Pengamat: Debat Perdana Pukulan Telak bagi Prabowo

Debat perdana capres-cawapres sukses dihelat di Balai Sarbini, Jakarta, pada Senin 9 Juni malam.

Diterbitkan 10 Juni 2014, 19:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Debat perdana capres-cawapres antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai merupakan suguhan menarik bagi rakyat Indonesia.

Hal ini menurut pengamat politik Hamdi Muluk lantaran ada hal yang tak disangka masyarakat belakangan ini. Misalnya, anggapan Jokowi tak bisa dalam berdebat, namun faktanya ia tampil dengan baik. Sementara Prabowo yang dinilai bakal di atas, debat tersebut justru menjadi pukulan telak baginya.

"Debat semalam jadi pukulan telak bagi Prabowo-Hatta. Kemudian, ada yang bilang Jokowi nggak bisa debat, ternyata semalam terbantahkan," ujar Hamdi di Restauran d'Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014).

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI) itu menilai, kurang bagusnya penampilan Prabowo-Hatta itu karena mereka memandang Jokowi sebelah mata. Akibatnya persiapan mereka kurang matang yang berdampak pada kurangnya performa saat debat.

"Mungkin mereka pikir alah nggak usah lah latihan segala. Sehinga menjadi kurang matang," tandas Hamdi. Padahal, kata dia, debat ini bisa jadi ajak untuk para calon presiden unjuk gigi dan tempat bagi publik untuk mengetahui figur calon pemimpin yang dipilih.

Debat perdana capres-cawapres sukses dihelat di Balai Sarbini, Jakarta, pada Senin 9 Juni malam. Pada debat yang dipimpin Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar itu, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK beradu gagasan soal 'Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum'. (Mvi)