4 Bacaan Pengganti Doa Qunut Subuh, Ada yang Pendek dan Mudah Dihafal

Bagi penganut madzhab syafi'i, sebagaimana mayoritas umat Islam di Indonesia, doa qunut sangat penting. Hukumnya adalah sunnah muakadah

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 10:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa qunut merupakan salah satu doa penting sholat subuh. Namun, seringkali ada yang tidak hafal doa qunut sehingga memerlukan pengganti doa qunut subuh, agar sholatnya sempurna.

Bagi penganut madzhab syafi'i, sebagaimana mayoritas umat Islam di Indonesia, doa qunut sangat penting. Hukumnya adalah sunnah muakadah. Imam Al-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa Rasulullah selalu membaca qunut. Dalilnya adalah hadis sahih.

"Qunut shalat subuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. Ia mengatakan, itu hadits shahih," demikian dikutip dari Al-Adzkar.

Meski begitu, tak dipungkiri masih banyak yang tidak hafal doa qunut. Soal ini, Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu'in menjelaskan bahwa itu bukanlah masalah. Doa qunut bisa diganti dengan doa-doa lain walau tidak bersumber dari Rasulullah.

Berikut ini adalah 4 pilihan bacaan pengganti doa qunut sholat subuh yang bisa diamalkan, sambil berusaha menghafal doa qunut.

1. Doa Sapu Jagat (Rabbana Atina)

Pendakwah yang juga pengasuh LPD Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) mengungkapkan, apabila tidak hafal doa qunut, maka bisa diganti dengan doa yang hafal. Contohnya adalah doa sapu jagat atau doa Rabbana:

1. Doa Sapu Jagat (Rabbana Atina)

Doa pengganti yang pertama bisa diambil dari ayat Al-Quran yang diawali dengan kata 'Rabbana' (Ya Tuhan Kami). Doa ini berisi permohonan mendapat hidayah, taqwa, sabar, syukur, ilmu, rezeki, kebaikan dunia-akhirat, dan lain sebagainya.

Berikut salah satu contohnya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan waqina 'adhaban-nar

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Khusus doa ini lazimnya sudah diajarkan sejak kecil. Karenanya, umat Islam biasanya hafal doa pendek ini.

2. Bacaan Pengganti Qunut Subuh: Doa Istifah

Melansir an-nur.ac.id, berikut ini bacaan pengganti doa qunut subuh lainnya, yakni doa istifah yang biasanya dibaca pada awal sholat setelah takbiratul ihram. Doa ini memuat pujian dan pengakuan kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa.

Berikut bacaan doa istifah sebagai pengganti qunut:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالى جَدُّكَ وَلا إِله غيرُك

Arab Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabarakasmuka wa ta'ala jadduka wa la ilaha ghairuk

Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, dan Maha Berkat nama-Mu, dan Maha Tinggi kebesaran-Mu, dan tidak ada tuhan selain Engkau.

3. Bacaan Pengganti Qunut Subuh: Doa Ma'tsur

Terdapat doa yang bersumber dari Al-Qur'an atau hadis Nabi SAW yang bisa dijadikan pengganti qunut. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT dari perlindungan syirik, kesesatan, kejelekan, fitnah, dan lain sebagainya.

Berikut bacaan doa ma'tsur dalam Arab, Latin, dan artinya:

اللّهُـمّ إِنّي أعـوذُ بِك مِنْ عِلْـم لا ينْفـع، ومِنْ قلْـب لا يخْشـع، ومِنْ نفْـس لا تشْـبع، ومِنْ دعـوة لا يُسْتجابُ لها

Arab Latin: Allahumma inni a'udzu bika min 'ilmin la yanfa'u wa min qalbin la yakhsha'u wa min nafsin la tasyba'u wa min da'watin la yustajabu laha

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari nafsu yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.

4. Pengganti Qunut Subuh: Doa Syafaat dan Perlindungan (Ayat Terakhir Al-Baqarah)

Bacaan pengganti doa qunut subuh lainnya adalah petikan ayat terakhir Al-Baqarah, sebagaimana disebut Syekh Al-Malabari:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

Latin: Rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,)

Artinya: Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir. (QS. Al-Baqarah: 286).

Al-Malabari menjelaskan, kalimat doa qunut tidak tertentu pada redaksi khusus, sehingga tetap mencukupi atas bacaan qunut dengan membaca ayat yang mengandung doa, ketika doa tersebut diniatkan untuk qunut, seperti halnya pada akhir surat Al-Baqarah.

Lafal Doa Qunut Arab-Latin dan Artinya

Untuk membantu yang belum hafal doa qunut atau lupa bacaannya, berikut ini adalah lafal doa qunut teks Arab-Latin dan artinya:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa 'âfini fî man 'âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya'izzu man 'âdait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait, fa lakal hamdu a'lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam

Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya."

Hukum Qunut Menurut Ulama Madzhab

Hukum membaca qunut memiliki pendapat yang beragam, dari para ulama. Terdapat ulama dari kalangan mazhab tertentu yang menganjurkan ada pula yang mengatakan makruh. Berikut Ulasannya:

1. Qunut Menurut Mayoritas Ulama

Melansir buku Kupas Tuntas Qunut Subuh oleh Galih Maulana LC, qunut subuh menurut mayoritas ulama hukumnya sunah. Sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Al-Majmu, yang artinya:

"Mazhab kami (syafi'i) bahwasannya qunut itu dianjurkan (mustahab) baik ketika terjadi bencana (nazilah) atau ketika tidak ada bencana (qunut subuh), inilah pendapat kebanyakan dari ulama salaf dan ulama-ulama setelah mereka atau banyak dari mereka."

Dijelaskan pula oleh Syekh Al-Hazimi dalam kitab al-I'tibar, yang artinya:

"Para ulama berbeda pendapat tentang hukum qunut pada shalat subuh, mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi'in dan ulama-ulama setelah mereka di berbagai negri berpendapat adanya qunut (subuh)."

2. Qunut Menurut Mazhab Hanafi dan Hambali

Di antara keempat mazhab, yang mengatakan tidak adanya anjuran qunut adalah mazhab Hanafi dan Hanbali. Seperti yang dijelaskan berikut ini:

Artinya: "Bagi ulama Hanafiyah, ulama Hanabilah dan Sufyan ats-Tsauri, qunut pada shalat subuh tidaklah disyariatkan, pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud dan Abu Darda q.. Abu Hanifah mengatakan: qunut subuh adalah bid'ah, sedangkan ulama-ulama Hanabilah mengatakan qunut subuh adalah makruh.

 

Bagaimana jika Lupa Baca Qunut?

Di dalam Mazhab Syafi'i, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa qunut subuh hukumnya sunah. Adapun sunnah yang dimaksudkan yakni sunah ab'adh yaitu jika ditinggalkan baik sengaja atau tidak maka dianjurkan sujud syahwi, demikian menurut Imam an-Nawawi:

Senada, Buya Yahya menjelaskan, qunut Subuh merupakan sunnah yang dianjurkan bagi Mazhab Syafi’i. Namun, lantaran sunnah, apabila lupa maka sholatnya tetap sah.

Hanya saja, orang tersebut karena mengikuti madzhab syafii, kehilangan fadhilahnya.

Menurut Buya Yahya, seorang muslim boleh tidak membaca doa qunut Subuh karena mengikuti Imam Abu Hanifah. Alasan tersebut boleh dibenarkan dengan cara bertaqlid kepada Imam Abu Hanifah.

"Tapi kalau ada orang tidak qunut, menyalahkan (pendapat) Mazhab Imam Syafi'i, dia telah salah. Imam Syafi'i juga pakai hujah kok," jelas Buya Yahya, dikutip dari YouTube Al Bahjah TV.

People also Ask:

1. Jika tidak hafal doa qunut diganti dengan doa apa?

Jika tidak hafal doa qunut, Anda bisa menggantinya dengan doa lain yang Anda ketahui, terutama doa yang berisi permohonan dan pujian kepada Allah

2. Apakah boleh doa qunut diganti dengan rabbana atina?

Ya, boleh. Doa qunut dalam sholat, khususnya sholat Subuh, bisa diganti dengan doa lain seperti Rabbana atina fiddunya hasanah, jika tidak hafal bacaan doa qunut.. Meskipun doa qunut memiliki keutamaan, menggantinya dengan doa lain, termasuk Rabbana atina, tetap diperbolehkan.

3. Apa doa qunut yang pendek?

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

4. Bagaimana cara sholat Subuh tanpa doa qunut?

tata cara sholat Subuh tanpa qunut sama dengan sholat Subuh pada umumnya, namun tidak perlu membaca doa qunut setelah i'tidal. Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, langsung bangkit untuk rakaat kedua dan mengulang membaca Al-Fatihah hingga tasyahud akhir dan salam.

Referensi:

  • Al-Adzkar, Imam Al-Nawawi
  • Fathul Mu'in, Syekh Zainuddin al-Malibari
  • Kitab Arba’in, Hakim Abu Abdullah
  • Ceramah Buya Yahya
  • an-nur.ac.id
  • QS. Al-Baqarah: 286