Sunnah Memperbanyak Istighfar di Bulan Ramadhan, Bacaan dan Cara Pengamalannya

Sunnah memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan merupakan wujud meneladani Rasulullah yang senantiasa memohon ampunan di bulan penuh rahmat dan maghfirah

Diterbitkan 13 Maret 2026, 03:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sunnah memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan adalah manifestasi ikhtiar muslim untuk meraih rahmat dan maghfirah di bulan suci. Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun.

Di antara amalan yang sangat dianjurkan di bulan suci ini adalah memperbanyak istighfar. Istighfar merupakan sarana utama bagi seorang muslim untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, serta menjadi pintu pembuka rahmat dan keberkahan.

Dijelaskan dalam Buku Amaliyah Ramadhan karya Prof. HM. Hasballah Thaib dan Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, bahwa Ramadhan adalah bulan maghfirah (ampunan) dan pembersihan jiwa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak istighfar, taubat, dan doa.

Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan karya DR. Arsal, M.Ag., menjelaskan bagaimana amal-amal utama di bulan Ramadhan dilaksanakan, mengingat Ramadhan adalah bulan dikabulkannya doa-doa, termasuk doa istighfar.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang sunnah memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan, lengkap dengan dalil, keutamaan, waktu pelaksanaan, cara mengamalkan, serta lafadz-lafadz istighfar yang dianjurkan.

Keistimewaan Istighfar di Bulan Ramadhan

Kata istighfar (الاستغفار) berasal dari akar kata ghafara (غفر) yang berarti menutupi, mengampuni, atau memaafkan. Secara bahasa, istighfar berarti permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.

Menurut istilah syariat, istighfar adalah permohonan seorang hamba kepada Allah SWT untuk diampuni dosa-dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, disertai dengan penyesalan dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa istighfar yang sempurna tidak hanya sekedar ucapan lisan, tetapi harus disertai dengan pengakuan dosa, penyesalan, dan komitmen untuk meninggalkan maksiat.

Dalam konteks bulan Ramadhan, istighfar menjadi amalan yang sangat istimewa karena Allah menjanjikan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala.

Dalil Anjuran Memperbanyak Istighfar di Bulan Ramadhan

Cukup banyak dalil Al-Qur'an dan hadis perintah istighfar atau terkait dengan keutamaan istighfar di bulan Ramadhan.

Dalil dari Al-Qur'an:

1. Perintah Umum untuk Beristighfar

Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Artinya: "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar tidak hanya membersihkan dosa, tetapi juga mendatangkan keberkahan duniawi.

3. Istighfar di Waktu Sahur

Allah SWT memuji orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur. Dalam QS. Ali Imran ayat 17:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur."

Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 101), disebutkan bahwa waktu sahur merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan beristighfar. Para ulama tafsir seperti Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an menjelaskan bahwa keistimewaan waktu sahur adalah saat Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

3. Istighfar Penutup Amalan Orang Bertakwa, 

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

Artinya: "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz-Dzariyat: 17-18).

Dalil Istighfar dari Hadits

1. Keutamaan Istighfar secara Umum

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: "Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

2. Istighfar di Bulan Ramadhan

Dalam Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (hlm. 11-12), DR. Arsal, M.Ag. mengutip hadits tentang dikabulkannya doa orang yang berpuasa:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa, termasuk istighfarnya, sangat mustajab, terutama ketika ia dalam keadaan berpuasa dan ketika berbuka.

3. Istighfar di Malam Lailatul Qadar

Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 129), disebutkan bahwa Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: "Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?" Beliau menjawab: "Bacalah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hadits ini menunjukkan bahwa di malam yang mulia tersebut, kita dianjurkan untuk memperbanyak permohonan ampun (istighfar) kepada Allah.

Lafadz Istighfar yang Dianjurkan

Berikut adalah lafadz-lafadz istighfar yang disebutkan dalam kedua buku rujukan dan kitab-kitab ulama:

1. Istighfar yang Diajarkan untuk Malam Lailatul Qadar

Sebagaimana disebutkan dalam Buku Amaliyah Ramadhan dan Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi maaf dan menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku."

2. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

Dalam Buku Amaliyah Ramadhan disebutkan bahwa doa yang paling utama adalah sayyidul istighfar:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari)

3. Istighfar di Waktu Sahur

Dalam Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan, disebutkan bahwa di antara amalan Rasulullah di waktu sahur adalah membaca istighfar. Salah satu lafadz istighfar yang umum adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal 'azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

4. Istighfar Singkat yang Sering Dibaca

Lafadz yang paling sederhana dan sering dibaca adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah. (Aku memohon ampun kepada Allah)

Atau yang lebih panjang:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah wa atubu ilaih. (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)

5. Doa Istighfar Setelah Shalat

Dalam Buku Amaliyah Ramadhan, disebutkan bahwa di antara doa yang sering dibaca Rasulullah adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Meskipun ini adalah doa setelah salam, namun konteksnya juga mengandung makna permohonan ampun.

Cara Mengamalkan Istighfar di Bulan Ramadhan

1. Mengikhlaskan Niat

Istighfar harus dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah semata, bukan karena riya' atau ingin dipuji manusia. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 22, 28), ditekankan bahwa setiap amalan harus didasari iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah).

2. Disertai Penyesalan dan Taubat

Istighfar yang sejati bukan hanya ucapan lisan, tetapi harus disertai penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan tekad untuk tidak mengulanginya. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan bahwa istighfar yang sempurna memenuhi tiga syarat: mengakui dosa, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi.

3. Memperbanyak di Waktu-Waktu Mustajab

Sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya, umat Islam hendaknya memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti sahur, saat berbuka, dan malam Lailatul Qadar untuk memperbanyak istighfar.

4. Membaca dengan Khusyuk dan Merenungi Maknanya

Istighfar hendaknya dibaca dengan penuh kekhusyukan, memahami maknanya, dan menghadirkan hati. Dalam Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (hlm. 20), disebutkan bahwa amalan yang dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan akan lebih bernilai di sisi Allah.

5. Menggabungkan dengan Amalan Lain

Istighfar dapat digabungkan dengan amalan-amalan lain seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 96), disebutkan bahwa menggabungkan puasa, sedekah, dan shalat malam akan mendapatkan jaminan surga.

Waktu-Waktu Utama Memperbanyak Istighfar di Bulan Ramadhan

Kedua buku rujukan memberikan panduan tentang waktu-waktu mustajab untuk beristighfar di bulan Ramadhan:

1. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)

Ini adalah waktu yang paling utama. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 101) dan Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (hlm. 12), keduanya menegaskan keutamaan waktu sahur berdasarkan QS. Ali Imran: 17 dan QS. Adz-Dzariyat: 18.

Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam, yaitu ketika sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: 'Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; barangsiapa meminta kepada-Ku, akan Aku beri; barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Waktu Berbuka Puasa

Dalam Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (hlm. 12), disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak tertolak. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa, termasuk istighfar, dari awal puasa hingga berbuka.

3. Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 117-129) mengkhususkan pembahasan tentang keutamaan sepuluh malam terakhir, di mana di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Pada malam-malam ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk memperbanyak istighfar.

4. Malam Lailatul Qadar

Ini adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Doa yang diajarkan Rasulullah untuk malam ini adalah doa permohonan ampun. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 129), disebutkan bahwa doa tersebut adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

5. Setelah Shalat Wajib

Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam kedua buku untuk konteks Ramadhan, namun dalam banyak hadits, istighfar setelah shalat sangat dianjurkan. Dalam konteks Ramadhan, memperbanyak istighfar setelah shalat tarawih dan witir juga sangat baik.

Keutamaan Istighfar di Bulan Ramadhan

Berdasarkan kedua buku rujukan, berikut adalah keutamaan-keutamaan memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan:

1. Mendapatkan Ampunan Dosa

Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 9, 13), disebutkan bahwa Ramadhan adalah Syahrul Ghufran (bulan penuh ampunan). Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Istighfar adalah sarana utama untuk meraih ampunan tersebut. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa puasa dan istighfar adalah dua hal yang saling melengkapi dalam proses pembersihan jiwa.

2. Dikabulkannya Doa

DR. Arsal, M.Ag. dalam bukunya (hlm. 11) menegaskan bahwa di antara keutamaan Ramadhan adalah dikabulkannya doa-doa. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ

Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka pada setiap waktu berbuka." (HR. Ibnu Majah)

Ini menunjukkan bahwa istighfar yang dipanjatkan, terutama saat berbuka puasa, memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

3. Mendapatkan Keberkahan dan Kemudahan Rezeki

Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Nuh ayat 10-12, istighfar membuka pintu rezeki dan keberkahan. Di bulan Ramadhan, keberkahan ini semakin berlipat. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 88), disebutkan bahwa kedermawanan dan istighfar adalah sifat yang sangat dicintai Allah.

4. Meneladani Para Nabi dan Orang Shalih

Para nabi dan orang shalih senantiasa memperbanyak istighfar. Dalam Buku Panduan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (hlm. 26), disebutkan bahwa di antara amalan Rasulullah di bulan Ramadhan adalah memperbanyak ibadah malam, yang di dalamnya termasuk istighfar di waktu sahur.

5. Meraih Malam Lailatul Qadar

Salah satu cara untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak doa dan istighfar, sebagaimana hadits Aisyah di atas. Dalam Buku Amaliyah Ramadhan (hlm. 129), doa yang diajarkan Rasulullah untuk malam Lailatul Qadar adalah doa permohonan ampun (istighfar).

People also Ask:

Apa manfaat memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan?

Apa manfaat memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan? Istighfar adalah kunci ketenangan hati dan pembersih dosa. Dengan memperbanyak istighfar siang dan malam, terutama di bulan Ramadhan, kita dapat meraih keberkahan, kemudahan rezeki, serta diampuni dosa-dosa kita.

Hadits barang siapa memperbanyak istighfar?

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Berapa kali Rasulullah beristighfar?

Habib Abdullah bin Alawi Al-Hadad dalam kitab Risalatul Muawanah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad melakukan tobat dan membaca istighfar lebih dari 70 kali (menurut sebagian pendapat 100 kali) sehari, padahal beliau adalah Nabi yang maksum (terjaga dari perbuatan dosa).

Apa keutamaan 10 hari pertama di bulan Ramadhan?

Di 10 hari pertama Ramadan, Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya. Inilah waktu terbaik untuk meluruskan niat, memperbaiki ibadah, dan menata hati sebelum melangkah lebih jauh di bulan suci.

Kapan waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar?

Dibaca sebanyak tiga kali di waktu pagi, begitu juga di waktu sore hari.” Dengan memperbanyak sayidul istighfar, setiap Muslim dianjurkan introspeksi diri dan memperbaiki perilaku agar lebih mendekatkan diri kepada Allah.