Doa Gunting Kuku Beserta Tata Caranya yang Baik Menurut Islam

Menjaga kebersihan kuku adalah bagian dari iman. Pelajari doa gunting kuku dan tata cara yang benar menurut ajaran Islam untuk meraih keberkahan dan kesehatan.

Diterbitkan 23 Agustus 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Memanjatkan doa gunting kuku adalah salah satu bentuk ketaatan dan upaya untuk mendapatkan keberkahan dalam setiap aktivitas, termasuk menjaga kebersihan diri. Praktik ini tidak hanya sekadar memotong kuku secara fisik, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual dengan memohon kepada Allah SWT.

Dengan demikian, doa gunting kuku menjadi bagian integral dari adab seorang Muslim dalam menjaga kebersihan.  Memotong kuku dalam Islam dikategorikan sebagai bagian dari fitrah, yaitu sifat-sifat alami manusia yang sesuai dengan ajaran agama.

Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa terdapat lima perkara yang termasuk dalam fitrah, salah satunya adalah menggunting kuku. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (22/8/2025).

Doa Gunting Kuku dalam Islam

Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas yang dilakukan dianjurkan untuk dimulai dengan menyebut nama Allah SWT dan memohon keberkahan-Nya. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan sederhana seperti memotong kuku. Memanjatkan doa gunting kuku adalah bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan dilakukan demi mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.

Doa memotong kuku berfungsi sebagai pengingat bagi seorang Muslim akan pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari iman. Dengan membaca doa ini, seseorang tidak hanya membersihkan kuku secara fisik, tetapi juga membersihkan niat dan mengharapkan pahala dari Allah SWT. Ini adalah cara untuk mengubah rutinitas harian menjadi ibadah yang bernilai.

Bacaan doa memotong kuku yang diajarkan sesuai sunah Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ

Bismillah wa billahi wa 'ala sunnati muhammadin wa ali muhammadin shalawatullahi wa salamuhu 'alaihim.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, dan karena Allah, serta mengikuti sunah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, semoga rahmat Allah dan salam-Nya senantiasa tercurah kepada mereka."

Adab dan Tata Cara Menggunting Kuku Menurut Ajaran Islam

Memotong kuku dalam Islam tidak hanya sekadar tindakan kebersihan, tetapi juga memiliki adab atau etika yang dianjurkan untuk diikuti. Adab ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tindakan seorang Muslim dilakukan dengan cara yang terbaik dan sesuai dengan tuntunan syariat. Mengikuti adab ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap sunah Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang dikutip dari buku Yuk Kita Shalat: Panduan Lengkap & Mudah Dipraktikkan untuk Anak, Muh. Rouf (2013: 67), memotong kuku memiliki adab tersendiri yang disunahkan. Berikut adalah adab memotong kuku dalam ajaran Islam:

Persiapkan Alat: Dianjurkan untuk menggunakan alat pemotong kuku yang didesain khusus agar lebih aman dan mudah saat digunakan.

Dimulai dari Tangan Kanan: Seperti halnya kegiatan lain yang baik, memotong kuku disunahkan untuk dimulai dari tangan kanan. Urutannya adalah jari telunjuk, tengah, manis, kelingking, dan terakhir jempol.

Dilanjutkan Tangan Kiri: Setelah tangan kanan selesai, lanjutkan dengan tangan kiri. Urutannya dimulai dari jari kelingking, manis, tengah, telunjuk, dan terakhir jempol.

Memotong Kuku Jari Kaki: Setelah kuku jari tangan, dianjurkan untuk melanjutkan dengan memotong kuku jari kaki. Sunahnya dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol.

Kuku Jari Kaki Kiri: Kemudian, kuku jari kaki kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.

Tidak Lebih dari 40 Hari: Disunahkan untuk tidak membiarkan kuku jari tangan maupun kaki lebih dari 40 hari tanpa dipotong.

Adab-adab ini menunjukkan perhatian Islam terhadap detail kebersihan dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.

Pandangan Ulama Mengenai Urutan Memotong Kuku

Meskipun terdapat anjuran umum mengenai tata cara memotong kuku, para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai urutan spesifik jari yang harus dipotong. Perbedaan pendapat ini menunjukkan kekayaan interpretasi dalam khazanah ilmu fikih Islam, di mana setiap pandangan didasarkan pada pemahaman dalil dan praktik yang ada.

Imam al-Ghazali, salah satu ulama terkemuka, berpendapat bahwa urutan memotong kuku pada tangan dimulai dari jari telunjuk kanan, lalu jari tengah, kemudian jari kelingking, dan seterusnya berjalan ke arah kanan hingga berakhir pada ibu jari dari kanan. Pandangan ini menekankan konsistensi dalam memulai dari sisi kanan dan mengikuti pola tertentu.

Sementara itu, Imam an-Nawawi memiliki pendapat yang sedikit berbeda. Beliau berpendapat bahwa cara memotongnya dimulai dari jari telunjuk, lalu jari tengah hingga jari kelingking, kemudian baru ibu jari tangan kanannya. Untuk tangan kiri, dimulai dari jari kelingking, lalu jari manis, kemudian jari tengah, berikutnya jari telunjuk, dan berakhir pada ibu jari tangan kiri.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari menyatakan bahwa: “Tidak ada satu pun hadist shahih maupun hasan yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi An-Nawawi menegaskan dalam Syarh Muslim-nya bahwa disunahkan untuk memulai memotong kuku tangan dimulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol. Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking. Tetapi ia tidak menyebutkan dasar atas kesunahan tersebut.”

Praktik yang umum disunahkan adalah memulai dari jari telunjuk kanan, tengah, manis, kelingking, baru kemudian jempol. Untuk jari tangan kiri, dimulai dari jari kelingking, manis, tengah, telunjuk, baru kemudian yang terakhir jempol. Sedangkan untuk kuku kaki, disunahkan dimulai dari jari kelingking kaki kanan terus jari manis, tengah, telunjuk, sampai jempol, kemudian kaki sebelah kiri dimulai dari jempol terus berurutan sampai yang terakhir adalah jari kelingking.

Waktu yang Dianjurkan untuk Memotong Kuku

Selain tata cara, Islam juga memberikan anjuran mengenai waktu yang tepat untuk memotong kuku. Anjuran ini tidak bersifat mutlak, namun lebih kepada rekomendasi untuk mendapatkan keutamaan dan menjaga kebersihan secara optimal. Salah satu batasan waktu yang paling penting adalah tidak membiarkan kuku terlalu panjang.

Waktu pemotongan kuku sebaiknya dilakukan sebelum 40 hari. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Anas bin Malik RA, yang menyatakan: “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga kebersihan diri secara berkala dan tidak menunda lebih dari batas waktu yang ditentukan.

Selain batasan 40 hari, terdapat hari-hari tertentu yang disunahkan untuk memotong kuku. Pemotongan kuku sebaiknya dilakukan pada hari Jumat sebelum berangkat menunaikan salat Jumat, atau pada hari Kamis, atau Senin. Hari Jumat secara khusus dianjurkan karena merupakan hari yang mulia bagi umat Islam dan memotong kuku adalah salah satu persiapan untuk salat Jumat.

Disunahkan juga untuk mencuci ujung jari setelah memotong kuku. Hal ini berdasarkan keterangan dalam kitab Hasyiyatul Jamal yang ditulis oleh Sulaiman Al-Jamal: “Disunahkan mencuci ujung-ujung jari setelah dipotong kukunya karena ada yang mengatakan bahwa menggaruk-garuk sebelum dicuci akan menyebabkan penyakit kusta. Yang utama memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis atau Senin.” Anjuran ini menunjukkan perhatian Islam terhadap kebersihan menyeluruh dan pencegahan penyakit.

Memotong Kuku sebagai Bagian dari Fitrah dalam Islam

Dalam Islam, konsep fitrah merujuk pada sifat-sifat alami dan bawaan manusia yang selaras dengan ajaran agama, yang jika dipelihara akan membawa kebaikan bagi individu. Memotong kuku adalah salah satu dari lima perkara yang dikategorikan sebagai fitrah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan kuku bukan hanya sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari kesempurnaan fitrah manusia.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: "Perkara fitrah ada lima, yakni berkhitan (sunat), mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak." Hadis ini menempatkan memotong kuku sejajar dengan praktik kebersihan dan kesucian lainnya yang fundamental dalam Islam.

Oleh karena itu, memotong kuku menjadi penting bagi seorang Muslim karena termasuk dalam perkara fitrah. Menjaga fitrah berarti menjaga kemurnian diri, baik secara fisik maupun spiritual, yang pada gilirannya akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah bentuk ketaatan yang mencerminkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dalam setiap aspek kehidupan.

Selain itu, terdapat pula hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Qudaamah yang menyebutkan: "Barang siapa yang memotong kukunya dengan cara tidak berurutan atau secara berlawanan, maka tidak akan mengalami sakit mata." Meskipun hadis ini perlu ditinjau lebih lanjut mengenai derajat kesahihannya. Dia menunjukkan adanya perhatian terhadap tata cara dalam memotong kuku, yang mungkin memiliki hikmah tertentu terkait kesehatan atau keberkahan.

Daftar Sumber

  • HR. Bukhari
  • HR. Muslim
  • HR. Ibnu Qudaamah
  • Hadits Riwayat Muslim | Anas bin Malik
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani | Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari | 1379 H | Darul Ma’rifah
  • Sulaiman Al-Jamal | Hasyiyatul Jamal | Dar al-Fikr
  • Muh. Rouf | Yuk Kita Shalat: Panduan Lengkap & Mudah Dipraktikkan untuk Anak | 2013

FAQ

1. Apa itu doa gunting kuku? Doa gunting kuku adalah bacaan yang diucapkan sebelum memotong kuku untuk memohon keberkahan dan mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.

2. Mengapa penting membaca doa gunting kuku? Membaca doa gunting kuku penting untuk menjadikan aktivitas kebersihan sebagai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

3. Bagaimana bacaan doa gunting kuku? Bacaan doa gunting kuku adalah "Bismillah wa billahi wa 'ala sunnati muhammadin wa ali muhammadin shalawatullahi wa salamuhu 'alaihim."

4. Apakah ada tata cara khusus dalam memotong kuku menurut Islam? Ya, ada adab dan tata cara khusus seperti memulai dari tangan kanan dan tidak membiarkan kuku lebih dari 40 hari.

5. Kapan waktu yang dianjurkan untuk memotong kuku? Waktu yang dianjurkan adalah sebelum 40 hari, dan disunahkan pada hari Jumat, Kamis, atau Senin.

6. Apakah memotong kuku termasuk fitrah dalam Islam? Ya, memotong kuku termasuk dalam lima perkara fitrah yang diajarkan dalam Islam.

7. Apa manfaat menjaga kebersihan kuku dalam Islam? Manfaatnya adalah mencegah penyakit, menjaga kesucian diri, dan merupakan bagian dari iman serta ketaatan kepada Allah.