Sukses

Top 5 Indonesia Baru: Isu RUU Pilkada untuk KMP jadi Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - Kabar berembus bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada diajukan partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menguntungkan mereka. Namun isu itu dibantah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin.

"Saya kira tidak benar. Karena ini kan pilihan-pilihan yang sebenarnya sangat reasonable (beralasan)," kata Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 8 September 2014.

Kabar tersebut menjadi salah satu dari lima berita terpopuler di Kanal Indonesia Baru Liputan6.com edisi Senin 8 September 2014. Berikut TOP 5 selengkapnya.

1. Adian Napitupulu Diusir

Diduga gara-gara mengenakan jaket kulit, caleg DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan Adian Naputupulu mengaku diusir Paspampres saat menghadiri acara peluncuran lagu teranyar bend Slank di kantor RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri Presiden Terpilih Joko Widodo alias Jokowi.

"Saya ke acara itu karena undangan resmi yang dikirimkan manajemen Pulau Biru. Dalam undangan tidak ada dress code tertentu, artinya undangan dibebaskan gunakan pakaian dengan batas kepatutan," ujar mantan pria yang juga Juru Kampanye PDIP pada Pilpres 2014 lalu itu dalam keterangan tertulisnya.

Selengkapnya: Caleg PDIP Adian Napitupulu Diusir Paspampres Saat Acara Slank

2. Lagu Slank untuk Jokowi

Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi menghadiri ‎acara peluncuran lagu 'Indonesia WOW!' yang dinyanyikan oleh grup band Slank. Lagu tersebut diharapkan dapat turut membantu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) nanti dalam mengembangkan industri pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

Salah satu personel Slank, Kaka, mengatakan, lagu tersebut diharapkan mampu membantu Jokowi yang mempunyai visi dan misi untuk fokus mengembangkan dunia pariwisata di Indonesia. Karena itu, Kaka mengaku, grupnya sengaja menciptakan lagu tersebut dengan lirik berbahasa Inggris.

Selengkapnya: Indonesia WOW!, Lagu Slank untuk Jokowi

3. Dicari Oknum Tim Transisi

Tim Transisi sempat disibukkan dengan munculnya tim gadungan yang 'nyelonong' masuk ke kantor kementerian teknis untuk melakukan komunikasi. Tapi, sampai saat ini belum diketahui siapa oknum yang menamakan diri Tim Transisi Jokowi-JK itu.

Oleh karena itu, Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan tim transisi gadungan untuk segera melaporkan kepada pihak Rumah Transisi.

Selengkapnya: Dicari Oknum Tim Transisi yang Nyelonong ke Menteri SBY

4. Komentar Jokowi Soal RUU Pilkada

Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi tidak setuju dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Dia menganggap bila wacana itu diloloskan dalam RUU Pilkada yang saat ini dibahas DPR, menjadi suatu kemunduran dalam sistem demokrasi di Indonesia.

"Ya mundur dong. Masak dari tangan rakyat kok kembali ke dewan‎?  Itu suatu yang mundur," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Senin 8 September 2014.

Selengkapnya: Jokowi: Penghapusan Pilkada Langsung Potong Kedaulatan Rakyat

5. RUU Pilkada untuk KMP?

Partai Golkar membantah jika Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang dikabarkan segera disahkan itu adalah untuk kepentingan Koalisi Merah Putih. Termasuk keinginan unntuk mengembalikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

"Saya kira tidak benar. Karena ini kan pilihan-pilihan yang sebenarnya sangat reasonable (beralasan)," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 8 September 2014.

Selengkapnya: RUU Pilkada untuk Kepentingan Koalisi Merah Putih?