Moisturizer Dipakai Sesudah atau Sebelum Serum? Ini Urutan Tepat untuk Hasil Maksimal

Bingung moisturizer dipakai sesudah atau sebelum serum? Simak urutan skincare pagi dan malam yang benar, jeda pemakaian, serta tips memilih pelembap.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 15:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan soal moisturizer dipakai sesudah atau sebelum serum masih sering membingungkan, terutama bagi pemula yang baru menyusun rutinitas perawatan kulit. Urutan yang keliru bisa membuat bahan aktif serum tidak terserap maksimal, sehingga hasil yang diharapkan sulit terlihat.

Jawaban yang paling banyak disepakati adalah serum dipakai lebih dulu, lalu moisturizer sebagai lapisan penutup. Urutan ini membuat bahan aktif serum bekerja lebih optimal sebelum dikunci oleh pelembap.

Dermatolog bersertifikat yang dikutip NBC Select juga menganjurkan urutan dari produk bertekstur paling ringan ke yang paling kental. Penjelasan tentang cara kerja pelembap sebagai pelindung kulit juga tercantum dalam referensi dermatologi DermNet NZ.

Berikut adalah moisturizer dipakai sesudah atau sebelum serum dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, (13/10/2026).

 

Mengapa Serum Dipakai Lebih Dulu?

Serum umumnya berbentuk cair atau gel ringan dengan konsentrasi bahan aktif yang tinggi. Tekstur yang encer membuatnya cepat meresap, sehingga kandungan di dalamnya bisa langsung bekerja di lapisan kulit.

Moisturizer memiliki tekstur lebih pekat dan biasanya mengandung minyak atau lemak. Jika moisturizer dioleskan lebih dulu, lapisannya bisa menghalangi serum masuk ke kulit. Akibatnya, serum hanya berada di permukaan dan sebagian besar manfaatnya terbuang.

Prinsip ini sejalan dengan panduan umum rutinitas skincare, yaitu mengaplikasikan produk dari tekstur paling ringan hingga paling kental. Dengan cara ini, setiap lapisan memiliki kesempatan untuk meresap sebelum ditutup produk berikutnya.

Peran Moisturizer sebagai Penutup Kulit

Moisturizer bekerja dengan dua cara utama. Bahan humektan, seperti gliserin dan asam hialuronat, menarik air ke lapisan kulit. Sementara bahan oklusif membentuk lapisan minyak di permukaan untuk mengurangi penguapan air dari kulit.

Menurut DermNet NZ, bahan oklusif membentuk lapisan hidrofobik di permukaan kulit sehingga mengurangi hilangnya air melalui penguapan. Situs yang memuat informasi dermatologi tersebut juga menyebut bahwa kulit yang sangat kering dapat memperoleh manfaat dari pelembap oklusif yang dioleskan lebih sering.

Penelitian mengenai fungsi pelembap juga terus dikembangkan. Hong, S., dkk. (2023), dalam artikel berjudul Development of an in vitro Functional Assay to Evaluate the Occlusive Properties of Moisturizers on Dry Skin, menguji kemampuan oklusif pelembap menggunakan model kulit tiga dimensi. Hasilnya menunjukkan perbedaan efek antara bahan humektan, yaitu gliserol, dan bahan oklusif, yaitu petrolatum, terhadap fungsi skin barrier.

Artinya, serum memberikan bahan aktif, sedangkan moisturizer membantu menjaga bahan tersebut tetap berada di kulit. Keduanya saling melengkapi dan tidak bisa menggantikan satu sama lain.

Urutan Skincare Pagi Hari

Rutinitas pagi berfokus pada perlindungan kulit dari paparan sinar UV dan polusi. Pelembap sebaiknya dipakai setelah toner atau serum dan sebelum tabir surya.

Urutan pagi yang umum dilakukan adalah:

1. Pembersih wajah

Bersihkan wajah dari sisa minyak dan kotoran yang menumpuk saat malam hari.

2. Toner atau essence (opsional)

Produk ini membantu menyegarkan kulit dan menyiapkannya untuk tahap berikutnya.

3. Serum

Serum vitamin C atau serum berbahan niasinamida sering dipilih untuk penggunaan pagi. Pastikan serum sudah meresap sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

4. Moisturizer

Pelembap mengunci kandungan serum dan menjaga kelembapan kulit sepanjang hari.

5. Tabir surya

Tabir surya dipakai paling akhir. Sunscreen menjadi langkah terakhir dalam rangkaian skincare pagi.

 

Urutan Skincare Malam Hari

Rutinitas malam berfokus pada perbaikan kulit. Double cleansing bagi Anda yang memakai makeup, yakni membersihkan wajah dengan pembersih berbasis minyak atau air micellar terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan pembersih biasa.

Setelah itu, lanjutkan dengan toner, serum sesuai kebutuhan kulit, dan moisturizer. Serum yang mengandung retinol umumnya lebih cocok dipakai pada malam hari.

Tahap moisturizer tetap menjadi penutup. Dengan begitu, bahan aktif yang dioleskan sebelumnya tidak mudah menguap.

 

Berapa Lama Jeda antara Serum dan Moisturizer?

Jeda yang dibutuhkan umumnya sekitar satu hingga dua menit. Anda bisa menunggu sampai serum terasa sudah meresap dan tidak lengket lagi di permukaan kulit.

Jeda ini penting, terutama jika serum memiliki tekstur yang lebih kental. Jika moisturizer langsung dioleskan saat serum masih basah, produk bisa menggumpal dan membuat kulit terasa tidak nyaman.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Banyak orang keliru menganggap serum sudah cukup untuk melembapkan kulit. Padahal, tidak memakai pelembap setelah serum kurang disarankan. Beberapa serum memang mengandung bahan pelembap, tetapi perannya tidak sekuat moisturizer.

Kesalahan lain adalah menumpuk terlalu banyak produk tanpa jeda. Setiap produk membutuhkan waktu untuk meresap, sehingga pemakaian yang terburu-buru bisa membuat kandungan aktif tidak bekerja optimal.

Selain itu, mengingatkan pentingnya tes alergi sebelum memakai produk baru. Caranya, oleskan sedikit produk di area dekat wajah, misalnya di belakang telinga atau di lengan bagian dalam, selama 24 hingga 48 jam. Jika muncul kemerahan, gatal, atau bengkak, hentikan pemakaian.

Memilih Moisturizer Sesuai Jenis Kulit

Pemilihan moisturizer sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit. Pelembap bertekstur gel atau oil-free untuk kulit berminyak, karena teksturnya lebih ringan dan tidak menambah rasa lengket.

Untuk kulit kering, pilih pelembap yang lebih kaya bahan oklusif atau ceramide. DermNet NZ menyebut kulit yang sangat kering mungkin membutuhkan pelembap yang lebih berminyak, sedangkan kulit yang sedikit kering cukup memakai pelembap ringan, terutama pada malam hari.

Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif atau berjerawat, pilih produk yang bebas pewangi dan bersifat non-komedogenik. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter kulit.

Pentingnya Memilih Produk yang Aman

Urutan pemakaian yang benar tidak akan maksimal jika produk yang dipakai tidak aman. Jurnal pengabdian masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat, dalam artikel Edukasi “Kenali Skincare Aman dari Kemasan” (2026), menekankan pentingnya membaca label kemasan dan memastikan produk memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jurnal tersebut merujuk data BPOM RI yang menyebutkan bahwa pada 2025 lembaga itu menindak 26 produk kosmetik, termasuk skincare, yang terbukti mengandung bahan berbahaya atau dilarang. Karena itu, Anda disarankan memeriksa nomor registrasi BPOM sebelum membeli produk.

Serum dipakai lebih dulu, kemudian moisturizer sebagai penutup. Urutan ini membuat bahan aktif serum meresap optimal dan kelembapan kulit tetap terjaga.

Untuk hasil terbaik, perhatikan jeda pemakaian, lakukan tes alergi pada produk baru, dan pilih moisturizer yang sesuai jenis kulit. Konsultasikan ke dokter kulit jika kulit mengalami iritasi atau masalah yang tidak kunjung membaik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Moisturizer Dipakai Sesudah atau Sebelum Serum?

1. Moisturizer dipakai sesudah atau sebelum serum?

Moisturizer dipakai sesudah serum. Serum dioleskan lebih dulu agar meresap, lalu moisturizer menutupnya.

2. Apakah boleh memakai moisturizer dulu lalu serum?

Sebaiknya tidak. Lapisan moisturizer yang pekat bisa menghalangi serum meresap ke kulit.

3. Berapa lama jeda antara serum dan moisturizer?

Umumnya sekitar satu hingga dua menit, atau sampai serum tidak lengket lagi di kulit.

4. Apakah serum bisa menggantikan moisturizer?

Tidak bisa. Serum berfungsi memberikan bahan aktif, sedangkan moisturizer menjaga kelembapan dan melindungi kulit.

5. Di mana posisi tabir surya dalam urutan skincare pagi?

Tabir surya dipakai paling akhir, setelah serum dan moisturizer.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6