Liputan6.com, Jakarta Cara menyimpan bawang putih agar awet sebenarnya simpel, yakni, simpan umbinya utuh di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan punya sirkulasi udara baik. Jangan sampai bentuknya pecah atau malah sudah dikupas terlbih dahulu sampai benar-benar ingin memasaknya.
Kalau bawang sudah telanjur dikupas atau dicincang, pindahkan ke wadah kedap udara di kulkas atau bekukan di freezer. Dengan cara menyimpan bawang putih agar awet seperti ini, stok di dapur bisa tahan dari hitungan minggu sampai bulan.
Dilansir dari Healthline, jika disimpan dengan benar, bawang putih bisa awet selama berbulan-bulan. Suhu ideal untuk menyimpan bawang putih adalah sekitar 15-18 derajat Celsius dengan kelembapan yang tidak terlalu tinggi.
Advertisement
1. Simpan Bawang Putih Utuh di Suhu Ruang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275927/original/052757500_1603431735-garlic-545223_1280.jpg)
Untuk stok harian, metode paling dasar dalam cara menyimpan bawang putih agar awet adalah membiarkan umbinya tetap utuh. Kulit ari yang tipis seperti kertas itu jadi pelindung alami siung-siung di dalamnya, jadi kamu tidak butuh alat atau bahan tambahan apa pun.
Sebagaimana dikutip dari The Kitchn, umbi yang disimpan utuh dalam kondisi yang tepat bisa tetap segar selama beberapa bulan. Sebaliknya, umbi yang sudah dipecah hanya bertahan sekitar 3 sampai 10 hari, jadi habiskan dulu umbi itu sebelum membuka yang baru.Â
1. Pilih umbi yang padat dan kulitnya rapat:
Mengacu pada riset Cornell Small Farms Program, umbi yang bersih dan terbungkus banyak lapisan kulit yang rapat lebih tahan disimpan dibanding umbi yang masih bertanah dan kulitnya tinggal sedikit. Umbi berukuran kecil dan sedang juga rata-rata lebih awet daripada umbi besar.
2. Biarkan umbi tetap utuh:
Ambil siung secukupnya hanya saat mau memasak. Kalau satu umbi sudah terbuka, prioritaskan untuk dipakai lebih dulu.
3. Gunakan wadah yang bisa "bernapas":
Simpan bawang di keranjang anyaman, kantong jaring, kantong kertas, atau mangkuk keramik. Tujuannya supaya udara kering terus mengalir, makanya kantong plastik sebaiknya dihindari karena menahan kelembapan.
4. Letakkan di tempat gelap, jauh dari jendela:
Seperti yang diberitakan Food Network, sinar matahari mengubah suhu dan kelembapan di sekitarnya, sehingga bahan pangan, termasuk bawang putih, lebih cepat matang dan rusak. Bagian belakang lemari dapur biasanya jadi pilihan aman.
5. Pisahkan dari bawang merah dan buah-buahan:
Siapkan wadah sendiri untuk bawang putih. Banyak panduan dapur menyarankan bawang tidak disimpan berdekatan dengan buah karena gas etilen dari buah bisa mempercepat pembusukan.
Tips: Kalau kamu dapat bawang putih yang batangnya masih panjang, coba cara petani ini yakni dengan mengikat atau mengepang batangnya, menggantungnya di dapur, lalu mengambil siung sesuai kebutuhan. Kalau masalahmu adalah bawang yang cepat keluar tunas, kamu juga bisa membaca panduan agar tidak cepat bertunas untuk tiap kondisi bawang.
Advertisement
2. Simpan Bawang Putih Kupas dan Cincang di Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360628/original/093494600_1790658193-a73b5006-b749-4042-bef6-7a64322770ea.jpg)
Bawang yang sudah dikupas kehilangan "baju pelindungnya", jadi perlakuannya berbeda dengan umbi utuh. Di tahap ini, cara menyimpan bawang putih agar awet bertumpu pada dua hal: suhu dingin dan wadah kedap udara, supaya bawang tidak cepat layu, menguning, atau membuat bau kulkas menyengat. Untuk trik tambahan soal warna, ada juga ulasan cara menyimpan bawang putih kupas agar tidak menguning yang bisa kamu jadikan pelengkap.
Mengutip Food Network, siung yang sudah dipisah atau dikupas sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas hingga sekitar satu minggu. Bawang yang sudah dicincang atau dihaluskan sebaiknya dipakai secepat mungkin.
1. Jangan dicuci sebelum disimpan:
Air yang menempel jadi pemicu jamur dan busuk. Cuci bawang hanya saat akan dipakai, lalu langsung olah.
2. Pastikan permukaannya kering:
Kalau ada siung yang lembap, lap dulu dengan tisu dapur sampai benar-benar kering.
3. Gunakan wadah kaca kedap udara beralas tisu:
Tisu di dasar wadah membantu menyerap sisa kelembapan, sementara tutup yang rapat menahan aroma agar tidak menyebar ke makanan lain.
4. Letakkan di laci sayur:
Bawang putih juga bisa disimpan di laci sayuran (crisper drawer) kulkas. Sisa bawang kupas atau cincang dalam wadah tertutup rapat di kulkas bisa bertahan hingga 2 minggu.
5. Pilih rendaman cuka jika ingin lebih lama:
Merujuk panduan Oregon State University Extension, siung kupas boleh direndam dalam cuka atau wine tanpa campuran air lalu disimpan di kulkas. Lingkungan asam dari cuka mencegah bakteri Clostridium botulinum tumbuh, dan bawang bisa dipakai selama tidak muncul jamur atau ragi di permukaan cairannya.
6. Kalau direndam minyak, wajib masuk kulkas dan cepat dipakai:
Bawang putih termasuk sayuran rendah asam, dan jika disimpan dalam minyak dengan cara yang salah, bakteri Clostridium botulinum bisa berkembang dan menghasilkan racun yang berpotensi mematikan.
Untuk jangka pendek, siung kupas yang direndam minyak boleh disimpan di kulkas maksimal 4 hari. Poin terakhir penting karena sebagian tips di internet menyebut bawang dalam minyak bisa awet berminggu-minggu. Berdasarkan panduan Michigan State University Extension,
bawang putih dalam minyak sebaiknya dibuat segar dan disimpan di kulkas bersuhu 4 derajat Celsius (40 derajat Fahrenheit) atau lebih rendah, tidak lebih dari empat hari.
3. Bekukan atau Keringkan Bawang Putih untuk Stok Jangka Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327706/original/061910300_1787120947-Gunakan_Metode_Dua_Mangkuk.jpeg)
Saat harga bawang sedang turun dan kamu beli dalam jumlah banyak, freezer dan pengeringan jadi andalan. Dua metode ini termasuk cara menyimpan bawang putih agar awet yang paling hemat waktu, karena bawang sudah siap pakai dan tinggal dimasukkan ke wajan.
Satu hal yang perlu kamu tahu: bawang putih bisa dibekukan dengan baik, hanya saja teksturnya jadi tidak renyah lagi. Artinya, bawang beku cocok untuk dimasak, bukan dimakan mentah.
1. Kupas dan cincang sekaligus dalam jumlah banyak:
Kupas lalu cincang bawang, dan kalau mau lebih cepat, gunakan food processor untuk mencincang banyak sekaligus.
2. Campur dengan sedikit minyak (opsional):
Bawang bisa dibekukan mentah atau dicampur minyak netral seperti minyak zaitun atau minyak sayur, yang membantu mengawetkan dan mencegah freezer burn.
3. Bagi ke cetakan es batu:
Masukkan cincangan bawang ke cetakan es batu, bekukan minimal 3 jam, lalu pindahkan ke wadah penyimpanan. Satu kubus bisa jadi takaran sekali tumis.
4. Pindahkan ke wadah yang rapat dan beri label:
Bawang dalam minyak bisa dibekukan untuk penyimpanan jangka panjang hingga beberapa bulan, di toples kaca khusus freezer atau kotak plastik freezer dengan sisa ruang sekitar 1/2 inci, lalu ditutup, diberi label, dan diberi tanggal.
5. Keringkan untuk dijadikan bubuk:
Kupas dan cincang halus bawang putih, tanpa perlu perlakuan awal lainnya. Perkiraan waktu pengeringannya dengan dehydrator adalah 6 sampai 8 jam. Setelah kering total, haluskan dan simpan di toples kedap udara.
Tips: Kantong freezer yang bisa ditutup ulang memang bisa dipakai, tetapi toples atau wadah kedap udara lebih baik untuk menahan bau tajam agar tidak memenuhi seluruh freezer.
Advertisement
Kesalahan yang Bikin Bawang Putih Cepat Bertunas dan Busuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573099/original/053487100_1777881103-pexels-jievani-64453116-8185493.jpg)
Sering kali bawang putih cepat rusak bukan karena kualitasnya jelek, melainkan karena kebiasaan kecil saat menyimpannya. Kenali kesalahan-kesalahan berikut supaya stok bawang di rumahmu tidak terbuang percuma.
Sebagaimana diungkapkan Dr. Linda Harris dari UC Davis Western Institute for Food Safety and Security kepada America's Test Kitchen, vinaigrette buatan rumah yang mengandung bawang putih tidak berisiko botulisme karena asam dalam cuka menghambat pertumbuhan bakteri. Prinsip asam inilah yang membedakan rendaman cuka dengan rendaman minyak.
1. Menyimpan umbi utuh di kulkas:
Sebagaimana disampaikan The Kitchn, di tempat dingin seperti kulkas, bawang putih akan mulai bertunas dalam beberapa hari saja, dan meski masih bisa dimakan, rasanya kadang jadi sedikit pahit. Kesalahan terbesar adalah menyimpan umbi bawang putih di lingkungan yang lembap, termasuk kulkas.
2. Membiarkan bawang terkena air:
Perocco menyebut contoh kesalahannya, misalnya memasukkan bawang bersama sayuran lain ke satu kantong setelah belanja, atau memegangnya dengan tangan basah saat menyiapkan masakan.Â
3. Mengupas terlalu cepat:
Kulit bawang putih berfungsi sebagai baju pelindung bagi siung-siungnya.
4. Menyimpan bawang dalam minyak di suhu ruang:
Bawang putih mentah yang tidak diolah tidak boleh disimpan dalam minyak pada suhu ruang. Produk minyak bawang di toko berbeda kasusnya, karena minyak beraroma bawang komersial sudah diasamkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau mengandung bahan penghambat mikroba dalam kadar tertentu.
5. Menaruh bawang di dekat kompor:
Panas dan uap dari aktivitas memasak membuat lingkungan sekitar bawang jadi hangat dan lembap. Lemari dapur biasanya jadi tempat yang baik, atau keranjang di meja dapur yang tidak terkena matahari dan jauh dari kompor.Â
6. Membeli terlalu banyak sekaligus:
Kalau tidak berencana membekukan atau mengeringkannya, sebaiknya jangan membeli bawang putih dalam jumlah besar dan cukup beli beberapa umbi saja.
7. Mengabaikan tanda-tanda busuk:
Bawang putih yang sudah rusak bisa memiliki bercak cokelat pada siungnya dan berubah warna dari putih menjadi kuning. Rutin periksa stokmu dan buang siung yang lembek atau berjamur agar tidak menular ke siung lain.
 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bawang Putih
Apakah bawang putih yang sudah bertunas masih aman dimakan?
Masih aman, asalkan tidak berjamur, lembek, atau berbau aneh. Rasanya biasanya jadi sedikit lebih pahit, jadi kamu bisa membuang bagian tunas hijau di tengah siung sebelum memasaknya.
Berapa lama bawang putih bisa bertahan?
Secara umum, umbi utuh di suhu ruang bisa tahan berbulan-bulan, umbi yang sudah dipecah sekitar 3-10 hari, dan siung kupas di kulkas sekitar 1-2 minggu. Bawang beku bisa bertahan beberapa bulan, sedangkan bawang dalam minyak di kulkas sebaiknya habis dalam 4 hari.
Bolehkah bawang putih disimpan satu wadah dengan bawang merah?
Sebaiknya dipisah. Banyak panduan menyarankan setiap jenis bawang punya wadah sendiri agar tidak saling mempercepat pembusukan, terutama kalau kamu menyimpannya dalam waktu lama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315264/original/033619400_1785832646-ji-jiali-r8ySJfxvESQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539650/original/062175000_1774609337-9658ba8e-aa0e-46c8-9581-4a7a9f84668c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480336/original/073221300_1769054250-Untitled_design__6_.jpg)