Jokowi: Demokrasi adalah Mendengar Suara Rakyat

Debat perdana ini dipimpin Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar.

Diterbitkan 09 Juni 2014, 20:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) 2014 di Balai Sarbini, Jakarta. Rangkaian acara yang dijadwalkan 5 kali ini diawali debat pasangan capres-cawapres bertema 'Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum.'

Pada segmen pertama, masing-masing pasangan diminta memaparkan pandangan dasar mereka terkait tema malam ini. Dalam pemaparan visi dan misinya, Jokowi mengatakan, republik ini milik semua rakyat yang ingin lebih sejahtera.

"Demokrasi adalah soal mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Untuk itu, kami datang ke kampung-kampung, pasar-pasar, bantaran sungai. Karena kami ingin mendengar suara rakyat," kata Jokowi, Senin (9/6/2014).

Cara melaksanakan itu semua adalah dengan dialog. "Pak JK telah banyak menyelesaikan konflik dangan cara dialog. Penyelesaian masalah Tanah Abang dan Waduk Pluit juga dengan dialog. Mengundang makan, musyawarah, berdialog," ujar mantan Wali Kota Solo tersebut.

Debat perdana ini dipimpin Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar.  Debat capres kedua pada 15 Juni bertema 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.' Sementara, debat berikut digelar 22 Juni bertema 'Politik Internal dan Ketahanan Nasional.'

Keempat, debat capres diadakan 29 Juni bertema 'Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK.' Terakhir, debat akan digelar 5 Juli (Capres dan Cawapres) bertema 'Pangan, Energi, Lingkungan.'