Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan, manusia tak luput dari berbuat salah dan dosa. Sebagai umat Muslim, Allah SWT membuka pintu ampunan melalui taubat. Salah satu cara bertaubat adalah dengan melaksanakan sholat taubat. Ibadah ini menjadi sarana untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.
Sholat taubat adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan Allah sering memerintahkan hambanya untuk bertaubat, seperti dalam Q. S. An-Nur · Ayat 31:
Advertisement
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya; Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
Lantas, kapan waktu sholat taubat yang paling utama? Apakah ada tata cara khusus dalam melaksanakannya? Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang waktu sholat taubat dan penjelasannya dirangkum dari berbagai sumber, Senin (14/7/2025).
Pengertian Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan tujuan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Ibadah ini mencerminkan penyesalan yang tulus serta tekad kuat untuk meninggalkan perbuatan dosa dan kembali ke jalan yang diridhai Allah SWT.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dari Abu Bakar As-Shiddiq, berkata:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَهَذِهِ الْآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِم وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اللهُ
'Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk melakukan sholat dua rakaat kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.'
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat taubat merupakan sarana yang efektif untuk memohon ampunan kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan atau dosa. Para ulama sepakat bahwa hukum sholat taubat adalah sunnah.
Meskipun demikian, bertaubat sendiri hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah melakukan dosa atau kesalahan. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain menyatakan bahwa menunda taubat dari suatu kesalahan merupakan dosa tersendiri yang juga harus ditaubati.
Sholat taubat menjadi sarana untuk menyempurnakan proses taubat tersebut. Secara bahasa, taubat berarti kembali, yaitu kembali ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama . Sholat taubat dilaksanakan dengan tujuan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Advertisement
Keistimewaan Waktu Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
Sholat taubat dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat. Menurut studi oleh Almas Abyan al‑Fatih dalam el‑Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu (2024), waktu-waktu yang diharamkan tersebut adalah saat fajar kedua, saat matahari terbit hingga naik, saat matahari tergelincir, dan saat menjelang Maghrib.
Terdapat waktu-waktu yang dianggap lebih utama untuk melaksanakan sholat taubat. Penelitian tentang Praktik Thariqah Naqsyabandiyah di Malang menyebutkan bahwa waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, karena pada saat itu doa dan taubat lebih mustajab untuk dikabulkan Allah SWT.
Dalam kitab "Shahih al-Bukhari" karya Imam Bukhari, terdapat hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.'" (HR. Bukhari, no. 1145)
Hadis ini menjadi landasan utama bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu paling mustajab untuk berdoa dan memohon ampun, termasuk melalui ibadah sholat taubat.
Dalam kitab "Ihya' Ulumiddin" karya Imam Al-Ghazali (wafat 505 H), disebutkan bahwa:
“Waktu yang paling utama untuk beribadah di malam hari adalah sepertiga malam terakhir, karena saat itu hati manusia lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kesungguhan lebih mudah diraih.” (Ihya’ Ulumiddin, Juz I, Bab Qiyamul Lail)
Imam Al-Ghazali juga menjelaskan bahwa sholat malam, termasuk sholat taubat, yang dilakukan di waktu ini berpotensi lebih besar diterima karena bertepatan dengan waktu turunnya rahmat Allah.
Dari sisi keilmuan modern, dalam jurnal "Journal of Religion and Health" oleh Abdullahi, S. (2018) yang berjudul "The Psychospiritual Benefits of Night Prayers in Islam", disebutkan bahwa bangun malam untuk berdoa atau sholat berdampak signifikan terhadap ketenangan jiwa dan kestabilan emosi. Studi ini menunjukkan bahwa waktu malam, terutama menjelang subuh, memiliki kondisi biologis yang paling kondusif untuk perenungan dan pendekatan spiritual.
Sholat taubat sendiri dijelaskan dalam buku "Fiqh Sunnah" karya Sayyid Sabiq. Ia menyebutkan bahwa:
"Sholat taubat terdiri dari dua rakaat yang dilakukan dengan penuh penyesalan dan niat untuk tidak mengulangi dosa. Waktu terbaiknya adalah malam hari, khususnya di sepertiga malam terakhir." (Fiqh Sunnah, Juz II, hal. 51)
Keistimewaan waktu ini juga dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam "Madarij as-Salikin", bahwa:
“Waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah pada saat manusia tidur lelap dan jiwa dalam keadaan paling tenang, yaitu sepertiga malam terakhir.” (Madarij as-Salikin, Jilid II, hal. 73)
Dari berbagai referensi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sholat taubat yang dilakukan di sepertiga malam terakhir bukan hanya dianjurkan dalam hadis, tetapi juga dibahas secara mendalam oleh para ulama dan terbukti memberikan dampak psikologis menurut penelitian modern. Hal ini menjadikan waktu tersebut sebagai momentum spiritual yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk kembali kepada Allah dengan penuh harap dan penyesalan.
Tata Cara Memohon Ampunan Melalui Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
tata cara sholat taubat pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, yaitu terdiri dari dua rakaat. Buku Panduan Tata Cara Sholat Taubat Nasuha (Mutia Nurul Syahrani, 2018) menyebutkan urutan pelaksanaannya secara rinci, dimulai dengan niat.
Niat sholat taubat diucapkan dalam hati atau dilafalkan, yaitu: “Ushalli sunnatat taubati rak‘ataini lillahi ta‘āla”.
Setelah itu, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, sujud, tasyahud, dan salam. Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca istighfar dan doa taubat. Bekal Islam menyatakan bahwa sholat taubat mengikuti rukun shalat sunnah lainnya, tapi niat menjadi inti utama praktik ini.
Berikut adalah bacaan istighfar yang dianjurkan setelah melaksanakan sholat taubat:
“Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi”.
Artinya: 'Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.' Bacaan istighfar ini hendaknya diucapkan sebanyak 100 kali sambil diresapi artinya dalam hati dengan setulus-tulusnya.
Advertisement
Keutamaan Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5155676/original/016684300_1741426528-ae5557642cc25be2efdb2787e3290c25.jpg)
Sholat taubat memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim yang melaksanakannya.
- Pengampunan Dosa Secara Langsung
Salah satu keutamaan sholat taubat adalah pengampunan langsung dari Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa seseorang yang melakukan sholat taubat dengan tulus.
- Pembersihan Jiwa dan Hati
Sholat taubat membersihkan hati dari dosa masa lalu. Memberikan rasa seolah “takhdiran baru,” menepis noda batin. Amalan ini menjadi “reset spiritual” yang menenangkan pikiran dan meningkatkan kualitas rohani.
- Meningkatkan Kesadaran Diri
Sholat taubat memaksa pelakunya untuk merenungkan kesalahannya, Refleksi ini memacu introspeksi dan niat tidak mengulangi dosa. Kita menjadi lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap amal harian.
- Memperkuat Hubungan dengan Allah
Menjalani sholat taubat berarti mengakui kelemahan dan bergantung pada pengampunan Allah. Amalan ini mempererat hubungan spiritual, karena disertai dengan permintaan ampun dan komitmen berubah. Allah menjadikan bertaubat sebagai jalan menuju rahmat dan pengkhususan hati kepada-Nya.
- Memberi Ketenangan Batin
Selain membersihkan dosa, sholat taubat menghantarkan ketenangan jiwa . Bebas dari rasa bersalah, hati menjadi ringan dan pikiran lebih fokus.Efeknya mirip terapi psikologis: mengurangi stres dan memberi rasa damai.
QnA Seputar Waktu Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
Apakah Sholat Taubat hanya bisa dilakukan setelah melakukan dosa besar saja?
Tidak, sholat taubat bisa dilakukan setelah melakukan dosa kecil maupun dosa besar. Menurut Imam Nawawi dalam Al-Adzkar, sholat taubat dilakukan saat seseorang merasa menyesal dan ingin kembali kepada Allah, tidak terbatas hanya untuk dosa besar. Kapan saja merasa bersalah, maka saat itu juga adalah waktu yang baik untuk sholat taubat.
Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat taubat agar doa cepat dikabulkan?
Waktu terbaik sholat taubat adalah sepertiga malam terakhir karena termasuk waktu mustajab untuk berdoa (HR. Bukhari-Muslim). Namun sholat taubat dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang terlarang (seperti setelah subuh hingga matahari terbit atau saat matahari sedang tepat di atas kepala).
Apakah bisa langsung sholat taubat tanpa mandi dulu setelah melakukan dosa?
Boleh langsung sholat taubat tanpa mandi, cukup dengan berwudhu seperti biasa. Kecuali jika dalam keadaan junub (hadats besar), maka diwajibkan mandi besar dulu sebelum sholat taubat
Berapa rakaat sholat taubat dan apakah harus langsung setelah dosa dilakukan?
Sholat taubat umumnya dilakukan dua rakaat dengan niat khusus sholat taubat, dan boleh dilakukan kapan saja setelah menyesali dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Tidak wajib langsung setelah dosa, tetapi semakin cepat semakin baik agar tidak menunda taubat.
Apakah sholat taubat bisa dilakukan berkali-kali dalam sehari jika sering melakukan kesalahan?
Bisa, tidak ada batasan berapa kali sholat taubat dilakukan. Jika seseorang melakukan dosa lagi, ia dianjurkan untuk segera bertobat dengan sholat taubat. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi ﷺ: “Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah).
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3988601/original/038686100_1649349180-Ilustrasi_sholat_tahajud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)