Liputan6.com, Jakarta Bacaan doa mandi wajib beserta tata caranya yang benar sesuai syariat penting diketahui oleh seluruh umat Muslim. Mandi wajib atau dikenal juga sebagai mandi junub, merupakan sebuah proses penting untuk bersuci dari hadas besar.
Mandi wajib adalah syarat sah bagi umat Muslim untuk dapat kembali melaksanakan ibadah. Mandi wajib tersebut dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, misalnya seperti keluar air mani, bertemunya dua kemaluan meskipun tidak keluar air mani, dan berhentinya darah haid juga nifas.
Mengutip dari Jurnal Analisa oleh Samidi (2010), mandi merupakan ajaran Islam tentang kebersihan yang memiliki tujuan untuk menghilangkan hadas, baik sebagai syarat untuk ibadah atau tidak. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/7/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Mandi Wajib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997260/original/020674400_1650164361-shower-gac3290527_1920.jpg)
Niat mandi wajib merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam pelaksanaan mandi wajib karena menjadi rukun sahnya ibadah ini. Niat ini harus diucapkan di dalam hati atau dilafalkan secara lisan, sesuai dengan kondisi hadas besar yang dialami. Lafal niat yang benar akan menentukan keabsahan mandi junub.
1. Niat dan Doa Mandi Wajib secara Umum
Niat dan doa mandi wajib secara umum dapat dilakukan oleh laki-laki juga perempuan untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh junub. Bacaan ini menjadi dasar untuk membersihkan diri dari hadas besar yang tidak spesifik.
- Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
- Artinya: Aku berniat melakukan mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta'ala.
2. Niat dan Doa Mandi Wajib Setelah Haid
Haid atau menstruasi adalah kondisi alami pada wanita dewasa yang menyebabkan hadas besar. Setelah masa haid berakhir, wanita diharuskan untuk melakukan mandi junub atau mandi wajib agar bisa kembali melaksanakan ibadah seperti salat dan puasa.
- Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi Ta'aala.
- Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.
3. Niat dan Doa Mandi Wajib Setelah Masa Nifas
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan. Selama masa nifas, wanita dilarang melakukan ibadah salat dan puasa. Setelah masa nifas berakhir, mandi wajib harus dilakukan untuk kembali suci dan dapat beribadah.
- Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.
- Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.
Advertisement
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Syariat Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990793/original/015150400_1730717472-cara-mandi-wajib-pria.jpg)
Tata cara mandi wajib yang benar sangat penting untuk memastikan kesucian dan keabsahan ibadah. Langkah-langkah ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam HR. Al Bukhari dan Muslim.
Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri untuk membasuh kemaluan, lalu berwudu, memasukkan jari ke pangkal rambut, menuangkan air ke kepala tiga kali, mengguyur seluruh badan, dan membasuh kedua kaki.
Berdasarkan hadis tersebut, berikut adalah tata cara mandi wajib yang harus diketahui dan dipahami dengan benar:
- Mencuci Kedua Tangan: Setelah mengucapkan niat, langkah pertama adalah mencuci kedua tangan sebanyak 3 kali untuk memastikan kebersihannya dari najis dan kotoran yang mungkin menempel.
- Membersihkan Bagian Tubuh yang Dianggap Kotor: Bersihkan area sekitar kemaluan dan segala bentuk kotoran atau najis yang menempel di bagian tubuh lainnya. Ini memastikan tidak ada penghalang air ke kulit.
- Mencuci Tangan Kembali: Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor, bersihkan tangan kembali menggunakan sabun atau pembersih lain agar tangan bebas dari sisa kotoran.
- Berwudu dengan Sempurna: Lakukan wudu secara sempurna seperti wudu untuk salat, mulai dari niat hingga membasuh kaki. Ini adalah sunah yang sangat dianjurkan sebelum mandi besar.
- Membasahi Kepala Sebanyak Tiga Kali: Basahi kepala sebanyak tiga kali, bersamaan dengan niat menghilangkan hadas besar yang telah diucapkan. Pastikan air merata hingga ke pangkal rambut.
- Membasuh Bagian Tubuh: Basuh bagian tubuh sebelah kanan sebanyak tiga kali, lalu lanjutkan dengan membasuh bagian tubuh sebelah kiri sebanyak tiga kali. Ini mengikuti sunah mendahulukan anggota tubuh bagian kanan.
- Memisah-misah atau Menyela-nyela Rambut: Bagi laki-laki, memisah-misahkan rambut dengan jari adalah wajib untuk memastikan air sampai ke kulit kepala, sementara bagi wanita hukumnya sunah (mandub). Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang mengurai rambut saat mandi junub, dan Nabi menjawab, "Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran."
- Mengalirkan Air ke Seluruh Bagian Tubuh: Pastikan air mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit dan pangkal rambut. Hindari menyentuh kemaluan; jika tersentuh, lakukan wudu kembali untuk menjaga kesucian.
Hal-hal yang Mewajibkan Mandi Wajib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102627/original/058220500_1737446569-1737444761877_cara-mandi-wajib-haid.jpg)
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib. Memahami hal-hal ini penting agar seorang Muslim dapat menjaga kesuciannya dan dapat kembali beribadah dengan sah.
Bertemunya Dua Khitan (Bersetubuh)
Mandi wajib diwajibkan setelah berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW dari Abi Hurairah RA, "Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya." (HR. Bukhari dalam Shahihnya).
Keluar Mani Disebabkan oleh Apapun
Keluarnya mani, baik karena syahwat atau sebab lainnya, mewajibkan mandi. Nabi Muhammad SAW bersabda dari Abi Sa’id Al Khudri, "Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani." (HR. Muslim dalam Shahihnya).
Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menjelaskan bahwa makna hadis ini adalah tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani.
Mati
Mandi wajib diwajibkan bagi jenazah seorang Muslim yang meninggal bukan karena mati syahid, sebagai bagian dari proses penghormatan dan penyucian terakhir.
Selesai Nifas
Setelah berhentinya darah nifas pasca melahirkan, wanita wajib mandi untuk kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah.
Wiladah (Setelah Melahirkan)
Mandi wajib juga diwajibkan setelah melahirkan, terlepas dari keluarnya darah nifas, karena proses melahirkan itu sendiri menyebabkan hadas besar.
Selesai Haid
Setelah masa haid berakhir, wanita wajib mandi untuk kembali suci dan dapat kembali melaksanakan ibadah yang sebelumnya terlarang.
Daftar Sumber:
- Samidi. (2010). "Jurnal Analisa".
- HR. Al Bukhari dan Muslim.
- Muhammadiya | 2023 | Bagi yang Hendak Menikah Pahami Dulu Tata Cara Mandi Wajib! | https://muhammadiyah.or.id/2023/12/bagi-yang-hendak-menikah-pahami-dulu-tata-cara-mandi-wajib/
Advertisement
FAQ Bacaan Doa Mandi Wajib
- Apa itu bacaan doa mandi wajib? Bacaan doa mandi wajib adalah niat yang diucapkan atau diniatkan dalam hati untuk membersihkan diri dari hadas besar.
- Kapan bacaan doa mandi wajib diucapkan? Bacaan doa mandi wajib diucapkan di awal pelaksanaan mandi, bersamaan dengan siraman air pertama ke tubuh.
- Apakah bacaan doa mandi wajib harus dilafalkan? Niat mandi wajib bisa dilafalkan atau cukup diniatkan dalam hati, tergantung pada mazhab yang dianut.
- Apa perbedaan bacaan doa mandi wajib umum dengan setelah haid? Perbedaannya terletak pada lafal niat yang spesifik menyebutkan jenis hadas besar yang dihilangkan, seperti "hadasil akbari" untuk umum atau "hadatsil haidil" untuk haid.
- Mengapa penting mengetahui bacaan doa mandi wajib? Mengetahui bacaan doa mandi wajib penting karena niat merupakan salah satu rukun sahnya mandi wajib.
- Apakah ada bacaan doa mandi wajib untuk laki-laki dan perempuan yang berbeda? Secara umum, bacaan doa mandi wajib sama untuk laki-laki dan perempuan, kecuali untuk kondisi khusus seperti haid atau nifas yang hanya dialami perempuan.
- Bisakah mandi wajib dilakukan tanpa mengucapkan bacaan doa mandi wajib? Tidak, karena niat adalah rukun mandi wajib, sehingga mandi tidak akan sah tanpa adanya niat, baik dilafalkan maupun diniatkan dalam hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4365380/original/015029600_1679307616-mandi_wajib-junub-keramas-heleno-kaizer-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4778349/original/077714600_1710912810-Ilustrasi_buka_puasa__sahur__Islami__Ramadan.jpg)