Sukses

Top 3 Islami: Wanita Nonmuslim Berhijab di Pengajian Gus Iqdam, Gus Muwafiq Tirakat Atas Perintah Gus Dur

Adakalanya, Gus Iqdam kedatangan jemaah beragama Buddha. Pernah pula Katolik dan Kristen. Uniknya, ada wanita nonmuslim berhijab

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah pengajian Gus Iqdam  di Majelis Sabilu Taubah rupanya tak hanya dari kalangan muslim. Beberapa jemaah adalah nonmuslim.

Adakalanya, Gus Iqdam kedatangan jemaah beragama Buddha. Pernah pula Katolik dan Kristen. Uniknya, ada wanita nonmuslim berhijab.

Tentu akan timbul pertanyaan bagaimana hukum wanita nonmuslim memakai hijab. Pertanyaan berikut adalah apakah mereka mendapat pahala karena menutup aurat.

Hukum wanita nonmuslim berhijab ini menjadi salah satu artikel yang paling diminati pembaca kanal Islami Liputan6.com bersama dua artikel lain yang tak kalah menarik.

Dua artikel tersebut yakni Kisah Gus Muwafiq diperintahkan tirakat oleh Gus Dur di Makam Syekh Ismail Malaka dan foto-foto Happy Asmara yang mengenakan hijab.

Selengkapnya mari simak Top 3 Islami.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Wanita Nonmuslim Pakai Hijab di Pengajian Gus Iqdam, Ini Hukumnya dalam Islam

Seorang wanita Kristen Protestan hadir di Majelis Ta’lim Sabilu Taubah yang dipimpin Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam dengan tampilan berhijab bagaikan muslimah. Kedatangan wanita tersebut sempat membuat pendakwah muda Nahdlatul Ulama itu kaget.

Gus Iqdam beberapa kali melontarkan pertanyaan kepada wanita tersebut. Mulai asalnya dari mana, mengapa ikut pengajiannya, hingga alasan menggunakan hijab padahal bukan muslimah.

Gus Iqdam tak mempersoalkan wanita nonmuslim itu menggunakan hijab. Menurutnya, apa yang dilakukan wanita tersebut dapat menjadi motivasi bagi umat Islam.

Terkait hijab yang digunakan nonmuslim memunculkan pertanyaan. Apakah hijab yang dipakai itu akan mendatangkan pahala dan bagaimana pandangannya dalam Islam?

Hijab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kain yang digunakan untuk menutupi muka dan tubuh wanita muslim sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat. Kewajiban berhijab atau menutup aurat termaktub dalam ayat Al-Qur’an.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S al-Ahzab ayat 59)

Berdasarkan keterangan ayat tersebut, Syekh Muhammad Ali as-Shabuni dalam kitabnya Rawai’ al-Bayan fi Tafsiri Ayat al-Ahkam (j.2 h.315-316) menjelaskan bahwa hijab hanya diwajibkan bagi wanita nonmuslim.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 4 halaman

2. Kisah Langka Gus Muwafiq Diperintah Gus Dur Tirakat di Makam Syekh Isma'il di Malaka Sebelum Pendirian PKB

Pendakwah NU KH Ahmad Muwaffiq dikenal sebagai penceramah yang adem dalam menyampaikan materinya. Gaya dakwahnya ringan, dan kadang dikemas dengan candaan.

Gaya dakwah ini rupanya digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Tak heran jika kiai yang kemudian populer dengan panggilan Gus Muwafiq ini cepat populer.

Gus Muwafiq kerap melontarkan joke-joke yang mewarnai pelajaran agama itu. Pengajiannya selalu dihadiri ribuaan jemaah.

Ada satu kekhasan Gus Muwafiq, yakni pandangannya soal keindonesiaan dan toleransi. Di berbagai forum pengajian, Gus Muwafiq menyerukan kebangsaan dan kerukunan.

Pesan dalam dakwahnya soal Islam inklusif ini barangkali banyak dipengaruhi oleh Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid. Gus Muwafiq pada masa muda, pernah menjadi asisten pribadi Gus Dur.

Ada pengalaman berkesan Gus Muwafiq ketika diperintahkan Gus Dur untuk berziarah dan tirakat di makam syekh Ismail di Malaka. Peristiwa ini terjadi sebelum pendirian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pasca-reformasi 1998.

Kala itu, Gus Muwafiq masih mahasiswa. Sementara, Gus Dur adalah Ketua Umum PBNU.

Selengkapnya baca di sini

4 dari 4 halaman

3. 6 Foto Happy Asmara Cantik Berhijab, Punya Slogan 'Asmara Hancur Sholawat Meluncur'

Nama Gus Iqdam yang makin kondang belakangan bikin banyak orang penasaran. Banyak jemaah pengajian yang datang dari tempat jauh, bahkan luar pulau.

Ada pula nama-nama pesohor. Salah satunya Happy Asmara, penyanyi yang belakangan juga tengah naik daun.

Penyanyi itu datang dalam momen ulang tahunnya yang ke-24 beberapa waktu lalu. Bahkan, kala itu sempat muncul slogan yang hingga kini populer 'Asmara hancur sholawat meluncur'.

Happy Asmara datang dalam momen sholawatan di majelis Gus Iqdam. Dia juga diminta melantunkan sholawat Jibril. Salah satu sholawat yang populer di kalangan umat Islam.

Happy Asmara datang mengenakan yang datang mengenakan hijab cukup menyita perhatian. Dia tampak cantik menawan.

Berikut ini adalah foto-foto Happy Asmara mengenakan hijab dalam momen pengajian Gus Iqdam dan kesempatan lainnya.

Selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.