Kisah Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka, Masuk Surga dengan Merangkak

Di antara mereka ada yang keluar dari neraka dan masuk surga dengan cepat, ada pula yang lambat. Ada pula yang terakhir

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada hari kiamat, semua umat manusia akan dihisab, yang muaranya adalah surga atau neraka, tergantung status keimanan, amalannya semasa di dunia, dan sesuai kehendak Allah SWT. Di antara orang beriman, sebagiannya mesti merasakan neraka sebagai bagian dari azab atas dosa-dosanya semasa di dunia.

Di antara mereka ada yang keluar dari neraka dan masuk surga dengan cepat, ada pula yang lambat. Ada pula yang terakhir. Kisah orang yang terakhir keluar dari neraka dan masuk surga menjadi i'tibar bahwa sebagian besar manusia akan mengalami suatu bentuk siksaan atau penyucian di neraka sebelum akhirnya diampuni dan diberikan akses ke surga.

Janji surga bagi orang yang memiliki keimanan walau kadarnya kecil sekalipun salah satunya ditegaskan Rasulullah SAW: “Keluarlah dari neraka orang yang di dalam hatinya terdapat iman sebesar biji sawi.” (HR. Bukhari no. 22, Muslim no. 184).

Lantas, siapa orang terakhir keluar dari neraka dan masuk surga?

Orang Terakhir yang Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

Kisah orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga terdapat dalam riwayat Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّى لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا – قَالَ – فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِى – أَوْ أَتَضْحَكُ بِى – وَأَنْتَ الْمَلِكُ » قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

Artinya: “Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.

Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.”

Orang tersebut berkata, “Apakah Engkau memperolok-olokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja?”

Ibnu Mas’ud berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda, “Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya.” (HR. Bukhari no. 6571, 7511 dan Muslim no. 186).

Penjelasan Imam Nawawi Soal Keluar dengan Merangkak

Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan hadis ini sahih dan termasuk hadis besar tentang harapan dan rahmat Allah dan menunjukkan bahwa iman sekecil apa pun akan membawa keselamatan, asalkan tidak lenyap dari hati.

Riwayat bahwa orang tersebut akan keluar dengan merangkak menurut Imam an-Nawawi menggambarkan betapa lemahnya kondisi hamba tersebut karena siksaan yang lama di neraka. Namun, sekaligus menunjukkan keberuntungan besar karena ia masih memiliki iman yang menjadi sebab keluarnya dari api neraka.

“Ucapan ‘merangkak’ menggambarkan kelemahan dan kelelahan karena lamanya siksaan, tetapi keluarnya ia dari neraka menunjukkan bahwa iman, walau sedikit, tetap menjadi sebab keselamatan.” (Syarh Shahih Muslim jilid 3 halaman 85–88).

Di sisi lain, hadis ini menurut Imam Nawawi Allah menunjukkan keagungan kasih sayang-Nya, bahkan kepada hamba yang hina dan berdosa. Surga tidak akan sempit; justru luasnya tanpa batas bagi orang beriman.

Rasulullah SAW mencontohkan agar umatnya tidak berputus asa dari rahmat Allah, karena rahmat-Nya mendahului murka-Nya.

Siapa Sosok Orang Terakhir yang Keluar dari Neraka?

Sosok orang terakhir yang keluar dari neraka tidak disebut dalam hadis di atas. Namun, dalam banyak kajian populer, dia disebut sebagai seorang lelaki dari suku Juhainah atau Juhaynah.

Dalam salah satu kajiannya, penceramah Hasan bin Ismail Al Muhdor, menyebut orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga adalah Juhainah. Menurut Hasan, Juhainah menjadi orang beriman terakhir yang keluar dari neraka.

Setelah Juhainah, maka tak ada lagi yang akan keluar dari neraka dan masuk surga. Mereka yang tertinggal akan selama-lamanya berada di neraka.

“Ketika Juhainah keluar (dari neraka) berarti tidak ada lagi manusia yang keluar dari neraka setelah Juhainah. Berarti dia akan di neraka selama lamanya dan di surga selama lamanya,” jelas Habib Hasan, dalam sebuah ceramah, dikutip dari tayangan YouTube Ahbaabul Musthofa Channel.

Hasan menjelaskan, masuknya Juhainah ini adalah bentuk keadilan Allah SWT. Manusia yang memiliki iman meskipun hanya secuil akan keluar dari neraka.

Sosok Juhainah dalam Riwayat

Sosok Juhainah kebanyakan merujuk pada hadis berikut ini:

Hadis yang berbunyi:

أَخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَةَ يُقَالُ لَهُ جُهَيْنَةُ، فَيَقُولُ أَهْلُ الْجَنَّةِ: عِنْدَ جُهَيْنَةَ الْخَبَرُ الْيَقِينُ

Artinya: “Orang terakhir yang masuk surga adalah seseorang dari suku Juhainah yang dipanggil Juhainah. Maka penduduk surga berkata, ‘Pada Juhainah-lah terdapat berita yang pasti (tentang siapa yang masih tertinggal di neraka).’” (HR. Al-Khatib al-Baghdadi).

Namun, para ulama ahli hadis berpendapat bahwa hadis ini tidak sahih (lemah bahkan batil). Imam Ad-Daraquthni dan Al-Khatib al-Baghdadi sendiri menyebut bahwa sanad hadis ini tidak dapat dipercaya. Dalam kitab Tarikh Baghdad karya Al-Khatib, disebutkan bahwa perawi bernama ‘Abd al-Malik bin al-Hakam dalam jalur periwayatan ini lemah dan tidak tsiqah (tidak kredibel).

Karena itu, para muhaddits sepakat bahwa hadis ini tidak bisa dijadikan dalil tentang perkara akhirat. Keterangan Imam Ad-Daraquthni: Dalam penilaian sanadnya, Ad-Daraquthni menegaskan: “Hadis ini batil, dan ‘Abdul Malik bin al-Hakam sangat lemah.” (dikutip dalam Lisan al-Mizan, karya Ibnu Hajar al-‘Asqalani).

Para ulama kontemporer menyimpulkan, riwayat ini tidak bersumber dari Nabi ﷺ secara sahih, melainkan ungkapan populer (atsar palsu) yang kemudian menjadi pepatah Arab terkenal. Kalimat “‘inda Juhainah al-khabaru al-yaqīn” kini sering digunakan dalam bahasa Arab sebagai peribahasa yang berarti “pada Juhainah terdapat kabar yang pasti”, bukan sebagai hadis Nabi.

Meskipun hadis ini tidak sahih, ungkapan tersebut mengandung makna moral simbolik. Dalam konteks cerita, “Juhainah memiliki berita yang pasti” menggambarkan bahwa orang terakhir yang keluar dari neraka akan menjadi saksi terakhir tentang siapa saja yang telah masuk surga dan siapa yang masih tertahan di neraka. Artinya, ia memiliki “pengetahuan langsung” tentang keadaan umat manusia setelah hisab.

Catatan Ulama:

Para ulama melarang menjadikannya sebagai dasar keyakinan, karena sumbernya tidak kuat. Umat Islam diarahkan untuk kembali kepada hadis-hadis sahih tentang “orang terakhir keluar dari neraka”, seperti riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang menyebut seorang lelaki beriman yang keluar dari neraka dengan merangkak, lalu Allah memberinya surga sebesar sepuluh kali dunia.

Hikmah Mengetahui Kisah Orang Terakhir Keluar dari Neraka

Imam Nawawi dalam Syarah muslim membeberkan berbagai fadhilah dan hikmah kisah orang terakhir yang keluar dari neraka. Berikut ulasannya:

1. Besarnya Rahmat Allah SWT

Kisah orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga menggambarkan betapa besar rahmat Allah dan betapa lembutnya Allah terhadap hamba-Nya. Orang ini disebut sebagai penghuni surga yang paling rendah derajatnya, tetapi tetap mendapat balasan luar biasa: “mendapat dunia dan sepuluh kali lipatnya.”

An-Nawawi menegaskan bahwa orang terakhir ini sebelumnya adalah ahli tauhid—ia memiliki keimanan, meski sangat sedikit. Ia masuk neraka karena dosa-dosanya, namun Allah tidak membiarkannya kekal di dalamnya, sebab keimanan itu menyelamatkannya pada akhirnya.

2. Rahmat Allah Lebih Besar dari Murka-Nya

Hadis ini menunjukkan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Sekalipun seseorang telah terjerumus dalam dosa besar, selama ia masih memiliki iman, Allah akan mengampuninya setelah melalui balasan yang adil.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A‘rāf [7]:156: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”

3. Nilai Iman Sekecil Apa Pun Tidak Akan Sia-Sia

Para ulama seperti Ibn Hajar Al-‘Asqalani (dalam Fathul Bari, 1/91) menekankan bahwa hadis ini menjadi dalil kuat bahwa iman sekecil apa pun tetap bernilai di sisi Allah. Orang terakhir ini keluar dari neraka karena masih memiliki iman di hatinya, menunjukkan bahwa keimanan adalah kunci mutlak keselamatan, bukan amal lahiriah semata.

4. Gambaran Keindahan Surga dan Kemuliaan Penghuni Terendah

Ketika Allah berfirman bahwa orang itu mendapat “seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya”, para ulama menafsirkan bahwa itu menunjukkan kemurahan Allah di luar batas logika manusia. Bahkan penghuni surga paling rendah pun mendapat kenikmatan melebihi seluruh kekayaan dunia.

Imam Al-Qurthubi menyebutnya sebagai bentuk tadarruj al-ni‘mah, peningkatan nikmat dari ampunan hingga kemuliaan yang tiada tara.

5. Kasih Sayang Nabi SAW terhadap Umatnya

Bagian penutup hadis ketika Rasulullah SAW tertawa hingga tampak giginya, menunjukkan betapa beliau bergembira atas rahmat Allah bagi umatnya. Tawa itu bukan ejekan, tetapi ekspresi kebahagiaan atas ampunan Allah yang luas, bahkan bagi orang paling terakhir keluar dari neraka.

People also Ask:

1. Siapa orang terakhir yang keluar dari neraka?

Orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga adalah seorang laki-laki dari suku Juhainah. Namanya Juhainah, dan kisahnya dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa ketika dia dipanggil masuk surga, seluruh penduduk neraka yang tersisa akan menangis karena itu menandakan mereka tidak akan bisa keluar lagi.

2. Dosa apa saja yang dilakukan Juhainah?

Juhainah adalah seorang wanita dari suku Juhainah yang melakukan dosa zina, sebagaimana ia datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengakuinya dan meminta agar hukuman dijalankan. Meskipun ia sudah melakukan zina, setelah menjalani hukumannya, dosa tersebut diampuni oleh Allah SWT, dan ia akhirnya menjadi orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga, seperti yang dijelaskan dalam beberapa riwayat.

3. Siapakah 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab?

70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab adalah umat Nabi Muhammad SAW yang memiliki karakteristik utama tidak meminta ruqyah, tidak percaya takhayul (bertathayyur), tidak menggunakan pengobatan dengan besi panas (terbakar), dan hanya bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT. Ini menunjukkan tingkat keimanan dan ketawakalan yang sangat tinggi, di mana mereka meletakkan semua harapan hanya kepada Allah.

4. Mengapa Juhainah orang yang terakhir masuk surga?

Juhainah seperti tak percaya dengan apa yang Allah berikan berupa surga yang luasnya sepuluh kali lipat. Sampai-sampai ia mengira Allah sedang bercanda dengan dirinya. Itulah Juhainah, makhluk Allah yang terakhir keluar dari neraka dan masuk surga.