Liputan6.com, Jakarta - Bau kencing kucing yang menyengat di lantai keramik seringkali menjadi masalah pelik bagi pemilik hewan peliharaan. Aroma tidak sedap ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sulit dihilangkan secara tuntas karena kandungan asam urat dalam urin kucing yang dapat menempel kuat pada permukaan dan nat keramik. Jika tidak segera ditangani dengan benar, bau tersebut cenderung muncul kembali, terutama saat kondisi lembap, membuat upaya pembersihan biasa terasa sia-sia dan hanya memperluas masalah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan khusus dan produk yang tepat sebagai cara menghilangkan bau kencing kucing di lantai keramik secara menyeluruh.
Banyak pemilik kucing menghadapi tantangan dalam menemukan cara menghilangkan bau kencing kucing di lantai keramik yang benar-benar ampuh. Membersihkan dengan pel biasa atau deterjen rumah tangga umumnya tidak cukup untuk memecah kristal asam urat yang menjadi penyebab utama bau tak sedap. Kristal ini dapat mengendap di pori-pori keramik dan nat, sehingga bau akan terus tercium meskipun lantai terlihat bersih. Memahami komposisi urin kucing dan cara kerjanya pada permukaan keramik adalah kunci untuk menerapkan metode pembersihan yang paling efektif.
Berikut ini telah Liputan6 bahas berbagai metode dan langkah-langkah praktis sebagai cara menghilangkan bau kencing kucing di lantai keramik secara total.Â
Advertisement
Serap Cairan Urin Segera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500554/original/053842300_1770870012-f1db0805-958c-463c-92e5-a663c4e7cd7d.png)
Penanganan awal yang cepat sangat penting untuk mencegah bau urin kucing menyebar dan meresap lebih dalam ke permukaan keramik dan nat. Jangan langsung mengepel urin yang masih basah karena akan membuat area sebaran bau semakin luas.
- Segera gunakan tisu dapur atau kain bekas yang bersih dan memiliki daya serap tinggi.
- Tekan-tekan area yang terkena urin dengan kuat untuk menyerap cairan sebanyak mungkin.
- Lanjutkan menekan hingga area tersebut terasa benar-benar kering.
- Buang tisu atau kain bekas yang telah digunakan ke tempat sampah di luar rumah untuk menghindari bau tertinggal di dalam ruangan.
Advertisement
Gunakan Pembersih Enzimatik untuk Hasil Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500553/original/094365700_1770870011-324ebf87-cc54-41d8-8f51-cd08a7be0c9a.png)
Pembersih enzimatik adalah solusi paling efektif karena dirancang khusus untuk memecah kristal asam urat yang terkandung dalam urin kucing. Urin kucing mengandung kristal asam urat yang hanya bisa dipecah oleh enzim khusus. Pembersih lantai biasa sering kali gagal menghancurkan komponen ini.
Produk ini bekerja dengan teknologi enzimatik yang mampu menembus serat kain, lantai, karpet, sofa, hingga area lain yang terkena urin. Pembersih enzimatik tidak hanya sekadar menutupi bau, tetapi benar-benar menghancurkan sumber penyebab aroma tidak sedap. Enzim bekerja secara alami untuk menghilangkan bau hingga ke akarnya.
- Semprotkan cairan pembersih enzimatik secara merata pada seluruh area yang terkena noda dan bau urin.
- Biarkan cairan bekerja selama 10 hingga 15 menit. Waktu ini memungkinkan enzim untuk secara efektif memecah sisa-sisa protein urin yang mungkin mengendap di sela-sela nat keramik.
- Setelah waktu yang ditentukan, lap area tersebut hingga bersih menggunakan kain atau tisu.
Larutan Cuka dan Air sebagai Alternatif Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167806/original/054892000_1742370479-ecologiacal-products-concept-with-copy-space.jpg)
Cuka putih merupakan alternatif alami yang efektif karena sifat asamnya dapat menetralkan garam alkali yang terbentuk dari noda urin kering. Cuka membantu menetralkan zat amonia dari urin yang menyebabkan bau menyengat.
Larutan cuka putih aman digunakan pada berbagai permukaan, termasuk lantai dan keramik. Penggunaan cuka putih juga menjadi salah satu trik menghilangkan bau pipis kucing yang sudah lama menempel.
- Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 dalam sebuah wadah.
- Tuangkan larutan cuka dan air ini ke area lantai yang berbau.
- Diamkan selama sekitar 5 hingga 15 menit agar larutan dapat bekerja.
- Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikat bagian nat keramik (semen di sela ubin), karena urin seringkali mengendap di area ini.
- Terakhir, lap area tersebut dengan kain bersih yang lembap.
Advertisement
Manfaatkan Soda Kue untuk Bau Membandel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127347/original/077423600_1739168445-front-view-eco-friendly-cleaning-brushes-with-lemon-baking-soda.jpg)
Jika bau masih tercium setelah lantai kering, soda kue dapat digunakan sebagai penyerap aroma yang kuat. Baking soda dikenal karena kemampuannya menyerap bau secara alami dan sangat efektif.
Soda kue ampuh digunakan untuk mengatasi segala jenis bau, termasuk bau urin kucing. Anda bisa membuat pasta kental dari campuran air dan baking soda untuk menggosok area yang berbau.
- Taburkan bubuk soda kue secara merata di atas area yang masih mengeluarkan bau.
- Biarkan soda kue bekerja selama beberapa jam, atau idealnya semalaman, untuk menyerap bau secara maksimal.
- Keesokan harinya, sapu atau gunakan penyedot debu untuk membersihkan sisa-sisa bubuk soda kue dari lantai.
Hidrogen Peroksida untuk Noda Keramik Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465077/original/088248300_1767758035-Pasta_Hidrogen_Peroksida_dan_Baking_Soda.jpg)
Hidrogen peroksida dapat membantu menghilangkan noda kuning yang mungkin ditinggalkan oleh urin pada keramik atau nat berwarna terang. Noda kuning ini seringkali sulit dihilangkan dengan pembersih biasa.
Campuran hidrogen peroksida dengan sabun cuci piring juga efektif untuk menghilangkan bau serta kuman dari bekas kencing kucing.
- Campurkan sedikit hidrogen peroksida dengan setetes sabun cuci piring.
- Gosokkan campuran ini pada noda yang membandel.
- Biarkan sebentar agar campuran bekerja pada noda.
- Bilas area tersebut dengan air bersih.
- Peringatan: Selalu lakukan tes pada area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu untuk memastikan hidrogen peroksida tidak merusak atau mengubah warna keramik Anda.
Advertisement
Tips Tambahan Agar Kucing Tidak Mengulangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561372/original/009324400_1776747678-Desain_Taman_Rumah_yang_Efektif_Mencegah_Kucing_Liar_Berak_di_Halaman.jpg)
Mencegah kucing mengulangi perilaku buang air kecil di tempat yang sama adalah bagian penting dari solusi jangka panjang.
Hindari Pembersih Amonia
Jangan gunakan pembersih yang mengandung amonia (seperti beberapa merek pembersih kaca). Urin kucing mengandung amonia, sehingga jika Anda membersihkannya dengan bahan serupa, kucing akan mengira area tersebut adalah tempat kencing yang sah karena baunya mirip. Pembersih berbasis amonia dapat menarik kucing kembali ke area yang sama karena bau amonia yang mirip dengan urin mereka.
Berikan Aroma yang Tidak Disukai Kucing
Kucing umumnya membenci bau sitrus. Setelah lantai bersih, Anda bisa mengelap area tersebut dengan air yang dicampur sedikit minyak lemon atau perasan jeruk nipis agar kucing enggan mendekat kembali. Aroma lemon atau jeruk nipis dapat menciptakan penghalang bau yang tidak disukai kucing.
Â
Q&A: Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing di Lantai Keramik
Q: Kenapa bau kencing kucing sulit hilang dari lantai keramik?
A: Karena urin kucing mengandung amonia dan kristal asam urat yang bisa menempel di pori-pori keramik atau nat (celah antar keramik), sehingga baunya bisa bertahan lama jika tidak dibersihkan dengan benar.
Q: Apakah cukup dibersihkan dengan air saja?
A: Tidak cukup. Air hanya menghilangkan bagian cairnya, tapi tidak mengurai zat penyebab bau. Perlu bahan tambahan seperti cuka, baking soda, atau cairan pembersih khusus.
Q: Bahan alami apa yang efektif untuk menghilangkan bau?
A: Campuran cuka dan air (1:1) cukup efektif untuk menetralisir bau. Baking soda juga bisa ditaburkan setelahnya untuk menyerap sisa bau.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500552/original/030485400_1770870011-3d20d4da-d7de-4e5a-a644-e755cae6fa08.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561453/original/067163200_1776749407-gelang_HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556047/original/040461000_1776230004-Gemini_Generated_Image_r76pjlr76pjlr76p.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554738/original/067951700_1776124942-ikan_sapu_sapu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561804/original/047770800_1776761117-Rumah_Tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561834/original/049081800_1776762025-ilustrasi_kaktus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561891/original/065452800_1776764277-Kebun_Sayur_Pekarangan_Belakang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161032/original/079586600_1741845896-1741840223861_penyebab-hp-panas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561845/original/010133300_1776762690-buat_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561786/original/028814800_1776760613-siniz-kim-Z2m5HdWOYHg-unsplash.jpg)