Cara Menanam Bawang Merah untuk Pemula, Panduan Lengkap dari Bibit hingga Panen

Cara menanam bawang merah untuk pemula, mulai memilih bibit, media tanam, teknik tanam di pot dan polybag, perawatan, hingga panen umbi segar di rumah.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 21:02 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam bawang merah untuk pemula sebenarnya sederhana dan bisa dimulai di pekarangan hingga di dalam pot maupun polybag. Modalnya cukup umbi tua yang sehat, media tanam gembur, serta lokasi dengan sinar matahari penuh.

Kuncinya terletak pada pemilihan bibit, pengaturan jarak tanam, dan penyiraman yang tidak berlebihan. Dengan menerapkan cara menanam bawang merah untuk pemula secara bertahap, umbi segar bisa dipanen sekitar dua bulan setelah tanam.

Bawang merah menyukai tanah gembur, kaya bahan organik, dan berdrainase baik. Sebagaimana disampaikan Kementerian Pertanian, media untuk bawang merah sebaiknya sedikit asam hingga netral dengan pH sekitar 5,6 sampai 7 dan bertekstur agak liat agar umbi tumbuh optimal. Tanaman ini juga membutuhkan penyinaran matahari penuh setiap hari agar pembentukan umbi berlangsung maksimal.

Persiapan Bibit dan Media Tanam yang Tepat

Persiapan Bibit dan Media Tanam yang Tepat

Tahap paling awal dalam cara menanam bawang merah untuk pemula adalah menyiapkan bibit unggul dan media tanam yang subur. Persiapan yang matang menentukan lebih dari separuh keberhasilan panen.

  1. Pilih umbi bibit berkualitas: Gunakan bibit yang berkualitas dari tanaman cukup tua, berbentuk bulat penuh, berkulit halus dan mengilap, keras, serta bebas bintik hitam tanda penyakit.

  2. Perhatikan masa dormansi: Umbi ideal telah disimpan beberapa bulan sejak panen sehingga tunasnya mulai muncul, karena umbi yang sudah bertunas akan tumbuh lebih cepat dan seragam.

  3. Potong ujung umbi: Potong sekitar sepertiga bagian ujung atas umbi untuk memecah dormansi dan merangsang pertumbuhan tunas yang lebih cepat.

  4. Racik media tanam: Campurkan tanah gembur, pupuk kompos atau kandang matang, dan arang sekam dengan perbandingan sekitar 1:1:1 agar media subur, remah, dan berdrainase baik.

  5. Atur keasaman tanah: Pastikan pH tanah berada di kisaran 5,6 sampai 7. Bila tanah terlalu asam, tambahkan dolomit untuk menetralkannya.

  6. Siapkan wadah atau bedengan: Untuk lahan sempit, gunakan pot atau polybag berlubang; untuk lahan luas, buat bedengan gembur dengan saluran pembuangan air yang lancar.

Mengutip GrowVeg, setiap umbi atau set yang ditanam akan membelah membentuk tiga hingga sepuluh umbi baru, sehingga satu bibit dapat memberi banyak hasil. Fakta inilah yang membuat bawang merah tergolong tanaman ramah bagi pekebun pemula. Ellen Wells, penulis hortikultura, dikutip dari Gardening Know How menyatakan, "Bawang merah ternyata sangat mudah ditanam."

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah dari Umbi dan Biji hingga Panen

Langkah Menanam Bawang Merah untuk Pemula

Langkah Menanam Bawang Merah untuk Pemula

Setelah bibit dan media siap, langkah berikutnya dalam cara menanam bawang merah untuk pemula adalah menancapkan umbi dengan posisi dan jarak yang benar. Teknik yang tepat membuat umbi leluasa membelah sekaligus terhindar dari pembusukan, baik di lahan luas maupun di lahan sempit.

  1. Buat lubang tanam: Buat lubang dangkal dengan jarak antar-tanaman sekitar 15 x 20 cm di bedengan, atau 10 sampai 15 cm bila menanam di pot dan polybag.

  2. Posisikan tunas menghadap atas: Tancapkan umbi dengan bekas potongan atau calon tunas menghadap ke atas agar tunas tumbuh lurus menuju permukaan.

  3. Benamkan dua pertiga bagian: Benamkan sekitar dua pertiga umbi ke dalam media dan sisakan sepertiga ujungnya tetap menyembul di permukaan untuk mencegah busuk.

  4. Gunakan wadah memadai: Untuk polybag atau pot minimal 30 x 30 cm, isi media hingga sekitar 80 persen dan tanam maksimal tiga umbi dengan jarak 10 sampai 15 cm agar rumpun punya ruang membelah.

  5. Pastikan drainase dan cahaya: Wadah wajib berlubang di dasarnya, dan tempatkan di lokasi yang menerima sinar matahari langsung minimal enam jam sehari.

  6. Tutup tipis dan siram: Tutup pangkal umbi dengan media halus, lalu siram secukupnya hingga lembap tanpa menggenang.

Bawang merah tidak menyukai media yang terlalu basah karena rentan membusuk dan terserang jamur. Dilansir dari RHS, bila tanah tidak berdrainase baik sebaiknya bawang merah ditanam di bedengan tinggi atau wadah, sebab tanaman ini umumnya kurang cocok di growing bag. Sebisa mungkin hindari menanam di bekas lahan yang baru ditanami bawang atau anggota keluarga bawang lain untuk memutus siklus penyakit.

Baca juga: Panduan Menanam Bawang Merah di Pot Vertikal untuk Lahan Super Sempit

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah yang Hampir Busuk di Botol Plastik

Perawatan, Penyiraman, hingga Masa Panen

Perawatan harian menjadi tahap yang paling menentukan hasil akhir. Konsistensi dalam menyiram, memupuk, menyiangi gulma, dan mengendalikan hama adalah kunci sukses cara menanam bawang merah untuk pemula.

  1. Siram secara terukur: Sirami satu hingga dua kali sehari pada pagi atau sore di musim kemarau, tetapi kurangi bila media masih lembap agar umbi tidak busuk.

  2. Siram di pangkal tanaman: Arahkan air ke pangkal, bukan ke daun, untuk menekan risiko penyakit jamur yang menyerang saat kelembapan tinggi.

  3. Beri pupuk susulan: Berikan pupuk seperti NPK atau organik saat tanaman berumur sekitar dua minggu dan diulang pada empat minggu, secukupnya di sekitar tanaman.

  4. Siangi gulma: Cabut gulma di sekitar tanaman, terutama pada dua minggu pertama saat gulma tumbuh paling cepat dan bersaing merebut hara.

  5. Kendalikan hama: Awasi hama seperti ulat, thrips, dan bercak daun; gunakan pestisida nabati untuk serangan ringan sesuai prinsip pengendalian hama terpadu, terlebih jika ingin umbi tumbuh sehat agar berumbi besar.

  6. Panen tepat waktu: Panen saat sekitar 60 persen daun menguning, rebah, dan leher batang melunak, biasanya pada umur 60 sampai 70 hari.

  7. Keringkan dan simpan: Jemur atau angin-anginkan umbi hingga kulit luarnya kering dan bergemerisik saat disentuh, lalu simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi.

Kebutuhan air harus dijaga stabil karena kekeringan saat pembentukan umbi bisa menurunkan hasil. Berdasarkan panduan BBC Gardeners' World, siramlah di pangkal tanaman dan hindari membasahi daun untuk membantu mencegah penyakit jamur seperti busuk putih. Mengacu pada Almanac, bawang merah tidak suka kekeringan dan sebaiknya mendapat sekitar 2,5 cm air per minggu, baik dari hujan maupun penyiraman.

Menjelang panen, penyiraman dikurangi agar umbi cepat kering dan lebih awet disimpan. Bob Flowerdew, pakar berkebun organik, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Panen bawang merah begitu daunnya layu, dan jangan pernah menekuk daunnya ke bawah karena hal itu akan menurunkan daya simpannya."

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah di Lahan Kering

Baca juga: Cara Membuat Kebun Bawang Merah Gantung

Fakta Penting dan Keunggulan Budidaya Bawang Merah

Fakta Penting dan Keunggulan Budidaya Bawang Merah

Selain langkah teknis, ada sejumlah fakta yang membuat bawang merah menjadi tanaman ramah pemula sekaligus menguntungkan. Memahaminya membantu Anda mengambil keputusan yang tepat sejak memilih bibit hingga menyimpan hasil panen.

  • Satu umbi jadi banyak: Sebagaimana diungkapkan Cornell University, bawang merah tumbuh membentuk rumpun umbi kecil, bukan satu umbi besar seperti bawang bombai, sehingga sangat hemat bibit.

  • Dua bentuk umbi: Ada dua tipe umum, yaitu bawang merah bulat standar dan tipe memanjang menyerupai pisang (banana shallot), dan keduanya sama-sama beraroma tajam serta layak dicoba.

  • Bisa dari umbi atau biji: Perbanyakan lewat umbi lebih mudah dan cepat karena satu set menghasilkan serumpun umbi baru, sedangkan satu biji hanya menumbuhkan satu umbi. Metode biji atau true shallot seed lebih murah dan cenderung bebas penyakit meski butuh waktu lebih lama.

  • Jarak tanam menentukan ukuran: Jarak yang rapat cenderung menghasilkan umbi tunggal kecil, sedangkan jarak lebih longgar memberi ruang bagi umbi membentuk rumpun besar.

  • Fleksibel di lahan sempit: Bawang merah bisa ditanam di pot, polybag, pipa vertikal, botol bekas, bahkan hidroponik tanpa tanah.

  • Tanaman dwimusim: Bawang merah termasuk tanaman dwimusim yang membentuk umbi pada tahun pertama, lalu berbunga dan berbiji pada periode berikutnya.

  • Daya simpan panjang: Setelah dikeringkan dengan benar, umbi bawang merah bisa bertahan berbulan-bulan, bahkan sampai setahun.

  • Kaya manfaat: Umbi dan daunnya berguna sebagai bumbu, dan bawang merah dikenal mengandung antioksidan yang baik bagi kesehatan.

Merujuk publikasi USU Extension, penanaman dengan kerapatan tinggi menghasilkan umbi tunggal yang lebih kecil, sedangkan jarak tanam yang lebih longgar justru menghasilkan rumpun umbi yang lebih banyak. Prinsip sederhana ini bisa langsung diterapkan pemula sesuai target hasil. Kevin Espiritu, pendiri Epic Gardening, dikutip dari Sunset menuturkan, "Berkebun adalah soal menemukan apa yang paling cocok dengan kondisi yang Anda miliki."

Untuk menekan penyakit, drainase yang baik adalah segalanya. Sebagaimana dilaporkan Fine Gardening, menaburkan abu kayu pada bedengan yang baru ditanami dapat membantu mengusir layu dan cacing pengganggu. Bagi yang menanam dari biji, penyimpanan benih pun penting; K Greene dari Hudson Valley Seed, dikutip dari A Way to Garden, mengingatkan bahwa kondisi penyimpanan benih yang ideal adalah, "Sejuk, gelap, dan kering."

Baca juga: 5 Cara Menanam Bawang Merah Metode Hidroponik untuk Pemula

Baca juga: Manfaat Bawang Merah bagi Kecantikan

Baca juga: Mengenal Ciri-ciri Bawang Merah, Karakteristik, dan Budidayanya

Baca juga: Manfaat Kulit Bawang yang Sering Terbuang

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Bawang Merah

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Bawang Merah

Berapa lama bawang merah bisa dipanen?

Bawang merah umumnya siap dipanen pada umur sekitar 60 hingga 70 hari, ditandai daun yang menguning, rebah, dan leher batang yang melunak. Waktu pastinya bergantung pada varietas serta kondisi lingkungan tanam.

Apakah bawang merah bisa ditanam dari sisa dapur?

Bisa. Umbi bawang merah konsumsi yang sudah tua dan mulai bertunas dapat langsung dijadikan bibit, asalkan sehat, keras, dan bebas tanda pembusukan. Potong sedikit ujungnya untuk mempercepat munculnya tunas.

Berapa ukuran pot yang ideal untuk menanam bawang merah?

Gunakan pot atau polybag berukuran minimal sekitar 30 x 30 cm dengan lubang drainase yang baik. Ukuran tersebut cukup untuk menanam beberapa umbi sekaligus dengan jarak memadai agar rumpun umbi berkembang optimal.

Dengan bibit yang sehat, media gembur, penyiraman terukur, dan cahaya matahari yang cukup, siapa pun dapat memanen bawang merah sendiri di rumah. Mulailah dari skala kecil di pot atau polybag, lalu tingkatkan seiring bertambahnya pengalaman dan kepercayaan diri Anda.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6