Liputan6.com, Jakarta - Perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 merosot tajam dibanding peraihan suara Pileg 2009, dari 20,85 persen menjadi 10,19 persen.
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan merosotnya suara Demokrat tersebut akibat monopoli media oleh segelintir orang.
"Kami Partai Demokrat, (adalah) korban monopoli yang dilakukan penguasa media massa. Kami sadar akan hal ini, dan kami tidak cepat menindak para penguasa yang melanggar UU Penyiaran," ujar Ruhut di Jakarta, Selasa 27 Mei 2014.
Dia berharap, dalam sisa waktu kekuasaannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat menegakkan UU Penyiaran dengan menindak tegas pemilik media yang memonopoli dan mengalihkan frekuensi.
"Saya sepakat monopoli harus diakhiri karena ini sangat merugikan partai kami dan partai yang tidak memiliki media," katanya.
Peneliti LIPI Siti Zuhro juga mengatakan, salah satu pemicu merosotnya perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2014 adalah pembentukan informasi yang dimonopoli segelintir penguasa media.
Menurut Siti, salah satu penyebab merosotnya perolehan suara Partai Demokrat adalah media telah mengalihkan perhatiannya ke sosok lain yang dinilai lebih menjanjikan, selain kasus korupsi yang mendera elite-elite utama partai.
"Presiden SBY tak lagi bisa mencalonkan diri di Pilpres 2014, mengakibatkan perhatian publik, lembaga survei, dan media lebih tertuju ke tokoh-tokoh lain," kata Siti Zuhro.
Sementara kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY menjadi kurang fenomenal karena isu kepemimpinan dan program-program yang acap tersandera DPR.
Terkait beralihnya perhatian media, Siti mengatakan hal itu akibat pembentukan informasi yang dimonopoli segelintir penguasa media, sedangkan pemerintah membiarkan begitu saja padahal jelas-jelas melanggar Undang-Undang Penyiaran.
KPI Desak Kemkominfo
Menurut Siti, pemberitaan masif lawan politik tentang korupsi oleh para kader Partai Demokrat karena ketidaktegasan SBY menindak para penguasa media yang memonopoli dan pemindahan frekuensi televisi seenaknya.
"Untuk menghentikan monopoli media. Inilah saatnya Presiden SBY melakukan penegakan hukum secara maksimal, menghukum para pemilik media yang melakukan praktik monopoli," katanya.
Lebih lanjut Siti mengatakan, jika saja Presiden SBY menegakkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, maka tidak akan ada monopoli media yang berdampak pada anjloknya elektabilitas Demokrat.
Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) segera melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait putusan uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Penyiaran.
MK dalam keputusannya memerintahkan pemerintah (Kemkominfo) dan KPI segera menertibkan praktik-praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang dilakukan oleh perseorangan atau satu badan hukum.
Keputusan MK ini menjawab gugatan Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP) atas kasus praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi, padahal UU Penyiaran tegas melarang kepemilikan lebih dari satu frekwensi di satu provinsi dan anya membolehkan kepemilikan dua frekuensi pada dua provinsi berbeda.
MK juga memerintahkan pemerintah segera menelusuri besaran kepemilikan saham lembaga penyiaran swasta yang telah melakukan praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi.
Praktik-praktik seperti ini, menurut MK, bukan masalah konstitusi, melainkan karena gagalnya pemerintah menjalankan UU Penyiaran. (Ant)
Ruhut: Demokrat Korban Monopoli Media
Perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 merosot tajam dibanding peraihan suara Pileg 2009.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679098/original/dukungan-demokrat-lip-petang-140519c.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
Pentas Bola Dunia 2026
- Prancis Bakal Mati-Matian Lawan Inggris Demi Kado Perpisahan Deschamps2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
- Umuh Muchtar Jagokan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
- Prediksi Spanyol vs Argentina: Klimaks Epik Final Piala Dunia 20263 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
- Argentina Punya Kenangan Pahit di Piala Dunia Bersama Wasit Slavko Vincic6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
- Kobbie Mainoo Jadi Teka-Teki di Piala Dunia 20266 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
- Marc Cucurella Siap Pensiun dari Timnas Spanyol Jika Juarai Piala Dunia 20267 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
- Lionel Messi Blak-Blakan Soal Foto dengan Bayi Yamal saat Ditanya Tom Brady8 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
- Fabrizio Romano Ungkap Zidane Setuju Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 20269 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
- Piala Dunia 2026 Digelar di Amerika, FIFA Dobrak Tradisi Tiru NBA10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
- Selain Guardiola, Thomas Tuchel Opsi Terbaik untuk Jadi Pelatih Timnas Inggris10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
- Didier Deschamps Janji Gak Baper di Laga Prancis vs Inggris11 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
- Top 3 Berita Bola: Serba Serbi Final Piala Dunia 202611 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1329359/original/014580800_1472203792-Ruhut_Sitompul.jpg)