Liputan6.com, Jakarta - Bau tidak sedap dari floor drain bisa membuat kamar mandi terasa kurang nyaman, meskipun lantai dan perlengkapan sanitasi sudah dibersihkan secara rutin. Aroma yang menyerupai selokan atau telur busuk terkadang muncul dari lubang pembuangan air di lantai, terutama ketika saluran jarang digunakan atau terdapat kotoran yang menumpuk di dalamnya.
Floor drain sendiri berfungsi mengalirkan air dari lantai menuju sistem pembuangan. Karena itu, menutup lubangnya secara permanen bukanlah solusi yang tepat, terlebih jika saluran tersebut berfungsi mengalirkan air saat kamar mandi dibersihkan atau ketika lantai tergenang. Cara yang lebih efektif adalah mencari penyebab bau, membersihkan bagian yang kotor, dan memastikan komponen saluran bekerja dengan baik.
Ada beberapa cara mengurangi bau dari floor drain tanpa menutupi saluran air yang bisa dilakukan di rumah. Mulai dari membersihkan saringan, mengalirkan air untuk mengisi kembali perangkap air, hingga memeriksa kemungkinan masalah pada pipa. Dengan penanganan yang sesuai, kamar mandi bisa terasa lebih segar tanpa mengganggu fungsi drainase. Lantas bagaimana saja cara mengurangi bau dari floor drain tanpa menutupi saluran air? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Bersihkan Saringan Floor Drain dari Rambut dan Kotoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360930/original/051630000_1790670671-3d30e118-74b6-4f9a-a64c-787c2b8197ef.jpg)
Langkah pertama untuk mengurangi bau dari floor drain adalah memeriksa bagian saringan yang terlihat dari permukaan lantai. Rambut rontok, sisa sabun, serpihan kulit, dan kotoran kecil bisa tersangkut di sekitar kisi-kisi saluran. Ketika bercampur dengan air dan dibiarkan terlalu lama, kotoran tersebut dapat menimbulkan aroma tidak sedap.
Angkat saringan jika modelnya memang dirancang agar mudah dilepas. Gunakan sarung tangan, kemudian singkirkan rambut dan kotoran yang menempel menggunakan sikat kecil. Bersihkan pula sisi bawah saringan karena bagian ini kerap luput saat kamar mandi hanya dibersihkan dengan cara menyiram lantai.
Setelah selesai, bilas menggunakan air bersih dan pasang kembali saringan dengan benar. Lakukan pembersihan secara berkala, terutama jika kamar mandi digunakan oleh banyak orang. Cara ini membantu mengurangi sumber bau di permukaan tanpa menghambat aliran air menuju pipa pembuangan.
Advertisement
2. Alirkan Air Bersih untuk Mengisi Kembali Perangkap Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372992/original/058443600_1791942796-2f3da228-8325-443e-aa44-cecbee541488.jpg)
Floor drain yang jarang digunakan bisa mengeluarkan bau menyerupai selokan meskipun bagian atasnya terlihat bersih. Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah perangkap air atau trap yang mengering. Komponen ini menahan sejumlah air di dalam pipa untuk membentuk penghalang agar gas dari saluran pembuangan tidak mudah masuk ke ruangan.
Ketika air di dalam perangkap menguap, penghalang tersebut bisa melemah atau hilang. Kondisi ini dapat terjadi pada saluran di kamar mandi tamu, kamar mandi yang jarang dipakai, atau area servis yang tidak rutin terkena aliran air. Panduan dari US Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan bahwa perangkap air yang mengering dapat memungkinkan gas saluran pembuangan masuk ke dalam bangunan.
Untuk mengatasinya, alirkan air bersih secara perlahan ke dalam floor drain agar perangkap air terisi kembali. Lakukan hanya jika saluran mengalir normal dan tidak menunjukkan tanda penyumbatan. Jika bau berkurang setelahnya, perangkap air yang mengering mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Namun, jika aroma segera kembali, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan karena masalahnya bisa berkaitan dengan komponen perangkap atau instalasi pipa.
3. Sikat Bagian Dalam Saluran yang Bisa Dijangkau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493642/original/059585700_1770261522-Saluran_Pembuangan_Air_di_Kamar_Mandi__Gemini_AI_.jpg)
Kotoran penyebab bau tidak selalu terlihat pada saringan. Sebagian dapat menempel pada dinding bagian dalam saluran yang berada tepat di bawah kisi-kisi. Lapisan sisa sabun, minyak tubuh, rambut, dan material organik yang lembap dapat menimbulkan bau apek atau asam ketika menumpuk.
Jika desain floor drain memungkinkan akses yang aman, gunakan sikat saluran berukuran kecil untuk membersihkan bagian yang dapat dijangkau. Angkat saringan terlebih dahulu, kemudian gosok perlahan permukaan yang kotor tanpa mendorong kotoran semakin dalam. Hindari menggunakan benda tajam atau kawat keras yang berisiko merusak komponen saluran.
Setelah kotoran terangkat, bilas dengan air bersih secukupnya dan pastikan air mengalir lancar. Jangan memaksakan sikat masuk ke bagian pipa yang tidak terlihat atau sulit dijangkau. Jika bau tetap bertahan meskipun bagian atas saluran sudah bersih, penyebabnya mungkin berada pada perangkap air atau bagian instalasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Advertisement
4. Gunakan Pembersih yang Sesuai dan Hindari Mencampur Bahan Kimia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494233/original/055536400_1770282008-membersihkan_drain_floor.jpg)
Pembersih dapat membantu mengangkat sisa sabun dan kotoran organik yang menempel pada permukaan saluran. Namun, memilih produk yang tepat lebih penting daripada menggunakan cairan dengan aroma yang sangat kuat. Pewangi hanya dapat menyamarkan bau untuk sementara jika sumber masalahnya belum ditangani.
Gunakan pembersih yang memang sesuai untuk permukaan dan jenis saluran tersebut. Ikuti petunjuk pemakaian pada label, termasuk takaran, waktu kontak, serta kebutuhan pembilasan. Jika kotoran hanya menumpuk di bagian saringan, pembersihan mekanis dengan sikat sering kali menjadi langkah awal yang memadai.
Hindari mencampurkan pemutih, pembersih toilet, cairan asam, amonia, atau produk pembuka sumbatan. Campuran bahan tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya atau menimbulkan reaksi kimia. Jangan pula menganggap air mendidih atau bahan rumahan seperti cuka dan soda kue sebagai solusi universal, karena efektivitasnya bergantung pada penyebab bau dan kesesuaian material pipa. Jika bau menyerupai gas selokan tetap muncul setelah pembersihan, jangan terus-menerus menuangkan bahan kimia ke dalam saluran.
5. Periksa Apakah Air Mengalir Lambat atau Menggenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412843/original/007417500_1763106623-Lubang_Saluran_Pembuangan_Air.jpg)
Air yang mengalir lambat dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat penumpukan kotoran atau sumbatan di dalam saluran. Ketika rambut, sisa sabun, dan material lain menghambat aliran, air dapat tertahan lebih lama di area tertentu. Kondisi tersebut membuat kamar mandi terasa kurang bersih dan bisa disertai bau yang tidak menyenangkan.
Perhatikan bagaimana air mengalir ketika lantai disiram dalam jumlah kecil. Jika air segera masuk ke lubang pembuangan, kemungkinan tidak ada hambatan besar pada bagian saluran yang diuji. Sebaliknya, jika air menggenang, mengalir sangat lambat, atau justru naik kembali dari lubang drainase, hentikan penambahan air dan periksa kemungkinan sumbatan.
Jangan langsung menggunakan cairan pembuka sumbatan secara berulang. Apabila kotoran tidak bisa dijangkau dari bagian atas, gunakan jasa teknisi untuk membersihkan saluran dengan peralatan yang sesuai. Bau yang disertai genangan atau aliran balik perlu ditangani sebagai kemungkinan masalah drainase, bukan sekadar persoalan kebersihan.
Advertisement
6. Pastikan Saringan dan Komponen Floor Drain Terpasang dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444348/original/022890400_1765776505-Gemini_Generated_Image_80qo8y80qo8y80qo.png)
Saringan dan komponen internal floor drain berfungsi membantu menahan kotoran serta menjaga saluran bekerja sesuai desainnya. Jika saringan bergeser, komponen tidak terpasang sempurna, atau bagian perangkap air mengalami kerusakan, bau mungkin tetap muncul meskipun permukaan kamar mandi sudah dibersihkan.
Periksa apakah kisi-kisi terpasang rata dan tidak ada bagian yang longgar atau retak. Apabila floor drain memiliki keranjang penahan kotoran atau komponen perangkap yang dapat dilepas, pastikan semuanya terpasang kembali sesuai petunjuk produsen. Jangan membongkar bagian pipa yang tertanam di lantai jika tidak memahami konstruksi instalasinya.
Pada saluran tertentu, perangkat khusus penahan gas atau trap seal dapat menjadi pilihan jika kompatibel dengan model floor drain yang digunakan. Perangkat tersebut dirancang untuk membantu menghambat gas dari saluran pembuangan tanpa harus menutup lubang secara permanen. Namun, jenis dan ukurannya harus sesuai dengan instalasi, serta tidak boleh mengurangi kapasitas aliran air yang dibutuhkan.
7. Periksa Perangkap Air dan Instalasi Pipa Jika Bau Terus Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3980744/original/072861700_1648716212-samuel-sianipar-scUBcasSvbE-unsplash.jpg)
Jika bau dari floor drain terus muncul setelah dibersihkan dan dialiri air, masalahnya mungkin bukan berasal dari sisa kotoran di permukaan. Perangkap air bisa mengalami kerusakan, sambungan pipa mungkin tidak rapat, atau sistem ventilasi pembuangan tidak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh.
Perhatikan pula apakah muncul suara berdeguk dari saluran ketika toilet disiram atau air dari wastafel dibuang. Suara tersebut, terutama jika disertai bau yang kembali muncul, dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada aliran atau sistem ventilasi pipa. Meski demikian, gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan penyebabnya tanpa pemeriksaan langsung.
Mintalah bantuan teknisi plumbing jika bau tetap kuat, sering kembali, atau muncul bersamaan dengan aliran balik dan suara tidak biasa. Jangan menutup floor drain secara permanen sebagai jalan pintas karena air dari lantai tetap perlu memiliki jalur pembuangan. Jika muncul bau sangat menyengat yang tidak biasa atau menyebabkan pusing, mual, maupun iritasi, tinggalkan area tersebut dan cari bantuan yang sesuai tanpa mencoba mengidentifikasi gas dengan menghirupnya dari dekat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengurangi Bau dari Floor Drain tanpa Menutupi Saluran Air
1. Mengapa floor drain mengeluarkan bau tidak sedap?
Bau dapat berasal dari penumpukan rambut dan sisa sabun, perangkap air yang mengering, atau masalah pada instalasi pipa dan ventilasinya. Penyebabnya perlu diperiksa sebelum menentukan cara penanganan.
2. Apakah floor drain boleh ditutup agar bau tidak keluar?
Sebaiknya jangan menutupnya secara permanen, terutama jika saluran tersebut digunakan untuk membuang air dari lantai. Periksa sumber bau dan gunakan komponen penahan bau yang kompatibel jika memang diperlukan.
3. Apakah menuangkan air ke floor drain bisa menghilangkan bau?
Bisa membantu jika bau berasal dari perangkap air yang mengering. Air akan mengisi kembali perangkap tersebut sehingga membantu menghalangi gas saluran pembuangan masuk ke ruangan. Namun, cara ini tidak menyelesaikan semua penyebab bau.
4. Apakah cairan pembersih saluran selalu efektif menghilangkan bau?
Tidak selalu. Cairan pembersih dapat membantu mengatasi kotoran tertentu, tetapi tidak memperbaiki perangkap air yang rusak, sambungan pipa yang bocor, atau gangguan ventilasi. Gunakan produk sesuai petunjuk dan jangan mencampur bahan kimia.
5. Kapan perlu memanggil teknisi untuk mengatasi bau floor drain?
Hubungi teknisi jika bau terus kembali setelah saluran dibersihkan dan perangkap air diperiksa, atau jika muncul suara berdeguk, aliran lambat, genangan, maupun air yang kembali naik dari saluran.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372991/original/053830700_1791942796-26853853-1e86-4c1d-b783-dd0950a89d02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9122058/original/005361700_1783068823-Gemini_Generated_Image_bnlimxbnlimxbnli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374446/original/024659100_1792051603-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431221/original/051299100_1764731953-taman_resapan_air_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374509/original/082697200_1792053974-Gemini_Generated_Image_fsx6ycfsx6ycfsx6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365326/original/006143100_1791173447-b28Fe0VDc2SOJHgIHrLOmVXWYPa1LUhfWsIpXnGV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374524/original/076834600_1792054320-Untitledl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354875/original/099619200_1790065295-5LfiQMFvMm9YZWBKBg003J4slrJJNWY9NqGvf2N8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374664/original/064830800_1792058834-Gemini_Generated_Image_8wzd0t8wzd0t8wzd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374504/original/093885100_1792053966-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash__1_.jpg)