Liputan6.com, Jakarta - Jenis tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember menjadi topik yang semakin banyak dicari masyarakat. Sistem budidaya ini dikenal praktis karena menggabungkan budidaya udang dengan tanaman dalam satu wadah. Selain hemat tempat, metode ini juga mampu menghasilkan dua keuntungan sekaligus, yakni panen udang dan tanaman segar.
Konsep budidaya terpadu seperti ini sering disebut sebagai sistem aquaponik sederhana. Air dari ember udang mengandung nutrisi alami yang berasal dari sisa pakan dan kotoran udang. Nutrisi tersebut kemudian dimanfaatkan tanaman untuk tumbuh lebih subur tanpa membutuhkan banyak pupuk tambahan.
Kini, banyak orang mulai mencoba ternak udang ember di rumah karena lebih mudah dirawat dan tidak membutuhkan modal terlalu besar. Namun, pemilihan tanaman harus diperhatikan agar pertumbuhan udang tetap optimal dan kualitas air tetap terjaga. Berikut beberapa jenis tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember.
Advertisement
1. Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196056/original/085871000_1779075590-kangkung.jpg)
Kangkung (Ipomoea aquatica) merupakan salah satu tanaman paling populer dan sangat cocok untuk sistem akuaponik, termasuk Budikdamber. Tanaman sayuran ini mempunyai daya adaptasi cukup luas terhadap kondisi iklim dan tanah di daerah tropis.
Kangkung memiliki perakaran yang tidak terlalu kuat dan memerlukan air secara terus-menerus, menjadikannya ideal untuk sistem akuaponik. Selain itu, kangkung memiliki waktu panen yang cepat, sekitar 25-30 hari setelah tanam, dan dapat dipanen berulang kali, menjadikannya pilihan efisien untuk budidaya udang ember.
Advertisement
2. Bayam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196057/original/012037900_1779075591-unnamed__21_.jpg)
Bayam (Spinacia oleracea) adalah sayuran daun lain yang sangat direkomendasikan untuk akuaponik karena kemudahan perawatannya dan toleransinya terhadap berbagai kondisi. Bayam adalah sayuran hijau berdaun yang memiliki toleransi tinggi terhadap margin kesalahan pH, membuatnya sangat ramah bagi pemula.
Tanaman ini membutuhkan nutrisi yang rendah dan dapat tumbuh subur dengan sistem akar yang pendek. Bayam dapat dipanen dalam waktu singkat, sekitar 20-25 hari setelah persemaian, memberikan hasil yang cepat dan berkelanjutan bagi sistem Budikdamber Anda.
3. Selada
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196058/original/033730000_1779075591-selada.jpg)
Selada (Lactuca sativa) adalah pilihan yang sangat baik untuk pemula dalam akuaponik karena siklus panennya yang cepat, kebutuhan nutrisi yang rendah, dan perawatannya yang sederhana. Kebutuhan nutrisi tanaman selada rendah, sedangkan kebutuhan pH-nya antara 6,0 dan 6,2, dan suhunya harus antara 60 F dan 70 F.
Selada dapat dipanen pada umur 30-35 hari. Penting untuk memanen selada tepat waktu karena jika terlalu tua, rasanya bisa menjadi pahit, sehingga menjaga kualitas hasil panen Anda.
Advertisement
4. Sawi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196059/original/059265100_1779075591-sawi.jpg)
Sawi (Brassica juncea) juga merupakan sayuran daun yang cocok untuk sistem akuaponik. Tanaman ini dapat dipanen pada umur 40 hingga 45 hari setelah tanam.
Sawi memiliki adaptasi yang baik terhadap kondisi iklim tropis dan dapat menyerap nutrisi dengan efisien dari air yang kaya limbah udang. Ini menjadikannya salah satu **jenis tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember** untuk panen yang optimal.
5. Seledri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196060/original/087651200_1779075591-seledri.jpg)
Seledri (Apium graveolens) dapat tumbuh subur dalam sistem akuaponik. Setelah disemai di media tanah, bibit seledri dapat dipindahkan ke media arang sekam akuaponik.
Seledri dapat dipanen saat daunnya sudah cukup lebar dan batangnya tinggi, menawarkan tambahan variasi sayuran segar dari sistem Budikdamber Anda.
Advertisement
6. Kemangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196061/original/012142600_1779075592-kemangi.jpg)
Kemangi (Ocimum basilicum) adalah tanaman herbal yang cocok untuk akuaponik karena kemampuannya mentoleransi suhu tinggi dan kelembapan. Aroma wangi serta rasa kemangi yang khas menjadikannya layak untuk dibudidayakan.
Tanaman ini tumbuh cepat dan dapat dipanen dalam waktu sekitar 25 hari, memberikan sentuhan aroma dan rasa khas pada hidangan Anda.
7. Tomat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196062/original/037368600_1779075592-unnamed__20_.jpg)
Meskipun membutuhkan lebih banyak nutrisi dibandingkan sayuran daun, tomat (Solanum lycopersicum) dapat dibudidayakan dalam sistem akuaponik yang lebih matang. Tomat kaya akan vitamin C dan cocok untuk berbagai metode budidaya, termasuk akuaponik.
Untuk sistem udang ember, tomat mungkin memerlukan perhatian lebih terhadap ketersediaan nutrisi dan stabilitas sistem. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, tomat bisa menjadi tambahan berharga dalam daftar jenis tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember.
Memilih jenis tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember adalah langkah awal yang krusial untuk keberhasilan sistem akuaponik Anda. Dengan kombinasi yang tepat dan pemahaman yang baik tentang kebutuhan masing-masing, sistem Budikdamber Anda akan menjadi sumber pangan yang berkelanjutan dan efisien di lahan sempit.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Cocok Digabung dengan Ternak Udang Ember
1. Apa itu Budikdamber?
Budikdamber adalah singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, sebuah sistem akuaponik sederhana yang mengintegrasikan budidaya ikan (atau udang) dan tanaman dalam satu wadah ember.
2. Mengapa penting memilih tanaman yang cocok digabung dengan ternak udang ember?
Pemilihan tanaman yang tepat memastikan keseimbangan ekosistem akuaponik, di mana limbah udang dapat diserap optimal oleh tanaman sebagai nutrisi, dan tanaman membantu menyaring air untuk udang.
3. Apa keuntungan utama dari sistem akuaponik udang ember?
Keuntungan utamanya meliputi efisiensi lahan dan air, biaya operasional yang rendah, tidak memerlukan pupuk kimia, serta menghasilkan panen ganda (udang dan sayuran).
4. Jenis tanaman apa yang paling mudah ditanam dalam akuaponik udang ember untuk pemula?
Sayuran daun seperti kangkung, bayam, dan selada sangat direkomendasikan untuk pemula karena pertumbuhannya yang cepat, kebutuhan nutrisi yang rendah, dan toleransi yang baik terhadap kondisi akuaponik.
5. Bagaimana tanaman membantu udang dalam sistem akuaponik?
Akar tanaman berfungsi sebagai filter alami yang menyerap nitrat (hasil penguraian amonia dari limbah udang) sebagai nutrisi, sehingga membantu menjaga kualitas air tetap bersih dan sehat bagi udang.Infographic
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196055/original/060949900_1779075590-selada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782450/original/088107900_1782887069-Tanaman_Air_yang_Bisa_Dijadikan_Pakan_Ikan_Rumahan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8316532/original/053227700_1782184160-Menanam_Kangkung_Menggunakan_Air_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7432931/original/095775000_1780209687-karung_kolam_lele_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261991/original/084952300_1781765852-1884460049736883485.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7006641/original/079068700_1779778284-Budikdamber_Klasik_-_Lele___Kangkung.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7661658/original/011228900_1780455005-Inspirasi_Kolam_Ikan_Semen_Mini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7602222/original/069801100_1780386037-Gemini_Generated_Image_g0k92ng0k92ng0k9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7590578/original/067406700_1780372905-15582572677338542504.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7586430/original/087324400_1780368192-Kolam_Ikan_Mini_untuk_Halaman_Cor_Beton.jpeg)