terarah, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
1. Menetapkan Niat Puasa Syawal
Niat menjadi langkah pertama dan paling penting dalam menjalankan puasa Syawal. Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau di siang hari dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
2. Melaksanakan Sahur dengan Makanan Bergizi
Sahur sangat dianjurkan untuk membantu menjaga stamina selama berpuasa. Mengonsumsi makanan bergizi seperti karbohidrat, protein, serta cairan yang cukup dapat memberikan energi dan mencegah tubuh mudah lemas. Selain itu, sahur juga memiliki keberkahan tersendiri dalam ajaran Islam.
3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Selama berpuasa, seseorang wajib menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Tidak hanya itu, menjaga lisan, sikap, dan perbuatan juga menjadi bagian penting agar pahala puasa tetap terjaga.
4. Melaksanakan Puasa Selama Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari dalam bulan Syawal. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berturut-turut setelah Idulfitri atau dipisah-pisah sesuai kemampuan. Meskipun demikian, melakukannya secara berurutan lebih dianjurkan karena mencerminkan semangat dalam beribadah.
5. Menjaga Kualitas Ibadah dan Akhlak
Selain menahan lapar dan haus, puasa Syawal juga menjadi momen untuk meningkatkan kualitas diri. Menjaga akhlak, memperbanyak ibadah, serta menghindari perbuatan buruk merupakan bagian penting agar puasa tidak hanya bernilai secara fisik, tetapi juga spiritual.
6. Berbuka Puasa Tepat Waktu
Puasa diakhiri saat waktu Magrib tiba dengan berbuka. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama secukupnya. Berbuka juga menjadi momen untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan.
Lafal Niat Puasa Syawal
Mengutip buku berjudul Fiqih Puasa Lafadz niat (2025) oleh Dr. Thoat Stiawan, dkk., puasa Syawal yang umum dibaca adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min Syawwālin sunnatan lillāhi ta‘ālā
Arti: Aku niat puasa enam hari di bulan Syawal sunnah karena Allah Ta’ala.
Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya: "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Advertisement
Pengertian dan Hukum Puasa Syawal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
Puasa Syawal merupakan ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, yaitu bulan pertama setelah Ramadan dalam kalender Hijriah.
Amalan ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim setelah menunaikan puasa wajib Ramadan sebagai bentuk lanjutan ibadah yang penuh makna. Secara hukum, puasa Syawal bersifat sunnah, bukan kewajiban, namun memiliki keutamaan yang besar dalam ajaran Islam.
Pelaksanaan puasa ini berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Ibarat salat sunnah rawatib yang melengkapi salat fardhu, puasa Syawal membantu menutupi kekurangan atau ketidaksempurnaan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa wajib sebelumnya, sehingga ibadah menjadi lebih sempurna.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
Mengutip buku berjudul Fiqih Puasa Lafadz niat (2025) oleh Dr. Thoat Stiawan, dkk., Puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal dan berakhir pada akhir bulan Syawal. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari.
Puasa Syawal boleh dilaksanakan secara berturut-turut atau terpisah. Mayoritas ulama menganjurkan untuk melaksanakannya secara berturut-turut setelah Idul Fitri, namun jika ada halangan, boleh dilakukan secara terpisah (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 1985).
Para ulama berbeda pendapat tentang mendahulukan qadha puasa Ramadhan atau puasa Syawal. Sebagian ulama berpendapat bahwa qadha puasa Ramadhan lebih utama didahulukan, karena hukumnya wajib.
Sebagian lainnya membolehkan mendahulukan puasa Syawal, terutama jika khawatir waktunya sempit (Asy-Syairazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, 2003).
Advertisement
Keutamaan Puasa Syawal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
Puasa Syawal memiliki berbagai keutamaan yang besar dalam ajaran Islam. Berikut beberapa di antaranya:
1. Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh
Salah satu keutamaan utama puasa Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim).
Hal ini karena puasa Ramadan setara dengan sepuluh bulan, sementara enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan, sehingga genap menjadi dua belas bulan.
2. Menyempurnakan Puasa Ramadan
Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Seperti halnya amalan sunnah yang melengkapi ibadah wajib, puasa ini dapat menutupi kekurangan atau ketidaksempurnaan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa Ramadan.
3. Melatih Istiqamah dalam Beribadah
Melanjutkan ibadah setelah Ramadan menunjukkan konsistensi dan kesungguhan seorang Muslim dalam beribadah. Puasa Syawal menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat ibadah agar tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan saja.
4. Wujud Rasa Syukur kepada Allah SWT
Menjalankan puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat, ampunan, dan keberkahan yang telah diberikan selama bulan Ramadan. Ibadah ini mencerminkan kesadaran untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Tanda Diterimanya Ibadah Ramadan
Konsistensi dalam melanjutkan ibadah setelah Ramadan, termasuk puasa Syawal, dapat menjadi salah satu tanda bahwa amalan di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT. Hal ini karena seseorang terdorong untuk terus berbuat kebaikan setelah menjalankan ibadah wajib.
Q & A Seputar Topik
Apa itu puasa Syawal?
Puasa Syawal adalah ibadah puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal, setelah bulan Ramadan, yang memiliki keutamaan besar.
Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa Syawal?
Waktu paling utama adalah enam hari berturut-turut setelah Idulfitri (2-7 Syawal), namun bisa juga dilakukan terpisah selama bulan Syawal.
Bagaimana lafal niat puasa Syawal?
Niat puasa Syawal di malam hari adalah "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ" (Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT). Jika lupa, bisa niat di siang hari: "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ" (Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT).
Apa keutamaan utama puasa Syawal?
Keutamaan utamanya adalah meraih pahala seperti berpuasa setahun penuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)