Keutamaan Nuzulul Quran, Mengapa Malam Ini Disebut Lebih Istimewa di Ramadan?

Nuzulul Quran adalah malam istimewa di Ramadan yang menandai turunnya wahyu pertama Al-Qur'an.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai awal turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Malam ini terjadi pada bulan Ramadan, sehingga dianggap memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim di seluruh dunia. 

Malam Nuzulul Quran menjadi pengingat akan pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Kitab suci ini berisi ajaran agama dan petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan isi Al-Qur'an menjadi inti dari peringatan Nuzulul Quran di pertengahan puasa.

Dengan demikian, Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen terhadap ajaran Islam dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan Liputan6, Rabu (25/2).

Terjadi Peristiwa Turunnya Wahyu di Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur'an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa ini terjadi di Gua Hira, Jabal Nur, saat Nabi Muhammad berusia 40 tahun. Mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Utara, wahyu pertama yang diterima adalah lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq. Proses penurunan Al-Qur'an tidak terjadi sekaligus, melainkan secara bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Nuzulul Quran berasal dari kata "Nuzul" yang berarti menurunkan sesuatu dari tempat tinggi ke tempat rendah, dan "Quran" yang merujuk pada kitab suci umat Muslim. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfuz ke bumi. Al-Qur'an diturunkan sebagai mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Kitab suci ini dijamin keasliannya hingga akhir zaman, berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Dengan memahami makna Nuzulul Quran, umat Islam diharapkan dapat lebih menghargai Al-Qur'an sebagai sumber ajaran dan pedoman hidup.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam, sehingga dianggap istimewa di bulan Ramadan. Salah satu keutamaannya adalah pahala yang dilipatgandakan bagi mereka yang membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca akan mendatangkan satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai membaca Al-Qur'an pada malam ini.

Keutamaan lain dari malam Nuzulul Quran adalah pengampunan dosa bagi umat Islam yang menghidupkan malam ini dengan ibadah. Hadis riwayat Bukhari menyebutkan bahwa barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Malam ini juga disebut sebagai malam yang penuh keberkahan, di mana para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang yang beribadah.

Dengan demikian, malam Nuzulul Quran menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui berbagai amalan, seperti membaca Al-Qur'an dan melaksanakan salat malam, umat Muslim dapat meraih keberkahan dan pengampunan dari Allah.

Bagaimana Cara Merayakan Malam Nuzulul Quran Ini?

Umat Islam dapat merayakan malam Nuzulul Quran dengan memperbanyak ibadah dan amalan saleh. Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), membaca Al-Qur'an, merupakan kegiatan yang disarankan oleh ulama karena banyaknya kebaikan saat dilakukan. Membaca Al-Qur'an pada malam ini dianggap sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta dapat mendatangkan ketenangan jiwa. Dianjurkan untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mentadaburi atau merenungkan makna ayat-ayatnya.

Selain membaca Al-Qur'an, memperbanyak salat malam juga merupakan amalan yang dianjurkan. Salat malam dapat berupa salat tarawih, salat tahajud, atau salat witir. Melakukan salat malam dengan khusyuk dan mengharap ridha Allah dapat menjadi sarana untuk memohon ampunan dosa dan keberkahan. I'tikaf atau berdiam diri di masjid juga menjadi amalan yang baik untuk dilakukan pada malam Nuzulul Quran.

I'tikaf memberikan kesempatan untuk introspeksi diri, memperbanyak zikir, doa, dan ibadah lainnya dalam suasana yang tenang dan fokus. Selain itu, memperbanyak doa dan zikir secara umum juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan malam ini. Dengan melaksanakan berbagai amalan ini, umat Islam dapat merasakan keistimewaan malam Nuzulul Quran.

Mengapa Malam Ini Jatuh Pada 17 Ramadan?

Penetapan tanggal 17 Ramadan sebagai peringatan Nuzulul Quran di Indonesia memiliki dasar historis dan pandangan ulama. Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1-5, diyakini terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Peristiwa ini menjadi awal kenabian Rasulullah SAW dan dimulainya penyampaian risalah Islam.

Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tanggal pasti turunnya Al-Qur'an, dengan beberapa menyebut tanggal 24 Ramadan atau malam Lailatul Qadar di 10 hari terakhir Ramadan, peringatan 17 Ramadan tetap menjadi tradisi yang kuat di Indonesia. Perbedaan ini sering dijelaskan dengan konsep dua tahapan penurunan Al-Qur'an: pertama, turunnya Al-Qur'an secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar, dan kedua, turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW yang dimulai pada 17 Ramadan.

Selain itu, penetapan 17 Ramadan juga dikaitkan dengan peristiwa Perang Badar yang terjadi pada tanggal yang sama. Surah Al-Anfal ayat 41 mengisahkan kemenangan umat Islam dalam perang tersebut, yang disebut sebagai "hari Furqan" atau hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan juga memiliki kaitan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan tanggal tersebut.

Fakta Unik Lainnya Tentang Malam Nuzulul Quran

Salah satu fakta unik mengenai Nuzulul Quran adalah proses penurunan Al-Qur'an yang tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

Proses ini memungkinkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan setiap ayat dengan lebih baik, serta menyesuaikan ajaran dengan kondisi sosial yang berkembang. Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan Allah SWT memiliki keistimewaan sebagai penyempurna dan pembenar kitab-kitab suci sebelumnya.

Kitab-kitab terdahulu diturunkan untuk kaum tertentu dan zaman yang terbatas, serta diyakini mengalami perubahan seiring waktu. Al-Qur'an hadir sebagai penjelas dan penyempurna, serta dijamin keasliannya. Malam Nuzulul Quran juga menjadi pengingat bahwa segala sesuatu yang berinteraksi dengan Al-Qur'an menjadi istimewa. Nabi Muhammad SAW, sebagai penerima Al-Qur'an, menjadi manusia paling mulia.

Malaikat Jibril, sebagai pembawa Al-Qur'an, menjadi malaikat paling mulia. Begitu pula bulan Ramadan, tempat Al-Qur'an diturunkan, menjadi bulan yang mulia dan istimewa. Ini menunjukkan bahwa interaksi dengan Al-Qur'an membawa keberkahan dan kemuliaan bagi umat Muslim.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar?

A: Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW yang dimulai pada 17 Ramadan.

Q: Apa saja amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran?

A: Amalan yang dianjurkan meliputi membaca Al-Qur'an, salat malam, beriktikaf, dan memperbanyak doa.

Q: Apakah ada doa khusus untuk malam Nuzulul Quran?

A: Tidak ada doa khusus, tetapi umat Islam dapat memperbanyak doa-doa kebaikan dan memohon ampunan.

Q: Mengapa Nuzulul Quran diperingati setiap tahun?

A: Nuzulul Quran diperingati untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam.

Q: Apakah Nuzulul Quran sama dengan Lailatul Qadar dalam hal keutamaan?

A: Keduanya memiliki keutamaan besar, namun Nuzulul Quran adalah peristiwa berbeda dari Lailatul Qadar.

Â