Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan ada beberapa kajian yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif 2014. Yang paling mencolok adalah soal ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
"Evaluasinya total. Pertama terkait soal SDM, dulu saya menyarankan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) untuk di bimbingan teknisnya 7 orang, ternyata anggaran tidak tersedia, jadi hanya 2 orang. Jadi transformasi mengalami kendala," ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Selanjutnya, kata Ferry, evaluasi juga akan dilakukan terhadap ketersediaan anggaran untuk pelaksanaan pemilu. "Yang kedua dari sisi anggaran, ini perlu perhatian," katanya.
Kemudian, lanjutnya, berkaitan dengan para anggota KPU provinsi, kabupaten, PPK, dan PPS yang tidak sejalan dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan KPU, sebaiknya mengundurkan diri.
"Supaya teman-teman on the track, independensi dan integritasnya terjaga. Jadi evaluasi kita sekarang adalah kalau ada teman-teman dari KPU provinsi, kabupaten atau kota, bahkan PPK dan PPS yang tidak berintegritas, lebih baik mundur," tegas Ferry.
Ferry menegaskan, petugas KPPS juga akan mengalami penyortiran yang akan dilakukan para anggota KPU provinsi, kabupaten, dan kota. Yang terlibat kecurangan tidak akan dipakai kembali saat Pilpres 2014.
"Apabila sudah terbukti kasusnya, harus dievaluasi, bahkan diberhentikan sementara atau di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) kan, bahkan bila perlu dipidanakan," tandasnya.
Sedangkan terkait tenggat rekapitulasi suara tingkat nasional, Ferry menegaskan selalu optimis seluruh perhitungan suara akan selesai pada 9 Mei lusa.
"Dari awal kita selalu optimis, kita pastikan patokan tanggal 9 Mei atau 30 hari setelah pemungutan suara," ujarnya.
Kendati mengaku optimis rekapitulasi KPU selesai 9 Mei, Ferry mengaku siap menerima konsekuensi jika nantinya rekapitulasi tersebut melewati batas waktu yang tercantum dalam Peraturan KPU.
"Kita mengupayakan untuk tanggal 9 Mei, konsekuensinya kita sudah paham, publik sudah tahu, tetapi mudah-mudahan bisa kita lalui. Itu konsekuensi jabatan yang harus kita upayakan dengan kondisi seperti ini," katanya.
Karenanya, Ferry menjelaskan, tetap berupaya menyelesaikan rekapitulasi sesuai prosedur administrasi PKPU. "Kita berupaya sekuat tenaga dengan tidak mengabaikan sisi-sisi prosedural administratif yang ada, kebenaran faktual untuk mempercepat akselerasi aktivitas pleno ini," pungkas Ferry.
Hingga saat ini KPU baru mengesahkan rekapitulasi suara untuk 19 provinsi, yaitu Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Gorontalo, Bali, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Banten, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DIY, Lampung, Papua Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah.
Sementara 9 provinsi lain yang sudah dipresentasikan namun ditunda pengesahannya karena ada beberapa temuan masalah yaitu Riau, Jawa Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan NTT.
Kemudian 5 provinsi lainnya yang sama sekali belum dipresentasikan dan dibahas data perolehan suaranya di KPU, yaitu Sumatera Utara, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Jawa Timur. (Yus)
Pileg 2014 Banyak Masalah, KPU Janjikan Evaluasi Total
Ada beberapa masalah yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan Pileg 2014. Yang paling mencolok adalah soal ketersediaan SDM.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/650111/original/Simulasi-Pemiluslb-010314-Ak-1.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menakar Masa Depan Sustainable Fashion, dari Upcycling hingga Merawat Karya Perajin Lokal1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
- Merawat Keanekaragaman Hayati Sumatera Lewat Konservasi Tanaman Langka2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
- Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- BRILink Agen Fillio Jangkau Pinggiran Dumai, Layani Kebutuhan Masyarakat lewat 4 Outlet1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388777/original/057186300_1793680026-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)