Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi bau ternak gurami di kolam terpal dimulai dari mengurangi sisa pakan dan kotoran yang membusuk. Setelah itu, ganti sebagian air dan tambahkan bakteri baik.
Bau tidak sedap biasanya berasal dari amonia dan lumpur di dasar terpal. Dengan langkah yang konsisten, cara mengatasi bau ternak gurami di kolam terpal ini bisa membuat kolam di pekarangan kembali nyaman.
Dilansir dari Swell UK, bau busuk dari kolam hampir pasti berasal dari penumpukan limbah yang membusuk, seperti daun busuk, pakan, kotoran ikan, dan lumpur.
Advertisement
1. Atur Pemberian Pakan agar Tidak Tersisa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330467/original/037558100_1787382301-Budidaya_gurame_tanpa_kolam_tanah_untuk_panen_yang_melimpah_di_lahan_sempit_pekarangan_rumah_dengan_keunggulan_menggunakan_media_terpal.jpg)
Sumber bau paling umum adalah pakan berlebih, jadi langkah pertama dalam cara mengatasi bau ternak gurami di kolam terpal adalah memperbaiki pola makan ikan. Contoh sederhananya, pelet yang tenggelam dan tidak termakan akan membusuk dalam beberapa hari.
Sebagaimana disampaikan Pond Informer, ikan yang diberi pakan berkualitas rendah akan menghasilkan lebih banyak amonia dan limbah dibandingkan pakan berkualitas tinggi.
- Uji porsi lima menit: Berikan pakan sedikit demi sedikit. Kalau ikan tidak menghabiskan pakan dalam lima menit, berarti pakan yang diberikan terlalu banyak.
- Pilih pakan berkualitas: Hindari pelet murah yang banyak bahan pengisi karena sebagian besar akan keluar lagi sebagai kotoran.
- Sesuaikan kadar protein: Merujuk Blue Ribbon Koi, pakan berprotein tinggi yang diberikan berlebihan bisa meningkatkan produksi amonia.
- Kombinasikan dengan daun: Gurami bisa diberi pakan tambahan berupa daun seperti daun talas atau sente dalam jumlah yang pas.
Â
Advertisement
2. Bersihkan Lumpur dan Ganti Air Sebagian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466148/original/085234500_1767835142-Gambar_Ternak_Gurame_di_Kolam_Kecil.jpg)
Kolam terpal tidak punya tanah yang bisa menyerap limbah, sehingga kotoran mengendap di dasar. Karena itu, pembersihan rutin menjadi bagian penting dari cara mengatasi bau ternak gurami di kolam terpal.
Sebagaimana dikutip dari Water Quality Solutions, endapan organik di dasar akan membusuk, lalu bakteri anaerob mendominasi dan mengeluarkan gas yang berbau busuk.
- Sedot kotoran dasar: Gunakan selang untuk menyedot lumpur di dasar terpal, idealnya seminggu sekali.
- Ganti air 20-30 persen: Jangan langsung menguras total, karena perubahan mendadak bisa membuat gurami stres.
- Samakan kondisi air baru: Pastikan air pengganti memiliki suhu yang mirip dengan air kolam.
- Angkat ikan mati segera: Bangkai ikan yang membusuk mengeluarkan senyawa sulfat berbau busuk dan juga amonia.
Â
3. Gunakan Probiotik dan Tambah Aerasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473499/original/032237200_1768447175-Ternak_ikan_gurame_tanpa_pompa_besar__Gemini_AI_.jpg)
Bakteri baik membantu mengurai limbah sebelum berubah menjadi bau. Dalam praktiknya, probiotik bisa dicampur ke pakan atau langsung ditebar ke air sebagai pelengkap cara mengatasi bau ternak gurami di kolam terpal. Bagaimana caranya?
- Campur probiotik ke pakan: Larutkan satu tutup probiotik dalam segelas kecil air, percikkan ke pelet, diamkan beberapa menit, lalu berikan.
- Tebar probiotik ke air: Ikuti dosis pada kemasan dan lakukan secara berkala.
- Pasang aerator kecil: Gelembung udara membantu bakteri aerob bekerja dan menekan bakteri penyebab bau.
- Siapkan air sebelum tebar benih: Air bisa diberi garam, NPK, probiotik, dan molase lalu didiamkan 7-10 hari, seperti dijelaskan dalam panduan usaha ternak gurame kolam mini.
Tips: Jangan cuci filter atau perlengkapan dengan air keran berkaporit, karena bisa membunuh bakteri baik.
Advertisement
Penyebab Bau yang Perlu Kamu Kenali
Kalau kamu tahu penyebabnya, kolam akan lebih mudah dirawat. Sebagaimana diungkapkan Geoform International, lama-kelamaan sisa kotoran membentuk lumpur yang menghasilkan zat berbau.Â
- Padat tebar berlebihan: Terlalu banyak ikan membuat jumlah kotoran lebih banyak dari yang bisa diurai.
- Kurang oksigen: Air yang tenang tanpa sirkulasi memicu pembusukan anaerob.
- Pakan tersisa: Pelet yang tenggelam membusuk dan melepas amonia.
- Daun dan sampah organik: Daun yang jatuh ke kolam ikut membusuk di dasar.
- Ikan mati yang tidak terlihat: Bangkai yang terselip bisa jadi sumber bau yang kuat.
- Kurang sinar matahari: Lokasi kolam terpal sebaiknya kena matahari langsung 6-8 jam per hari, seperti dijelaskan dalam ulasan ternak gurame di kolam terpal.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ternak Gurami di Kolam Terpal
Apakah bau amonia berbahaya bagi gurami?
Ya. Kadar amonia yang tinggi bisa merusak insang, sehingga ikan stres, lemas, atau sering naik ke permukaan.
Seberapa sering air kolam terpal perlu diganti?
Umumnya cukup ganti 20-30 persen air secara berkala, misalnya seminggu sekali. Frekuensinya bisa ditambah kalau bau mulai tercium.
Apakah probiotik saja cukup untuk menghilangkan bau?
Belum tentu. Probiotik paling efektif jika dipadukan dengan pengaturan pakan, pembersihan lumpur, dan sirkulasi air yang baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379636/original/087884800_1792642017-Screenshot_2026-10-22_104742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372091/original/023457200_1791867660-01M4SRGZ07GNXSQERXGF531SXN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7828740/original/006011200_1780648545-b9376f3f-f73b-4cdf-9e60-9b04f434febe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335170/original/039778900_1787916014-c4f6b75a-f23e-4691-81a3-7f40e3cefd36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325004/original/018500400_1786783843-pakan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2289804/original/030262300_1532422235-20180724-Daging-Ayam-Naik-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313633/original/054410900_1785660775-reilly-cook-EMvo_ofE6jQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296805/original/099291300_1784026503-Untitled6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/787844/original/060603500_1419934587-enhanced-2107-1419876896-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290340/original/085831500_1783473907-Narasumber.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261580/original/038583000_1781748031-hl1.jpg)