Liputan6.com, Jakarta Sholawat merupakan bentuk cinta dan penghormatan tertinggi umat Islam kepada Rasulullah SAW. Dari banyaknya sholawat yang berkembang di kalangan pecinta Nabi, lirik Huwannur menjadi salah satu yang paling banyak disenandungkan.
Syairnya yang lembut dan mendalam bukan hanya menyejukkan hati, tetapi juga membuka ruang perenungan spiritual yang membimbing menuju cinta Ilahi. Setiap baitnya mencerminkan keagungan Rasulullah sebagai sumber cahaya bagi seluruh alam.
Dalam lirik Huwannur, Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai cahaya di atas Cahaya, yakni sosok agung yang menjadi pancaran kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Mengenal Rasulullah Lebih Dekat (2023) karya Dr. Alwi Bin Hamid Bin Syihabuddin, bahwa Rasulullah adalah manifestasi rahmat Allah SWT yang diberikan kepada seluruh alam.
Advertisement
Siapa yang mengenal beliau dengan hati, niscaya akan mengenal Tuhannya. Lirik-lirik Huwannur, bila dihayati dengan kesadaran batin, menjadi sarana untuk memperdalam kecintaan dan pengenalan terhadap Rasulullah SAW.
Lebih dari sekadar pujian, lirik Huwannur lengkap dan terjemahannya mengandung dimensi spiritual yang begitu dalam. Dalam buku Sholawat dan Cinta Rasul (2014) oleh Abu Bakar bin Muhammad Al Hambali, disebutkan bahwa menyebut nama Nabi dengan penuh rasa cinta akan menghidupkan hati yang mati, sebab Rasulullah adalah jalan menuju cahaya hakiki.
Oleh karena itu, memahami setiap bait lirik Huwannur ini adalah langkah awal menuju hubungan yang intim antara hamba dan Sang Nabi, sekaligus memperhalus rasa cinta kepada Allah SWT melalui wasilah Rasulullah SAW.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (17/7/2025).
Mengenal Sholawat Huwannur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4634077/original/027217700_1698981052-pexels-pavel-danilyuk-8422438.jpg)
Sholawat Huwannur merupakan salah satu bentuk pujian penuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang dikenal luas di kalangan pecinta sholawat. Kata Huwannur sendiri berasal dari bahasa Arab هو النور, yang berarti “Dialah cahaya”, mengacu pada Rasulullah SAW sebagai cahaya penerang umat manusia.
Lantunan sholawat ini biasa terdengar dalam acara-acara keagamaan seperti maulid, pengajian, dan dzikir bersama, karena melodinya yang lembut serta syairnya yang menyentuh mampu menenangkan hati dan menumbuhkan rasa rindu kepada Rasulullah SAW.
Sholawat ini tidak diketahui secara pasti siapa penggubah awalnya, namun diyakini berasal dari tradisi madah sufi yang sarat pujian kepada Nabi. Liriknya sederhana namun penuh makna, menjadikan sholawat ini sangat mudah dihafal dan dilantunkan oleh semua kalangan. Kalimat utama seperti "هو النور فوق النور" atau “Dia adalah cahaya di atas cahaya” menggambarkan kedudukan spiritual Rasulullah SAW sebagai sumber petunjuk dan pancaran rahmat Allah di dunia.
Makna ini sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam buku Mengenal Rasulullah Lebih Dekat (2023) karya Dr. Alwi Bin Hamid Bin Syihabuddin, bahwa Rasulullah adalah manifestasi rahmat Allah yang diberikan kepada seluruh alam. Siapa yang mengenal beliau dengan hati, niscaya akan mengenal Tuhannya.
Isi lirik Huwannur tidak hanya memuliakan Nabi secara fisik, tetapi juga menggambarkan keagungan ruhani beliau yang membawa umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya iman. Sholawat ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan batin antara umat dan Rasulullah SAW.
Dalam buku Sholawat dan Cinta Rasul (2014) oleh Abu Bakar bin Muhammad Al Hambali, disebutkan bahwa menyebut nama Nabi dengan penuh rasa cinta akan menghidupkan hati yang mati, sebab Rasulullah adalah jalan menuju cahaya hakiki. Oleh karena itu, menyenandungkan sholawat Huwannur bukan sekadar ritual lisan, melainkan bentuk dzikir hati yang menghidupkan semangat cinta Ilahi.
Dengan popularitasnya yang terus tumbuh, terutama melalui media sosial dan majelis-majelis sholawat, Huwannur telah menjadi simbol cinta Rasul dalam kehidupan umat Islam masa kini. Bukan hanya karena keindahan melodinya, tetapi karena kekuatan makna yang terkandung di setiap baitnya.
Advertisement
Lirik Huwannur dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
Berikut ini bacaan lirik Huwannur dalam Bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya adalah:
هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ
Arab Latin: Huwan nuuru yahdil haa iriina dhiyaa-uhu.
Artinya: "Dialah Nabi Muhammad SAW, Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang."
وَ فِي الْحَشْرِ ظِلُّ الْمُرْسَلِيْنَ لِوَاؤُهُ
Arab Latin: Wa fil hasyri zillul mursaliina liwaa uhu.
Artinya: "Di Padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan."
تَلَقَّى مِنَ الْغَيْبِ الْمُجَرَّدِ حِكْمَةً
Arab Latin: Talaqqoo mi al ghoibil mujarrodi hikmatan.
Artinya: "Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun."
بِهَا أَمْطَرَتْ فِي الْخَافِقَيْنِ سَمَاؤُهُ
Arab Latin: Bihaa amthorat fil khoofiqoini samaa uhu.
Artinya: "Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) di segala penjuru barat dan timur."
وَمَشْهُوْدُ أَهْلِ الْحَقِّ مِنْهُ لَطَائِفٌ
Arab Latin: Wa masyhuudu ahlil haqqi mingu lathoo ifun.
Artinya: "Para saksi dari para ahli makrifah yang dalam kebenaran, menyaksikan dari beliau kasih sayang dan kelembutan kelembutan."
تُخَبِّرُ أَنَّ الْمَجْدَ وَشَاؤُهُ
Arab Latin: Tukhobbiru annal majda wa syaa uhu.
Artinya: "Dikabarkan sungguh apa yang terjadi adalah dengan keinginanmu.”
فَلِلّهِ مَالِلْعَيْنِ مِنْ مَشْهَدِ اجْتِلا
Arab Latin: Falillahi maa lilayni min masyhadij tilaa.
Artinya: "Padaku penglihatan apa apa yang kusaksikan sangalah berpijar luhur."
يَعِزُّ عَلَى أَهْلِ الْحِجَابِ اجْتِلاَؤُهُ
Arab Latin: Yai'zzu a'laa ahlil hijaabij tilaa uhu.
Artinya: "Menundukkan para pemilik kemuliaan yang masih tertutup penglihatannya dari pandangan keluhuran ini."
أَيَانَازِحًا عَنِّي وَمَسْكَنُهُ الْحَشَا
Arab Latin: Ayaanaazihan a'nnii wa maskanuhul hasyaa.
Artinya: "Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam."
أَجِبْ مَنْ مَلاَ كُلَّ النَّوَاحِي نِدَاؤُهُ
Arab Latin: Ajib ma malaa kullan nawaahii nidaa uhu.
Artinya: "Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi) yang memenuhi segala penjuru.”
أَجِبْ مَنْ تَوَلاَّهُ الْهَوَى فِيْكَ وَامْضِ فِي
Arab Latin: Ajib man tawallahul hawaa fiika wamdhi fii.
Artinya: "Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu, dan mengalir pada.”
هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ
Arab Latin: Huwan nuuru yahdil haa iriina dhiyaa uhu.
Artinya: “Dialah Nabi Muhammad SAW, Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang.”
أَيَانَازِحًا عَنِّي وَمَسْكَنُهُ الْحَشَا
Arab Latin: Ayaanaazihan a'nnii wa maskanuhul hasyaa.
Artinya: "Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam."
أَجِبْ مَنْ مَلاَ كُلَّ النَّوَاحِي نِدَاؤُهُ
Arab Latin: Ajib ma malaa kullan nawaahii nidaa uhu.
Artinya: "Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi) yang memenuhi segala penjuru.
أَجِبْ مَنْ تَوَلاَّهُ الْهَوَى فِيْكَ وَامْضِ فِي
Arab Latin: Ajib man tawallahul hawaa fiika wamdhi fii.
Artinya: "Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu Nabi Muhammad SAW dan mengalir pada.
هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ
Arab Latin: Huwan nuuru yahdil haa iriina dhiyaa uhu.
Artinya: “Dialah Nabi Muhammad SAW, Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang.”
Keutamaan Membaca Sholawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3571858/original/074673600_1631663176-muslim-man-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih_53876-15256.jpg)
1. Mendapat Sholawat dari Allah dan Para Malaikat
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah mulia yang dibalas langsung oleh Allah dan para malaikat. Dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan kaum mukmin untuk bershalawat sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Nabi. Sebagaimana yang dijeaskan pada surat Al-Ahzab ayat 56, yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini menunjukkan bahwa membaca sholawat adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan amalan yang sangat dimuliakan.
2. Mendapat 10 Kali Lipat Rahmat dan Ampunan
Salah satu keutamaan membaca sholawat adalah mendapat balasan sepuluh kali sholawat dari Allah setiap kali seseorang bershalawat kepada Nabi. Balasan ini tidak hanya berupa pahala, tetapi juga rahmat, kedekatan dengan Rasulullah, dan pengampunan dosa. Sebagaimana hadis Riwayat Muslim,
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim, no. 408)
Makna Allah bershalawat kepada seorang hamba adalah Allah mencurahkan rahmat, mengangkat derajatnya, dan menyebut namanya di hadapan para malaikat.
3. Penghapus Dosa dan Pembuka Pintu Doa
Sholawat juga menjadi wasilah untuk menghapus dosa-dosa kecil, dan menjadi sarana agar doa-doa kita dikabulkan. Hal ini karena sholawat memperhalus hati dan menumbuhkan rasa ikhlas dalam beribadah. Sebagaimana hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi:
"Barangsiapa bershalawat kepadaku, maka sholawat itu akan menjadi penyebab diampuninya dosa-dosanya dan doanya dikabulkan." (HR. Ahmad, Tirmidzi; Hasan)
Karena itu, para ulama banyak menganjurkan agar sebelum berdoa, seseorang membaca sholawat terlebih dahulu sebagai bentuk adab dan agar doanya lebih mustajab.
4. Mendapat Syafaat Nabi di Hari Kiamat
Keutamaan paling agung dari membaca sholawat adalah diberi syafaat oleh Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Syafaat ini menjadi pertolongan besar di saat manusia berada dalam kesusahan besar. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Riwayat Tirmidzi:
“Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, maka ia paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi, no. 484)
Oleh karena itu, memperbanyak sholawat berarti mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang penuh dengan harapan mendapatkan pertolongan dari Rasulullah SAW.
Advertisement
QnA Seputar Lirik Huwannur
Q: Dalam acara apa sholawat Huwannur biasanya dilantunkan?
A: Sholawat Huwannur sering dibaca dalam acara maulid Nabi, haul ulama, pengajian, dzikir bersama, dan berbagai majelis sholawat. Syairnya yang lembut cocok untuk nuansa khusyuk dan penuh kecintaan kepada Rasulullah.
Q: Siapa yang menggubah lirik Huwannur?
A: Tidak ada sumber pasti mengenai siapa penggubah aslinya. Namun, sholawat ini diyakini berasal dari tradisi madah (pujian) para sufi yang mengangkat tema cinta dan pujian kepada Rasulullah SAW.
Q: Apa keutamaan membaca sholawat seperti Huwannur?
A: Membaca sholawat seperti Huwannur memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendapat rahmat dari Allah, pengampunan dosa, dikabulkannya doa, dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat. Dalilnya terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56 dan banyak hadis shahih.
Q: Apakah membaca sholawat Huwannur termasuk ibadah?
A: Ya. Meskipun tidak wajib, membaca sholawat seperti Huwannur termasuk ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), karena termasuk bentuk dzikir dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Sumber:
- Syihabuddin, Alwi Bin Hamid Bin.2023. Mengenal Rasulullah Lebih Dekat. Jakarta: PT Elex Media.
- Al Hambali, Abu Bakar bin Muhammad. 2014. Sholawat dan Cinta Rasul. Surakarta: Insan Kamil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4501329/original/049730100_1689242137-20230713132452__fpdl.in__woman-with-holy-bracelet-praying_23-2148288860_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)