Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Sebagai salah satu bulan haram (asyhurul hurum), Rajab kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah. Tidak sedikit kaum Muslimin yang mulai berlatih puasa sejak bulan ini sebagai persiapan menuju Ramadan.
Namun, di tengah semangat tersebut, sering muncul pertanyaan praktis yang cukup penting, apakah boleh niat puasa Rajab dibaca di pagi hari? Pertanyaan ini muncul terutama ketika seseorang lupa berniat di malam hari atau baru tergerak untuk berpuasa setelah pagi menjelang.
Agar ibadah yang dilakukan benar-benar sah dan sesuai tuntunan syariat, pemahaman tentang niat puasa, jenis puasa Rajab, serta hukumnya perlu dipahami secara utuh berdasarkan dalil, kitab, dan penjelasan para ulama. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (20/12/2025).
Advertisement
Apakah Boleh Niat Puasa Rajab Dibaca di Pagi Hari?
Untuk menjawab pertanyaan apakah boleh niat puasa Rajab dibaca di pagi hari, kita perlu memahami terlebih dahulu perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah dalam Islam.
Para ulama sepakat bahwa niat puasa wajib seperti puasa Ramadan, qadha Ramadan, nazar, dan kafarat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini berdasarkan hadits:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)
Namun, puasa sunnah memiliki keringanan yang tidak dimiliki puasa wajib. Keringanan inilah yang menjadi dasar bolehnya niat puasa sunnah dilakukan di pagi hari.
Dalil utama dalam masalah ini adalah hadits dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang tercantum dalam Bulughul Maram no. 657 dan diriwayatkan pula oleh Imam Muslim:
Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lalu bertanya, ‘Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?’ Kami menjawab, ‘Tidak ada.’ Beliau pun bersabda, ‘Kalau begitu, aku berpuasa.’”(HR. Muslim no. 1154)
Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW berniat puasa sunnah setelah pagi hari, ketika beliau mengetahui bahwa tidak ada makanan. Para ulama kemudian mengambil kesimpulan penting:
- Boleh berniat puasa sunnah di pagi hari, selama belum melakukan pembatal puasa seperti makan, minum, atau hubungan suami istri sejak terbit fajar.
- Puasa sunnah tidak disyaratkan tabyitun niat (niat di malam hari), berbeda dengan puasa wajib.
- Pahala puasa dihitung sejak waktu niat dilakukan, bukan sejak terbit fajar, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Syarh Bulughil Maram.
Dengan demikian, menjawab pertanyaan apakah boleh niat puasa Rajab dibaca di pagi hari, maka jawabannya adalah boleh, dengan catatan:
- Puasa tersebut adalah puasa sunnah.
- Belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
- Niat dilakukan sebelum atau setelah zawal menurut pendapat ulama, dengan rincian khilaf yang dijelaskan para fuqaha.
Advertisement
Batas Waktu Niat Puasa Sunnah Menurut Ulama
Para ulama berbeda pendapat tentang sampai kapan niat puasa sunnah boleh dilakukan di siang hari:
- Mazhab Hanafi berpendapat bahwa niat puasa sunnah tidak boleh dilakukan setelah pertengahan siang.
- Mazhab Syafi’i (qaul jadid) dan Imam Ahmad berpendapat bahwa niat puasa sunnah boleh dilakukan sepanjang hari, baik sebelum maupun sesudah zawal, karena tidak ada dalil yang membatasinya.
Pendapat kedua ini dipandang lebih kuat karena tidak adanya nash yang secara tegas membatasi waktu niat puasa sunnah.
Apa Itu Puasa Rajab?
Puasa Rajab adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram.”(QS. At-Taubah: 36)
Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada dalil khusus yang menetapkan puasa Rajab sebagai puasa sunnah dengan keutamaan tertentu. Hal ini ditegaskan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 152.
Puasa yang dikerjakan di bulan Rajab sejatinya adalah:
- Puasa sunnah umum
- Puasa ayyamul bidh (tanggal 13, 14, 15)
- Puasa Senin–Kamis
- Puasa sunnah mutlak
Bukan puasa “khusus Rajab” dengan pahala tertentu.
Hukum Melaksanakan Puasa di Bulan Rajab
Hukum berpuasa di bulan Rajab adalah sunnah, selama diniatkan sebagai puasa sunnah umum, bukan puasa khusus Rajab yang diyakini memiliki keutamaan tertentu tanpa dalil.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan berbukalah.”(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Hadits ini menjadi dasar bahwa puasa di bulan haram dianjurkan secara umum, dan Rajab termasuk di dalamnya. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesunnahan berpuasa di bulan-bulan haram tanpa pengkhususan hari atau jumlah tertentu.
Karena itu, puasa Rajab hukumnya:
- Boleh dan berpahala jika diniatkan sebagai puasa sunnah umum
- Tidak boleh diyakini memiliki keutamaan khusus yang tidak berdasar dalil sahih
Advertisement
FAQ Seputar Puasa Rajab
1. Apakah boleh niat puasa Rajab dibaca di pagi hari?
Boleh, selama puasa tersebut adalah puasa sunnah dan belum melakukan pembatal puasa sejak terbit fajar.
2. Apakah puasa Rajab harus diniatkan di malam hari?
Tidak wajib. Niat di malam hari lebih utama, tetapi niat di pagi hari tetap sah untuk puasa sunnah.
3. Apakah ada puasa khusus Rajab dengan pahala tertentu?
Tidak ada dalil sahih yang menetapkan puasa khusus Rajab dengan keutamaan tertentu.
4. Apakah puasa Rajab boleh hanya satu hari saja?
Boleh, karena termasuk puasa sunnah mutlak.
5. Apakah boleh membatalkan puasa Rajab di tengah hari?
Boleh jika ada kebutuhan atau maslahat, dan tidak wajib qadha.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141428/original/095424300_1591070604-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)