Arti Syafakillah dan Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Salah satu bentuk doa yang sering diucapkan dan memiliki akar dalam budaya serta bahasa Arab adalah ucapan “Syafakillah” (شَفَاكِ اللَّهُ).

Diperbarui 06 Agustus 2025, 11:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cilacap - Saling mendoakan adalah bagian penting dalam ajaran Islam yang menunjukkan kasih sayang, empati, dan rasa persaudaraan antara sesama Muslim. Salah satu hal yang paling tepat dilakukan ialah mengekspresikan doa dan kepedulian tersebut adalah saat seseorang sedang sakit.

Dalam kondisi ini, doa menjadi wujud keimanan kepada takdir Allah serta harapan akan rahmat dan kesembuhan dari-Nya. Islam sangat menganjurkan untuk mendoakan orang yang sakit, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satu bentuk doa yang sering diucapkan dan memiliki akar dalam budaya serta bahasa Arab adalah ucapan “syafakillah” (شَفَاكِ اللَّهُ).

Lantas apa arti syafakillah? Demikian pula penting diulas dari mana asal usul ungkapan tersebut dan bagaimana adab menjenguk orang yang sakit? Berikut ini penjelasannya seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (05/08/25).

Arti Safakillah

Syafakillah” (شَفَاكِ اللَّهُ) ialah ungkapan yang mengandung doa yang berarti 'semoga Allah menyembuhkanmu. Doa ini khusus ditujukan kepada perempuan yang sedang sakit. Sedangkan untuk laki-laki, bentuk yang tepat adalah “Syafakallah” (شَفَاكَ اللَّهُ).

Meskipun sederhana, doa ini sarat makna, menunjukkan akhlak mulia dalam Islam, dan memiliki kedudukan tersendiri dalam hubungan antar manusia yang diikat dengan keimanan. Rasulullah SAW telah mencontohkan berbagai bentuk doa untuk orang sakit. Salah satunya adalah doa:

لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: "Lā ba’sa, ṭahūr in syā’ Allāh"

“Tidak apa-apa, (penyakit ini) adalah penyuci (dosa), insya Allah.” (HR. al-Bukhari no. 3616)

Doa ini menunjukkan bahwa Islam memandang sakit sebagai salah satu sarana penghapus dosa dan juga ladang pahala. Oleh karena itu, mendoakan kesembuhan bagi saudara kita bukan hanya menunjukkan empati, tetapi juga bagian dari amal saleh yang dicintai Allah.

Dalam konteks ini, ucapan seperti “Syafakillah” bukan hanya menjadi kebiasaan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari sunnah yang bernilai ibadah. Maka dari itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui arti, waktu yang tepat, serta adab dalam mengucapkannya.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menerangkan sebagai berikut:

1. Mendoakan Kesembuhan

HAl ini didasarkan atas sabda Rasulullah SAW berikut ini:

النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا عَافَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ

Latin: As'alullāhal ‘Azhīma Rabbal ‘Arsyil ‘Azhīm an yasyfiyaka

Artinya: Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu (HR. Abu Dawud no. 3106, At-Tirmidzi no. 2080).

2. Memberi Harapan & Menghibur Pasien

Adab kedua yang disampaikan ialah memberikan hiburan dan harapan kepada yang sakit. Hal ini tetu saja memberikan dampak yang baik bagi perkembangan kesehatan pasien. Rasulullah SAW bersabda:

لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ 

Latin: Lā ba’sa, ṭahūrun in syā’ Allāh

Artinya: Tidak mengapa, semoga penyakit ini menjadi pensuci dosa-dosa, insyaAllah (HR. Bukhari no. 5662).

Sedangkan Imam Nawai dalam Kitab Al-Adzkar menerangkan adab-adab ketika menjenguk orang yang sakit sebagai berikut:

1. Membaca Doa Nabi Saat Menjenguk

Adapun doa yang dipanjatkan Nabi SAW adalah sebagai berikut:

kاللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Allāhumma Rabban-nāsi, adzhibil-ba’sa, isyfi anta asy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman

Artinya: Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Berlama-lama

الإمام النووي يقول: يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُطِيلَ الْعَائِدُ الْجُلُوسَ عِنْدَ الْمَرِيضِ، إِلَّا أَنْ يُؤْنَسَ بِهِ الْمَرِيضُ وَيَسْتَلِذَّ بِهِ. 

Latin: Al Imam an-Nawawi yaquulu: yustahabbu an lā yuṭīla al-‘ā’idu al-julūs ‘inda al-marīḍ, illā an yu’nasa bihil-marīḍ wa yastalidza bih.

Artinya: Disunnahkan bagi orang yang menjenguk agar tidak berlama-lama duduk kecuali jika pasien merasa nyaman dengannya (Al-Adzkar, hlm. 192).

 

Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Daftar Sumber

  • HR. al-Bukhari no. 3616
  • Imam Nawawi, Kitab Riyadhus Shalihin
  • Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar

People Also Ask

1. Apa arti “Syafakillah”?

Jawaban: “Syafakillah” (شَفَاكِ اللهُ) adalah doa dalam bahasa Arab yang berarti: “Semoga Allah menyembuhkanmu” Frasa ini digunakan khusus untuk perempuan.

2. Apa bentuk doa yang sama untuk laki-laki?

Jawaban: Untuk laki-laki, ucapannya adalah: Syafakallah (شَفَاكَ اللهُ)

3. Apa arti lengkap doa “As’alullah al-‘Azhim…” yang sering dibaca saat menjenguk?

Jawaban: Doa tersebut lengkapnya:

أسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal ‘Azhīma Rabbal ‘Arsyil ‘Azhīm an yasyfiyaka 

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi – Hasan) 

4. Apa hukum menjenguk orang sakit dalam Islam?

Jawaban: Menjenguk orang sakit adalah sunnah muakkadah, bahkan sebagian ulama menyatakan fardu kifayah, karena termasuk hak sesama muslim.