Liputan6.com, Jakarta - Rice cooker telah menjadi salah satu perkakas rumah tangga paling esensial yang hampir selalu ada di setiap dapur untuk membuat proses memasak nasi menjadi jauh lebih praktis. Cara kerjanya yang tergolong sederhana, yakni memanaskan air hingga mendidih lalu mendeteksi saat air habis, membuat siapa saja dapat mengoperasikannya dengan mudah. Kendati demikian, banyak orang masih sering melakukan kesalahan dalam pengoperasiannya sehari-hari.
Kesalahan-kesalahan kecil saat menggunakan penanak nasi ini tak hanya berisiko menurunkan kualitas tekstur nasi, tetapi juga dapat memboroskan listrik hingga memicu bahaya keselamatan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai kekeliruan tersebut agar pemakaian perangkat menjadi lebih optimal.
Berikut adalah kumpulan kesalahan saat menggunakan rice cooker yang paling sering dilakukan beserta penjelasan lengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
Â
1. Membuka dan Mengaduk Nasi Segera Setelah Matang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295008/original/003877500_1783912245-OV3QPvmfQXwFKYKaXKpoiCJAhTgLZWzrajOkixsF.jpg)
Banyak orang memiliki kebiasaan langsung membuka tutup dan mengaduk nasi begitu tombol penanak beralih ke mode penghangat. Padahal, kebiasaan tersebut justru mengganggu proses akhir pematangan nasi di dalam panci. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Food Process Engineering, nasi yang baru matang memiliki tingkat kelembapan serta gelatinisasi pati yang belum merata di setiap bagiannya. Alih-alih langsung membukanya, biarkan panci tetap tertutup selama beberapa menit agar uap air terdistribusi sempurna sebelum diaduk perlahan.
Â
Advertisement
2. Tidak Mencuci Beras Terlebih Dahulu
Melewatkan tahapan mencuci beras sebelum memasukkannya ke dalam rice cooker sering dianggap dapat menghemat waktu memasak. Padahal, beras menyimpan kandungan pati luar yang cukup tinggi dan akan lepas saat terkena air panas. Jika pati tersebut tidak dibilas hingga bersih, sisa patinya akan mengendap kembali dan membuat tekstur nasi menjadi terlalu menggumpal serta lengket. Disarankan untuk membilas beras sebanyak tiga hingga empat kali sampai air cuciannya terlihat relatif jernih.
Â
3. Salah Menggunakan Takaran Rasio Air dan Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302934/original/043280300_1784613790-c0f1e64a-e57a-4606-b1b3-aa2fd1df33ac.jpg)
Menakar air dan beras secara asal-asalan merupakan salah satu kesalahan fatal yang sering berakibat fatal pada hasil akhir masakan. Penggunaan air yang terlalu sedikit akan membuat butiran nasi menjadi keras dan mentah, sementara kelebihan air justru menghasilkan bubur atau nasi yang terlalu lembek. Setiap jenis beras, seperti beras putih pendek maupun beras merah, memerlukan takaran perbandingan cairan yang berbeda agar matang secara sempurna.
Â
Advertisement
4. Menggunakan Pengaturan yang Sama untuk Semua Jenis Beras
Sebagian besar rice cooker modern telah dilengkapi dengan beragam pilihan menu khusus, mulai dari beras putih, beras merah, sushi, hingga bubur. Mengabaikan fitur ini dan selalu menggunakan satu mode yang sama untuk seluruh jenis beras merupakan kekeliruan besar. Mesin dirancang dengan siklus pemanasan spesifik yang berbeda agar setiap varietas biji-bijian dapat matang dengan tingkat kelembapan optimal.
Â
5. Tidak Menggunakan Teknik Mengaduk (Fluffing) Nasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478968/original/016502600_1768962805-Mengambil_nasi_dari_panci_rice_cooker_dengan_centong__Gemini_AI_.jpg)
Setelah mendiamkan nasi selama beberapa menit pasca-matang, banyak orang langsung menyendoknya tanpa melalui proses fluffing atau mem-pusa-kan nasi. Padahal, melewatkan langkah ini membuat butiran nasi di bagian bawah dan atas tetap menggumpal dengan kadar air yang tidak merata. Gunakan sendok khusus plastik, kayu, atau garpu secara perlahan untuk mengangkat dan memisahkan butiran nasi agar uap panasnya keluar dengan sempurna.
Â
Advertisement
6. Sering Membuka Tutup Rice Cooker Saat Proses Memasak
Rasa penasaran atau keinginan untuk mengecek tingkat kematangan nasi sering kali membuat orang tergoda untuk terus-menerus membuka tutup penanak. Kebiasaan mengintip ini sangat tidak dianjurkan karena menyebabkan uap panas yang krusial bagi proses pemasakan terbuang sia-sia. Akibatnya, nasi berisiko menjadi matang tidak merata atau bahkan bertekstur agak mentah di beberapa bagian.
Â
7. Membiarkan Rice Cooker dalam Mode 'Warm' Terlalu Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499853/original/063208400_1770797030-nasi_rice_cooker.jpg)
Fitur penghangat otomatis (warm) sangat membantu menjaga suhu nasi agar tetap hangat untuk dikonsumsi dalam waktu dekat. Kendati demikian, membiarkan mode ini aktif selama berjam-jam atau seharian penuh merupakan tindakan pemborosan energi yang nyata. Berdasarkan studi tahun 2012 oleh peneliti Jepang, fungsi penghangat menyumbang porsi konsumsi listrik yang cukup besar sekaligus membuat tekstur nasi menjadi kering, menguning, atau berkerak di bagian dasarnya.
Â
Advertisement
8. Menutup Bagian Luar Rice Cooker dengan Kain
Upaya untuk menghemat listrik atau menjaga agar nasi tetap hangat dengan cara menutup bodi atau tutup atas rice cooker menggunakan kain sering dijumpai di rumah tangga. Padahal, tindakan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan secara tegas melanggar pedoman keselamatan produsen alat elektronik. Kain penutup dapat menghalangi sirkulasi udara pada katup uap, memicu perubahan warna bodi mesin, hingga meningkatkan risiko korsleting pada panel kontrol elektronik.
Â
9. Mengisi Kapasitas Panci Secara Berlebihan (Overfilling)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002378/original/084828000_1731395002-chopsticks-steamer-with-rice.jpg)
Mencoba menanak beras dalam jumlah yang melampaui batas maksimum kapasitas panci demi kepraktisan seringkali berujung pada kekacauan di dapur. Ketika volume beras dan air melewati garis batas aman (fill line), cairan kanji akan mendidih meluap melalui celah penutup dan mengotori meja. Pilihan terbaik adalah memasak dalam porsi yang lebih kecil atau beralih menggunakan unit penanak berkapasitas lebih besar.
Â
Advertisement
10. Menggunakan Alat Pengaduk Berbahan Logam
Banyak orang kerap menggunakan sendok atau sendok sayur berbahan logam konvensional saat mengambil nasi dari dalam rice cooker. Kebiasaan ini merupakan kesalahan fatal karena lapisan antilengket (non-stick coating) pada bagian dalam panci sangat rentan tergores. Goresan akibat benda tajam atau logam akan merusak lapisan pelindung tersebut, membuat nasi menjadi mudah lengket, dan memperpendek usia pakai perangkat.
Â
Pertanyaan Umum Seputar Penggunaan Rice Cooker
Q:Â Mengapa nasi di dalam rice cooker sering cepat kering dan menguning?
A: Nasi cepat kering dan menguning umumnya disebabkan oleh terlalu lama membiarkan perangkat menyala dalam mode penghangat (warm). Suhu panas yang konstan dalam waktu lama akan menguapkan sisa kelembapan nasi secara berlebihan.
Q:Â Apakah aman meninggalkan rice cooker menyala ditinggal tidur atau bepergian?
A: Meskipun rice cooker memiliki fitur otomatis, meninggalkannya menyala tanpa pengawasan dalam waktu lama tidak dianjurkan demi alasan keamanan kelistrikan rumah tangga.
Q:Â Bagaimana cara membersihkan panci rice cooker agar lapisan antilengketnya awet?
A: Gunakan spons lembut dan cairan pencuci piring non-abrasif saat membersihkan bagian dalam panci. Hindari penggunaan sikat kawat atau merendam panci panas langsung dengan air dingin secara mendadak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371526/original/066727700_1791793444-68b2dd12-ee8b-437c-ad86-4dcbcbcbde59.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367864/original/056752400_1791365309-Gemini_Generated_Image_s26n5is26n5is26n.jpg)