Doa Hari Asyura 10 Muharram Arab dan Arti Beserta Amalan dan Keutamaannya

Pelajari panduan lengkap doa hari Asyura 10 Muharram, termasuk bacaan, makna, dan amalan. Raih keberkahan serta ampunan di hari istimewa ini.

Diterbitkan 08 September 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan guna meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca doa hari Asyura 10 Muharram.

Berbagai riwayat dan kitab ulama menyebutkan keutamaan membaca doa ini, yang diyakini dapat membawa manfaat besar bagi yang mengamalkannya. Penting bagi setiap Muslim memahami makna dan cara mengamalkan doa hari Asyura 10 Muharram agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.

Melansir dari baznas.go.id, Hari Asyura memiliki makna mendalam bagi umat Islam karena dikaitkan dengan berbagai peristiwa bersejarah dan keutamaan spiritual. Hari ini memberikan kesempatan bagi umat Islam memperbanyak ibadah, termasuk membaca Doa Asyura.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (8/9/2025).

Bacaan Doa Hari Asyura 10 Muharram: Arab, Latin, dan Artinya

Pada hari Asyura, terdapat doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca, yang dikenal sebagai doa Asyura. Doa ini disebutkan oleh beberapa ulama terkemuka, termasuk Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Syekh Sulaiman Al-Jamal, dengan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang membacanya.

Ibn Hajar Asqalani, imam pakar hadis, menyebutkan dalam syarh Sahih al-Bukhari bahwa bagi siapa saja yang membaca doa ini di hari Asyura, maka hatinya tidak akan mati. Senada dengan itu, Syekh Sulaiman Al-Jamal dalam Hasyiyatul Jamal 'ala Syarhil Manhaj menyatakan bahwa siapa saja yang membaca doa ini pada Hari Asyura, niscaya tidak akan mati hatinya pada tahun tersebut. Doa ini termasuk mujarab (teruji) tanpa keraguan.

Berikut adalah bacaan doa hari Asyura 10 Muharram lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya:

Bacaan Doa Asyura:

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

اَللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ

سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Latin:

Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wa 'adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi

Walhamdulillaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wa 'adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi

Lailahaillallaah mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wa 'adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi

Allaahu akbaru mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridha wa 'adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi

Laa haula wa laa quwwata illa billaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wa 'adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi

Laa malja-a wa laa manjaa minallaahi illa ilaih

Subhaanallaahi 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimaatilaahit taammaati

Alhamdulillaahi 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimaatilaahit taammaati

Laa ilaaha illallah 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimaatilaahit taammaati

Allaahu akbar 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimaatilaahit taammaati

Laa haula wa laa quwwata illa billaahi 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimaatilaahit taammaati

Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maulaa wa ni'man nashiir

Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliiman katsiiran

Artinya:

"Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Segala puji bagi Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Tiada Tuhan selain Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Allah Maha Besar sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, jumlah nikmat-nikmat dan timbangan 'arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Tiada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Allah Maha Besar sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Allah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau dengan keselamatan yang berlimpah." (Syekh Sulaiman al-Jalam, Hasyiyatul Jamal 'ala Syarhil Manhaj)

Makna dan Keutamaan Hari Asyura

Hari Asyura memiliki tempat istimewa dalam hati umat Islam karena berbagai peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. Hari ini dikenal sebagai hari ketika Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir besar, Nabi Musa AS selamat dari kejaran Firaun, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

Membaca doa hari Asyura 10 Muharram pada hari ini memiliki banyak keutamaan yang diakui dalam ajaran Islam.

  • Salah satu keutamaan utama adalah ampunan dosa selama setahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis.

Dengan mengamalkan doa hari Asyura 10 Muharram, umat Islam berharap mendapatkan rahmat dan pengampunan dari Allah SWT.

  • Selain itu, doa Asyura juga dipercaya dapat memberikan perlindungan dari berbagai musibah dan bencana.

Dalam lafaz doa ini, umat Islam memohon kepada Allah SWT sebagai pelindung terbaik, sehingga doa ini menjadi benteng spiritual di hari yang penuh keberkahan.

  • Keutamaan lain dari doa hari Asyura 10 Muharram adalah memperkuat keimanan dan ketakwaan seorang Muslim.

Dengan merenungi makna doa ini, umat Islam diajak untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.

Sejarah Hari Asyura

Hari Asyura adalah hari yang sangat bersejarah dalam Islam, ditandai dengan berbagai peristiwa penting yang dialami oleh para nabi. Menurut Buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun karya M. Rouful Wahab, M.Pd, M.A dan S.M. Hamzah, S.T., hari Asyura menjadi waktu yang penting dalam sejarah para nabi.

Salah satu riwayat yang menerangkan tentang sejarah hari Asyura menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada sekelompok orang Yahudi tentang puasa hari Asyura. Mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari ketika Allah SWT menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelamnya Firaun, serta hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judi.

Oleh karena itu, Nabi Nuh dan Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur. Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa dan lebih berhak untuk berpuasa hari ini," lalu memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafah Al-Qulub, mengutip riwayat dari Umar bin Khattab r.a., menjelaskan alasan hari Asyura dimuliakan oleh Allah SWT. Pada hari Asyura, Allah SWT menciptakan langit dan lapisannya, bumi, dan kitab Lauhil Mahfuzh. Pada hari itu juga Allah SWT menciptakan malaikat Jibril AS dan malaikat lainnya, serta menciptakan Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Surga diciptakan dan Nabi Adam AS ditempatkan di dalamnya juga pada hari Asyura.

Peristiwa penting lainnya yang terjadi pada hari Asyura meliputi tenggelamnya Firaun dan pasukannya, diangkatnya Nabi Isa AS dan Nabi Idris AS ke langit, diterimanya tobat Nabi Adam AS, mendaratnya perahu Nabi Nuh AS di puncak gunung Judi, dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari penjara, diterimanya tobat kaum Nabi Yunus AS, turunnya hujan pertama kali ke bumi, Nabi Sulaiman AS mendapatkan kekuasaan, dan hari kiamat akan datang.

Amalan-Amalan Lain di Hari Asyura 10 Muharram

Selain membaca doa hari Asyura 10 Muharram, terdapat berbagai amalan lain yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada hari istimewa ini. Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja Was Surus Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur menjelaskan sepuluh amalan utama yang dapat dilakukan, ditambah dua amalan lain yang menjadikannya lebih sempurna.

  • Melaksanakan Sholat

    Sholat empat rakaat dapat dilakukan pada malam tanggal 10 Muharram, yaitu malam tanggal 9 Muharram. Setiap rakaat dianjurkan membaca surat Al-Fatihah satu kali dan surat Al-Ikhlas 51 kali. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa shalat 4 rakaat dihari Asyura (10 Muharram) setiap rakaat membaca Al-Fatihah 1 x dan Al-Ikhlas 51 x, Maka Allah akan memberikan ampun dosa-dosanya selama 50 tahun."

  • Berpuasa

    Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, yaitu menghapuskan dosa setahun yang lalu. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977). Selain itu, puasa di bulan Muharram, termasuk Asyura, adalah puasa terbaik setelah Ramadhan.

  • Menyambung Silaturahim

    Hari Asyura adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki tali silaturahmi yang mungkin terputus. Islam melarang memutuskan tali silaturahmi, dan hari ini menjadi kesempatan untuk bertaubat serta mempererat hubungan dengan sesama Muslim.

  • Bersedekah

    Dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada hari Asyura, terutama kepada anak yatim, keluarga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya." (HR Baihaqi, No: 3795).

  • Mandi

    Mandi yang dimaksud adalah mandi besar atau mandi junub. Barang siapa yang mandi dan membersihkan dirinya pada hari Asyura, diyakini tidak akan terkena penyakit apapun pada tahun tersebut.

  • Memakai Celak Mata

    Meskipun ada perbedaan pendapat ulama mengenai hukumnya, sebagian menganggap memakai celak mata pada hari Asyura sebagai amalan. Namun, perlu diperhatikan bahwa sebagian ulama Hanafi menghukumi haram atau makruh karena bertepatan dengan peristiwa Sahara Nainawa.

  • Berziarah Kepada Ulama (Baik yang Hidup Maupun yang Meninggal)

    Berziarah kepada orang alim atau kyai, baik yang masih hidup (dengan sowan) maupun yang sudah wafat (dengan ziarah kubur), dapat menentramkan hati.

  • Menjenguk Orang Sakit

    Menjenguk orang sakit pada tanggal 10 Muharram diyakini setara dengan menjenguk semua orang sakit di dunia, sehingga mendatangkan pahala yang sangat besar.

  • Menambah Nafkah Keluarga

    Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk memberikan kelonggaran harta kepada keluarga di hari Asyura. "Dan berikan kelonggaran harta kepada Keluargamu di hari Asyura, sebab orang yang memberikan kelonggaran harta kepada Istri dan Keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melonggarkan rizkinya orang tersebut setiap tahun." Amalan ini bisa dilakukan dengan berbelanja makanan dan minuman melebihi hari biasa.

  • Memotong Kuku

    Memotong kuku termasuk dalam perkara fitrah yang diatur dalam Islam untuk kebersihan dan kesucian. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memotong kukunya dengan cara tidak berurutan atau secara berlawanan, maka tidak akan mengalami sakit mata." (HR Ibnu Qudaamah).

  • Mengusap Kepala Anak Yatim

    Mengusap kepala anak yatim bukan hanya sekadar sentuhan fisik, tetapi juga memberikan rezeki lebih kepada mereka. Setiap helai rambut anak yatim yang diusap diyakini dapat menggugurkan dosa bagi yang mengusapnya.

  • Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali

    Dianjurkan juga untuk membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak seribu kali, Ayat Kursi seratus kali, dan Hasbunallahu wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiir sebanyak 70 kali. Imam al-Ajhury menyatakan bahwa seseorang yang mengucapkan doa tersebut di malam hari Asyura akan dihindarkan dari berbagai keburukan di tahun yang akan datang.

Jadwal Hari Asyura 10 Muharram

Hari Asyura selalu jatuh pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya dalam kalender Hijriah. Untuk mengetahui jadwalnya dalam kalender Masehi, perlu dilakukan konversi. 

Selain puasa Asyura, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa Tasua pada tanggal 9 Muharram. Anjuran ini bertujuan untuk membedakan puasa umat Islam dengan puasa umat Yahudi yang juga mengagungkan hari Asyura.

Menurut buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki karya Taufiq FR, Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasua agar puasa Asyura tidak menyerupai hari raya umat Yahudi.

Muhammad Syafi'ie el-Batanie dan Ust. Abu Fitran, dalam bukunya Tuhan, Tunggu Sebentar Lagi, juga menjelaskan keistimewaan hari Asyura yang bisa diisi dengan mengerjakan dua puasa sunnah, yaitu puasa Tasua di tanggal 9 Muharram dan Asyura pada 10 Muharram.

Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku hidup hingga tahun yang akan datang, sungguh aku akan berpuasa tanggal sembilan dan sepuluh (Muharram)." (HR. Muslim).

Beberapa ulama juga berpendapat bahwa puasa Asyura akan lebih afdal jika dikerjakan bersamaan dengan tanggal 9 dan 11 Muharram, sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas r.a. yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim: "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya."

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Sebelum mengerjakan puasa sunnah ini, penting untuk membaca niat terlebih dahulu. Berikut adalah bacaan niat puasa Tasua dan Asyura, dihimpun dari buku Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba'in Pilihan, serta Dzikir & Doa oleh Ustadz Rusdianto, S.Pd.I dan Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad, Lc.

  • Niat Puasa Sunnah Hari Tasua (9 Muharram)

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma tasu'ata sunnata-lillâhi ta'ala.

    Artinya: "Saya berniat puasa Tasu'a sunnah karena Allah Ta'ala."

  • Niat Puasa Sunnah Hari Asyura (10 Muharram)

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma 'asyûra-a sunnata-lillâhi ta'âla.

    Artinya: "Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."

FAQ

  1. Apa itu Hari Asyura?

    Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Hijriah, yang merupakan salah satu hari paling istimewa dalam Islam karena berbagai peristiwa bersejarah dan keutamaan spiritual yang terjadi di dalamnya.

  2. Mengapa doa hari Asyura 10 Muharram penting dibaca?

    Membaca doa hari Asyura 10 Muharram diyakini dapat membawa keberkahan, ampunan dosa setahun yang lalu, dan perlindungan dari berbagai musibah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat ulama dan hadis.

  3. Siapa saja ulama yang menyebutkan tentang doa Asyura ini?

    Doa Asyura ini disebutkan oleh beberapa ulama terkemuka seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Syarh Sahih al-Bukhari dan Syekh Sulaiman Al-Jamal dalam Hasyiyatul Jamal 'ala Syarhil Manhaj.

  4. Apa keutamaan puasa di Hari Asyura?

    Puasa di Hari Asyura memiliki keutamaan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam hadis Muslim.

  5. Kapan Hari Asyura 10 Muharram akan jatuh pada tahun 2025?

    Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 dari Kementerian Agama RI, Hari Asyura 10 Muharram 1447 H akan jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025.

  6. Selain doa dan puasa, amalan apa lagi yang dianjurkan di Hari Asyura?

    Selain doa dan puasa, amalan lain yang dianjurkan di Hari Asyura meliputi sholat, menyambung silaturahim, bersedekah, mandi, memakai celak mata, berziarah kepada ulama, menjenguk orang sakit, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, mengusap kepala anak yatim, dan membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.

  7. Apakah ada puasa lain yang dianjurkan bersamaan dengan puasa Asyura?

    Ya, dianjurkan untuk berpuasa Tasua pada tanggal 9 Muharram, sebagai pembeda dengan amalan umat Yahudi dan untuk menyempurnakan ibadah.