Jenis-Jenis Atap yang Cocok untuk Rumah di Kampung: Adem dan Awet

Temukan list jenis-jenis atap yang paling awet, sejuk, dan ramah di kantong untuk membangun hunian nyaman di area kampung.

Diterbitkan 28 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membangun hunian di area pedesaan membutuhkan perencanaan yang matang. Salah satu yang harus diperhatikan adalah pemilihan material atap bangunan. Ada berbagai material yang tersedia di pasaran mulai dari yang tradisional hingga yang berbahan modern. Maka dari itu, penting untuk memahami karakteristik jenis-jenis atap sangat membantu dalam memilih material yang hemat biaya namun tetap terlihat menawan. 

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum mengenai jenis-jenis atap yang cocok dan paling ideal untuk rumah di kampung beserta keunggulannya. Baca selengkapnya di bawah ini!

1. Genteng Tanah Liat

Jenis atap pertama yang paling umum di rumah pedesaan adalah genteng tanah liat. Hal ini karena harganya yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas. Selain itu, material alami ini memiliki kemampuan luar biasa dalam meredam panas matahari sehingga suasana di dalam rumah tetap terasa sejuk. 

Proses pemasangannya juga cukup mudah dan bisa dilakukan oleh tukang bangunan lokal tanpa alat khusus yang rumit. Daya tahannya juga sangat lama bahkan bisa mencapai puluhan tahun asalkan rangka penyangganya tetap kokoh dan stabil.

2. Genteng Metal Pasir

Genteng metal pasir kini semakin populer karena bobotnya yang sangat ringan sehingga tidak membebani struktur bangunan rumah. Permukaannya yang dilapisi butiran pasir ini berfungsi untuk meredam suara berisik saat hujan deras melanda. 

Pemasangan jenis atap ini jauh lebih cepat dibandingkan genteng biasa karena ukurannya yang lebar dan tersedia dalam bentuk lembaran. Pilihan warna yang beragam juga memberikan kesan rumah kampung yang lebih modern namun tetap terlihat sederhana.

3. Model Atap Limasan

Atap limasan merupakan model yang sangat ikonik dan banyak ditemukan pada rumah tradisional di wilayah Jawa. Struktur atap ini memiliki empat bidang miring yang bertemu di tengah untuk memberikan perlindungan maksimal dari angin kencang. 

Keunggulan utama jenis atap ini adalah kemampuan mengalirkan air hujan dengan sangat cepat dari segala sisi untuk mencegah kebocoran. Selain itu, tampilannya yang kokoh membuat rumah di kampung terlihat lebih elegan dan memiliki nilai seni tinggi.

4. Atap uPVC

Atap uPVC atau yang sering disebut Alderon bisa menjadi solusi modern bagi pemilik rumah yang menginginkan kenyamanan termal maksimal. Material ini memiliki rongga udara di bagian tengah yang berfungsi sebagai isolator panas dan peredam suara paling efektif. 

Meskipun harganya sedikit lebih mahal, investasi ini sangat sebanding karena bahannya anti karat dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tampilannya yang bersih dan minimalis sangat cocok untuk mempercantik fasad rumah di lingkungan kampung yang asri.

5. Genteng Keramik

Terakhir yaitu genteng keramik. Jenis atap ini sangat disarankan bagi mereka yang menginginkan tampilan rumah yang lebih elegan dan selalu tampak baru. Lapisan glasir pada permukaannya membuat debu dan lumut sulit menempel sehingga warna atap tidak mudah pudar atau kusam. 

Material ini juga sangat kuat menahan beban dan memiliki tingkat presisi yang tinggi saat dipasang agar tidak ada celah air. Rumah akan terasa jauh lebih nyaman karena keramik memiliki sifat memantulkan panas matahari dengan sangat baik.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Jenis atap apa yang paling dingin dan tidak panas untuk rumah di kampung?

Genteng tanah liat dan genteng keramik adalah juaranya dalam hal meredam panas matahari karena materialnya yang tebal dan alami. Selain itu, atap uPVC juga sangat efektif karena memiliki rongga udara di tengahnya yang berfungsi sebagai isolator suhu. Hindari penggunaan seng polos atau asbes jika prioritas utamanya adalah kesejukan ruangan.

2. Apakah genteng metal pasir berisik saat hujan deras?

Meskipun berbahan dasar logam, genteng metal pasir tidak seberisik seng biasa karena adanya lapisan butiran pasir di permukaannya. Lapisan pasir tersebut berfungsi memecah butiran air hujan dan meredam getaran suara yang dihasilkan. Namun, penambahan plafon di bawah rangka atap tetap sangat disarankan untuk hasil yang lebih senyap.

3. Mana yang lebih baik untuk rumah di kampung di antara rangka kayu atau baja ringan?

Baja ringan kini lebih banyak dipilih karena tahan rayap, tidak merambat api, dan proses pemasangannya jauh lebih cepat. Kayu memang memberikan kesan estetika alami yang kuat, namun saat ini kayu berkualitas tinggi semakin sulit ditemukan dan harganya cukup mahal. Jika ingin bebas perawatan dalam jangka panjang, baja ringan adalah solusi yang paling praktis.

4. Apakah aman menggunakan atap asbes untuk hunian jangka panjang?

Penggunaan asbes sebenarnya sangat tidak disarankan untuk kesehatan karena serat mikroskopisnya bisa terlepas dan terhirup ke paru-paru. Dalam jangka panjang, paparan debu asbes dapat memicu gangguan pernapasan yang serius bagi penghuni rumah. Sangat direkomendasikan untuk beralih ke genteng metal pasir atau fiber semen non-asbes yang jauh lebih aman.

5. Jenis atap apa yang paling mudah diperbaiki jika terjadi kebocoran kecil?

Genteng tanah liat dan genteng keramik adalah yang paling mudah diperbaiki karena jika ada satu yang pecah, cukup ganti kepingan yang rusak saja. Berbeda dengan atap lembaran seperti spandek atau uPVC yang jika bocor di tengah biasanya harus ditambal dengan pelapis khusus atau diganti satu lembar utuh. 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6