Liputan6.com, Jakarta - Daun cabai yang berubah warna menjadi kuning lalu berguguran dapat menjadi tanda bahwa tanaman mengalami gangguan. Masalah ini perlu diperhatikan sejak awal agar tidak menyebar ke bagian lain. Jika dibiarkan, pertumbuhan tanaman bisa terhambat dan pembentukan buah ikut terganggu, terutama saat tanaman sedang berbunga.
Perubahan warna daun tidak selalu menandakan tanaman kekurangan pupuk. Penyiraman yang tidak sesuai, kondisi tanah, serangan hama, hingga penyakit dapat memicu masalah serupa. Penanganan yang keliru justru bisa memperburuk keadaan, misalnya dengan menambah pupuk ketika akar sebenarnya mengalami gangguan akibat terlalu banyak air.
Jika Anda menemui permasalahan ini di rumah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan tanaman cabai Anda. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi daun cabai menguning dan rontok yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026). Jangan lewatkan pula beberapa tips tambahan untuk mencegah masalah ini terjadi pada tanaman Anda.
Advertisement
1. Periksa Kondisi Tanah Sebelum Menyiram Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379474/original/091661400_1792634041-211385f3-767a-4c0e-b5f0-98712c97fd94.jpg)
Langkah pertama untuk mengatasi daun cabai menguning dan rontok adalah memeriksa kelembapan tanah. Masukkan jari beberapa sentimeter ke dalam media tanam untuk mengetahui apakah tanah masih basah atau mulai mengering. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah tanaman membutuhkan air atau justru perlu mengurangi penyiraman.
Tanah yang terus basah dapat menghambat akar menyerap oksigen. Akibatnya, akar mengalami gangguan dan tidak mampu menjalankan fungsinya untuk menyerap air serta unsur hara. Kondisi tersebut dapat membuat daun menguning, tanaman layu, lalu menggugurkan daun meskipun tanah di sekitarnya masih mengandung air.
Jika tanah masih basah, tunda penyiraman sampai kelembapannya berkurang. Sebaliknya, jika tanah sudah kering, siram tanaman hingga air mencapai bagian akar. Sesuaikan frekuensi penyiraman dengan cuaca, ukuran tanaman, dan kondisi media tanam. Jangan menggunakan jadwal penyiraman yang sama tanpa memeriksa keadaan tanah.
Advertisement
2. Perbaiki Saluran Pembuangan Air pada Pot
Jika tanaman cabai ditanam dalam pot, periksa lubang pembuangan air di bagian bawahnya. Lubang yang tersumbat dapat membuat air menggenang setelah penyiraman. Keadaan ini meningkatkan risiko kerusakan akar dan memicu perubahan warna daun. Pastikan air dapat keluar tanpa tertahan di dasar pot.
Periksa juga media tanam yang digunakan. Tanah yang memadat dapat menghambat aliran air dan udara menuju akar. Jika air membutuhkan waktu lama untuk meresap atau terus menggenang di permukaan, pertimbangkan untuk mengganti media tanam dengan campuran tanah, kompos matang, dan bahan yang membantu memperbaiki drainase.
Apabila akar sudah mengalami pembusukan, keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati untuk memeriksanya. Akar yang masih dapat berfungsi umumnya berwarna putih hingga krem, sedangkan akar yang membusuk dapat berwarna cokelat kehitaman dan terasa lunak. Potong bagian yang membusuk menggunakan alat bersih, kemudian tanam kembali jika masih ada akar yang dapat diselamatkan.
3. Periksa Kebutuhan Pupuk Tanaman Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379475/original/098422500_1792634041-55d1a073-b649-4c02-83a4-812a248c8e7c.jpg)
Kekurangan unsur hara dapat membuat daun cabai menguning dan pertumbuhannya terhambat. Jika daun bagian bawah berubah kuning lebih dahulu, tanaman mungkin kekurangan nitrogen. Namun, gejala ini juga dapat muncul akibat gangguan akar atau penyiraman. Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk menambahkan pupuk.
Perhatikan pola perubahan warna pada daun. Jika bagian di antara tulang daun menguning sementara tulang daunnya tetap hijau, tanaman mungkin mengalami kekurangan magnesium. Sementara itu, warna kuning yang muncul pada bagian tepi daun dapat berkaitan dengan kekurangan kalium. Gejala tersebut perlu dibandingkan dengan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.
Jika kekurangan unsur hara diduga menjadi penyebabnya, berikan pupuk sesuai petunjuk pada kemasan. Gunakan pupuk yang mengandung unsur hara sesuai kebutuhan tanaman, bukan menambah berbagai jenis pupuk sekaligus. Pemberian pupuk secara berlebihan dapat mengganggu akar dan memperburuk masalah daun. Jika memungkinkan, periksa kondisi tanah untuk menentukan kebutuhan pemupukan.
Advertisement
4. Periksa Daun dan Batang dari Serangan Hama
Hama pengisap cairan tanaman dapat menyebabkan daun cabai kehilangan warna, menggulung, dan akhirnya rontok. Kutu daun, kutu kebul, dan tungau termasuk organisme yang perlu diperiksa. Amati permukaan bawah daun, pucuk, serta bagian batang karena hama berukuran kecil dapat bersembunyi di area tersebut.
Periksa apakah terdapat serangga kecil, titik-titik pada daun, lapisan lengket, atau jaring halus. Gejala tersebut dapat membantu mengenali gangguan yang sedang terjadi. Jika menemukan hama, pisahkan tanaman yang terserang dari tanaman lain apabila memungkinkan. Buang bagian yang terkena serangan dengan alat bersih jika kerusakannya sudah meluas pada daun tertentu.
Untuk mengendalikan hama, bersihkan bagian tanaman yang terserang dan gunakan pestisida sesuai jenis hama yang ditemukan apabila diperlukan. Ikuti petunjuk pemakaian, termasuk dosis dan waktu aplikasi. Hindari mencampur berbagai pestisida tanpa panduan. Periksa kembali tanaman setelah penanganan untuk mengetahui apakah jumlah hama berkurang atau gejalanya masih bertambah.
5. Kenali Tanda Penyakit pada Daun Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379476/original/004746900_1792634042-a088c5a3-25bc-4cc1-8507-28b7f73698e5.jpg)
Daun yang menguning dan rontok juga dapat berkaitan dengan penyakit tanaman. Perhatikan apakah muncul bercak pada daun, perubahan bentuk, pucuk yang menggulung, atau batang yang mulai layu. Jika gejala muncul pada beberapa bagian tanaman dan terus berkembang, jangan langsung menganggap penyebabnya hanya kekurangan pupuk.
Penyakit yang menyerang akar atau pembuluh tanaman dapat menghambat penyaluran air dan unsur hara. Pada kondisi tertentu, tanaman terlihat layu meskipun tanah masih mengandung air. Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan perubahan warna daun, kerusakan batang, dan penurunan pertumbuhan. Gejala saja belum selalu cukup untuk memastikan jenis penyakitnya.
Buang daun yang terinfeksi jika penanganan tersebut sesuai dengan penyakit yang diduga. Bersihkan alat setelah digunakan dan hindari memindahkan sisa tanaman sakit ke tanaman lain. Jika seluruh tanaman terus layu, batang mengalami kerusakan, atau gejala menyebar, mintalah bantuan petugas pertanian untuk mengidentifikasi penyebabnya. Tanaman yang terinfeksi virus tertentu mungkin tidak dapat dipulihkan.
Advertisement
6. Atur Paparan Sinar Matahari dan Kondisi Lingkungan
Tanaman cabai membutuhkan sinar matahari untuk mendukung pertumbuhan. Jika tanaman berada di tempat yang kurang mendapat cahaya, pertumbuhannya dapat terhambat dan daun bagian bawah berpotensi menguning. Sebaliknya, perubahan paparan cahaya secara mendadak juga dapat membuat daun mengalami gangguan, terutama setelah tanaman dipindahkan ke lokasi lain.
Amati lokasi tanaman selama beberapa hari untuk mengetahui berapa lama tanaman menerima sinar matahari. Jika ditanam di tempat yang terlalu teduh, pindahkan pot secara bertahap ke lokasi yang mendapat cahaya cukup. Hindari memindahkan tanaman dari tempat teduh ke paparan matahari langsung sepanjang hari tanpa proses penyesuaian.
Perhatikan pula perubahan cuaca dan kondisi lingkungan di sekitar tanaman. Hujan yang berlangsung lama dapat membuat media tanam terus basah, sedangkan cuaca panas dapat mempercepat penguapan air. Sesuaikan penyiraman dengan kondisi tersebut dan pastikan tanaman memperoleh sirkulasi udara yang memadai agar kelembapan tidak terus tertahan di sekitar daun.
Tips Mencegah Daun Cabai Menguning dan Rontok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379477/original/011713800_1792634042-da45e4ad-75ba-450e-bb46-28c07f1af649.jpg)
Setelah tanaman ditangani, perawatan berikutnya perlu dilakukan secara teratur. Kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko daun menguning dan rontok, sekaligus memudahkan pemilik tanaman mengenali perubahan sebelum masalah berkembang.
- Periksa Kelembapan Tanah Sebelum Menyiram: Biasakan memeriksa tanah dengan jari sebelum menambahkan air. Cara ini membantu menghindari penyiraman berlebihan maupun kekurangan air, terutama ketika cuaca berubah atau tanaman cabai ditanam dalam pot.
- Gunakan Pot dengan Lubang Drainase: Pilih pot yang memiliki lubang pembuangan air dan jangan membiarkan air menggenang di tatakan. Drainase membantu menjaga kondisi akar sehingga penyerapan air dan unsur hara dapat berlangsung dengan baik.
- Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan: Gunakan pupuk mengikuti petunjuk pemakaian dan tahap pertumbuhan tanaman. Hindari menambahkan pupuk setiap kali daun berubah kuning tanpa memeriksa penyebabnya, sebab gangguan akar dan air juga dapat menimbulkan gejala serupa.
- Periksa Bagian Bawah Daun Secara Berkala: Amati permukaan bawah daun, pucuk, dan batang untuk menemukan hama sejak awal. Jika ditemukan tanda serangan, lakukan penanganan sesuai jenis hama agar kerusakan tidak meluas ke bagian tanaman lain.
- Bersihkan Daun yang Jatuh dan Sisa Tanaman: Kumpulkan daun yang rontok, terutama jika menunjukkan bercak atau tanda penyakit. Bersihkan alat pemangkasan setelah digunakan dan hindari memindahkan sisa tanaman yang terinfeksi ke area penanaman lain.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Daun Cabai Menguning dan Rontok
1. Mengapa daun cabai menguning lalu rontok?
Daun cabai dapat menguning dan rontok akibat penyiraman berlebihan, kekurangan air, kekurangan unsur hara, serangan hama, penyakit, atau gangguan akar. Perhatikan pola perubahan warna dan kondisi tanah untuk membantu menentukan penyebabnya.
2. Apakah daun cabai yang menguning bisa kembali hijau?
Daun yang sudah menguning belum tentu dapat kembali hijau, terutama jika kerusakan jaringan sudah terjadi. Penanganan perlu difokuskan pada penyebab masalah dan pertumbuhan daun baru. Jika kondisi tanaman membaik, daun yang tumbuh berikutnya dapat berkembang dengan warna normal.
3. Apakah pupuk dapat mengatasi daun cabai yang menguning?
Pupuk dapat membantu jika perubahan warna disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Namun, pupuk tidak menyelesaikan masalah akibat akar membusuk, penyiraman yang keliru, atau serangan hama. Periksa kondisi tanaman sebelum menentukan jenis dan jumlah pupuk.
4. Berapa kali tanaman cabai perlu disiram dalam sehari?
Tidak ada jumlah penyiraman yang berlaku untuk semua tanaman cabai. Kebutuhan air dipengaruhi oleh cuaca, ukuran tanaman, jenis media tanam, dan ukuran pot. Periksa kelembapan tanah terlebih dahulu, lalu siram ketika media tanam mulai mengering.
5. Apakah daun cabai yang menguning harus dipotong?
Daun yang sudah menguning seluruhnya dan mengering dapat dipangkas jika diperlukan. Gunakan alat yang bersih dan hindari memotong terlalu banyak daun dalam satu waktu. Jika daun menunjukkan bercak atau dugaan penyakit, kenali penyebabnya sebelum menentukan penanganan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379473/original/084860300_1792634041-a8899917-aded-4cb0-8713-860ad72088ed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378648/original/023305200_1792556579-Gemini_Generated_Image_gnqczvgnqczvgnqc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372085/original/001763100_1791867653-01M4SRH9MNWE6QCV26431Y47ND.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524541/original/018549400_1772955350-kombinasi_warna_reras.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379083/original/067187500_1792574238-Inspirasi_sekat_teras_dari_material_alami_untuk_rumah_mungil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379039/original/095491500_1792572384-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372093/original/084956900_1791867666-01M4SRPJ7F6X9ND0GA6F427ZWQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353425/original/015455100_1789963838-Tanaman_hampir_layu_dan_menguning_karena_akarnya_sudah_terlalu_penuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564274/original/032682300_1776932006-minimalis_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)