Pemilu 2014, Suara Gerindra Dinilai Lebih Tinggi dari PDIP

Rhoma Irama Effect dinilai lebih terasa ketimbang Jokowi effect. Karena hasil fantastis juga diraih PKB.

Diterbitkan 09 April 2014, 21:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hasil sementara quick count Pemilu 2014 dinilai memberikan kejutan bagi Partai Gerindra. Pasalnya, partai besutan Prabowo Subianto itu mampu menandingi hasil suara PDIP jika melihat pada hasil Pemilu 2009.

Direktur Eksekutif Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengatakanpada pemilu 2014 pergerakan Partai Gerindra melonjak hingga 270%. Sementara hasil suara PDIP mendapatkan 35%.

"Gebrakan Gerindra spektakuler luar biasa, Pemilu lalu hanya dapat 4,4% sekarang hampir 12%. Sedangkan PDIP tidak ada kejutan yang berarti, Jokowi Effect juga tidak berasa," kata Igor melalui pesan tertulisnya kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (9/4/2014).

Menurut Igor, hasil Pemilu 2009 lalu PDIP mendapatkan 14% suara nasional, sedangkan sekarang diperkirakan 19% suara nasional. "Artinya, kenaikan suara PDIP dibandingkan dengan pemilu lalu hanya 35%," kata Igor yang juga dosen ilmu politik Universitas Jayabaya mengomentari hasil quick count yang dipublikasikan media televisi.

Dia menambahkan, perolehan PDIP ini sangat kecil dibandingkan dengan harapan pimpinan PDIP yang menyebutkan suara partai akan naik dengan mencalonkan Jokowi sebagai bakal calon presiden. "Jokowi Effect tidak terbukti sama sekali dalam pemilu kali ini," ucap Igor.

Igor menambahkan, dibandingkan Jokowi Effect lebih terasa Rhoma Irama Effect. Karena hasil fantastis juga diraih PKB. Pada 2009 lalu, PKB mendapatkan suara nasional sebesar 4,9%. Pada Pemilu 2014 ini, suara nasional PKB diperkirakan akan mencapai 9,4%. Kenaikan suara PKB itu adalah 91%.

"Yang dahsyat kali ini ya Gerindra Effect dan Rhoma Irama Effect," tukas Igor.