Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab adalah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, di mana umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan saleh. Momentum ini menjadi kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah, salah satunya dengan membaca doa bulan Rajab. Amalan ini dipercaya dapat membuka pintu keberkahan sekaligus memberi ketenangan hati dalam menjalani rutinitas kehidupan.
Dalam buku Ensiklopedi Fiqih Ibadah (2013) karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, disebutkan bahwa bulan Rajab merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sebagai bentuk penyucian jiwa serta persiapan menuju bulan suci Ramadan. Membaca doa bulan Rajab bukan hanya bentuk pengharapan, tetapi juga latihan spiritual untuk meningkatkan kesabaran dan ketulusan dalam beribadah.
Advertisement
Sementara itu, menurut Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menekankan pentingnya memperbanyak doa-doa khusus di bulan-bulan mulia, termasuk Rajab, sebagai wujud penghambaan dan permohonan perlindungan dari segala keburukan. Dengan memahami makna dan hikmah doa bulan Rajab, setiap Muslim diajak untuk memaknai bulan ini sebagai momentum menata hati, memperbanyak syukur, dan menjemput pahala berlimpah yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (6/6/2025).
Bacaan Doa Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977833/original/029349200_1648524463-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash_1_.jpg)
Berikut ini bacaan doa bulan Rajab yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yang berbunyi:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ.
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan." (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir).
Sedangkan bacaan doa yang dilafadzkan oleh Ali bin Abi Thalib yang dimaksudkan:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Artinya: "Ya Allah, limpahkan rahmat ta'dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami—sebab (keberkahan) mereka—dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam keadaan lupa. Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhailah kami. Sesungguhnya ampunan-Mu bagi orang-orang yang dzalim, dan aku bagian orang yang dzalim itu. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan-Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk-Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat-Nya. Hikmahnya yang sangat indah. Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan, dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mukminin mukminat."
Advertisement
Amalan Pendukung Doa Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
1. Puasa Rajab
Puasa Rajab adalah ibadah puasa yang ditunaikan di bulan Rajab, ini ibadah terbaik di bulan Rajab. Imam An Nawawi menyatakan tidak ada dalil yang melarang maupun menganjurkan puasa Rajab. Dijelaskan olehnya pelaksanaan puasa Rajab boleh asal puasa sunah satu hari, puasa tujuh hari, puasa 10 hari, dan puasa 15 hari.
2. Perbanyak Salat Malam
Salat malam adalah amalan terbaik di bulan Rajab. Amalan memperbanyak salat malam di bulan Rajab dahulu dilakukan oleh Sayyidina Ali. Hal ini diungkap dalam kitab al-Ghun-yah oleh Syekh Abdul Qadir Jaelani. Dikisahkan, Sayyidina Ali fokus menjalankan ibadah pada empat malam dalam satu tahunnya.
3. Membaca Salawat dan Doa
Amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang berikutnya adalah membaca salawat dan doa di bulan Rajab sebagaimana diungkap Ahmad Sarwat dalam bukunya yang berjudul Masuk Neraka Gara-Gara Puasa Rajab?.
4. Memperbanyak Istighfar
Selanjutnya, amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah di bulan Rajab adalah memperbanyak istighfar. Dalam buku berjudul Menggapai Berkah di Bulan-Bulan Hijriyah oleh Sa’adah, diungkap bulan ini diberi nama Rajab karena para malaikat memuliakan bulan ini dengan membaca tasbih dan tahmid.
Ini bacaan sayyidul istighfar dan artinya dilansir dari buku berjudul Dahsyatnya Keajaiban Istighfar bagi Orang-Orang Sibuk oleh Khairi Syekh Maulana Arabi. Baik dibaca sebanyak tiga kali yang dibaca setiap selesai menunaikan salat wajib:
Allahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu, abu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu’u laka bi dzanbi faghfirlii innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang hal kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku sedag aku adalah hamba-Mu, dan aku di atas ikatan janji-Mu (yaitu selalu menjalankan peranjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku, dan aku mengakui dosaku pada-Mu maka ampunilah aku. Sesungguhnya, tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari)
5. Sedekah
Berikutnya, amalan yang baik dilakukan di bulan Rajab adalah mengeluarkan sedekah. Bersedekah di bulan Rajab membebaskan seorang muslim dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa bersedekah pada Rajab, maka Allah SWT akan menjauhkannya dari api neraka, sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua.”
Makna dan Hikmah Membaca Doa Bulan Rajab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275101/original/053459500_1672216526-islamic_prayer.jpg)
1. Berdoa untuk Keberkahan Waktu
Membaca doa bulan Rajab bukan hanya sekadar rutinitas spiritual, melainkan sarat akan makna mendalam yang membentuk kesadaran akan pentingnya waktu dan persiapan menyambut Ramadan. Salah satu inti dari doa ini adalah permohonan keberkahan atas waktu, terutama di bulan-bulan mulia seperti Rajab dan Sya’ban. Keberkahan yang dimaksud mencakup kelapangan rezeki, kesehatan jasmani, ketenangan batin, serta kemudahan dalam melakukan ibadah harian. Dalam konteks ini, doa menjadi bentuk refleksi diri untuk menghargai setiap detik kehidupan sebagai peluang beramal.
2. Memohon Kesempatan Bertemu Ramadan
Selain itu, doa bulan Rajab berisi harapan agar diberi umur panjang dan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadan. Ini menunjukkan adanya kesadaran spiritual bahwa Ramadan bukan sekadar bulan puasa, melainkan momen puncak ibadah yang sangat dinantikan. Permohonan tersebut menjadi pengingat bahwa usia adalah nikmat yang tak pasti, sehingga penting bagi setiap Muslim untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan membaca doa ini secara rutin, timbul dorongan untuk mempersiapkan diri, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan ruhani.
3. Peningkatan Amal Ibadah
Hikmah lainnya terletak pada semangat peningkatan amal sebelum Ramadan tiba. Doa ini seolah menjadi penggerak hati untuk mulai memperbanyak ibadah sejak Rajab dan Sya’ban, seperti menjalankan puasa sunnah, memperbanyak sedekah, memperdalam tilawah Al-Qur’an, serta meninggalkan maksiat yang bisa mengotori jiwa.
4. Menghindari Perbuatan Maksiat
Hal ini karena Rajab merupakan salah satu bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga perilaku, menghindari dosa, dan menguatkan kesadaran diri. Membaca doa bulan Rajab menjadi pengingat agar senantiasa berhati-hati dalam tindakan dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Persiapan Spiritual yang Lebih Matang
Dengan demikian, membaca doa bulan Rajab berfungsi sebagai latihan spiritual yang mengantarkan pada kesiapan lahir dan batin dalam menyambut Ramadan. Kesadaran ini memotivasi umat Islam untuk menata hati, meningkatkan kualitas ibadah, dan menyambut bulan suci dengan jiwa yang bersih serta niat yang tulus.
Advertisement
Pertanyaan Umum tentang Doa Bulan Rajab
Q: Mengapa membaca doa bulan Rajab itu penting?
A: Karena bulan Rajab termasuk bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, membaca doa di bulan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memperbanyak ibadah dan memohon perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
Q: Kapan waktu terbaik membaca doa bulan Rajab?
A: Waktu terbaik adalah setiap hari selama bulan Rajab, terutama setelah salat wajib atau saat berdoa di waktu-waktu mustajab seperti setelah tahajud, antara azan dan iqamah, atau menjelang berbuka puasa jika sedang berpuasa sunnah.
Q: Apa saja hikmah dari membaca doa bulan Rajab?
A: Beberapa hikmah dari membaca doa ini antara lain: menyadari pentingnya waktu, menumbuhkan semangat ibadah sebelum Ramadan, menjaga diri dari maksiat, serta membentuk kesiapan spiritual untuk menyambut bulan suci.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779481/original/078495900_1710991316-muslim-women-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3476582/original/018499100_1754985193-download__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263738/original/072928200_1781986742-Crysencio_Summerville.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259148/original/073901100_1781485988-diallo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261495/original/061029900_1781712600-Ivory_Coast_s_Elye_Wahi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)