Tanggal Berapa Lebaran Idul Fitri 2026? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Tanggal berapa Lebaran Idul Fitri? Simak prediksi dari Muhammadiyah, NU, dan pemerintah yang akan menentukan 1 Syawal 1447 H.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal berapa Lebaran Idul Fitri selalu dinanti untuk mengetahui awal Syawal secara resmi. Sidang isbat melibatkan pemerintah, ulama, dan ahli falak agar keputusan sesuai hisab dan rukyatul hilal.

Selain sebagai penentu ibadah, tanggal berapa Lebaran Idul Fitri juga sangat penting untuk merencanakan libur, mudik, persiapan hidangan Lebaran, hingga kegiatan silaturahmi keluarga dan teman. Kepastian tanggal ini membantu masyarakat menyiapkan semua kebutuhan dengan lebih matang dan teratur.

Sidang isbat menjadi momen krusial karena tanggal berapa Lebaran Idul Fitri diumumkan resmi oleh pemerintah, memastikan seluruh umat Islam dapat merayakan hari kemenangan bersama-sama.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tanggal berapa Lebaran Idul Fitri, Rabu (18/3/2026).

Penetapan Idul Fitri 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi yang cermat untuk menentukan posisi bulan.

Dalam penentuan ini, Muhammadiyah memakai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai pedoman. Keputusan tersebut memastikan kepastian tanggal 1 Syawal berdasarkan perhitungan astronomi yang matang.

Ijtimak atau konjungsi bulan menjelang Syawal diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026, menjadi dasar penetapan tanggal Idul Fitri. Dengan metode ini, Muhammadiyah cenderung memberikan kepastian tanggal yang lebih awal dibandingkan metode pengamatan langsung.

Prediksi Idul Fitri 2026 Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) memperkirakan Idul Fitri 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penentuan tanggal ini menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung bulan sabit, yang didukung oleh data hisab untuk memastikan akurasi.

Berdasarkan data dari Lembaga Falakiyah PBNU, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 sudah terlihat di atas ufuk. Namun, ketinggian hilal tersebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyah atau visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS, yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Di berbagai wilayah Indonesia, tinggi hilal bervariasi; misalnya di Sabang sekitar 2 derajat 53 menit, dan di Merauke sekitar 0 derajat 49 menit pada 19 Maret 2026. Karena hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, kemungkinan bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. NU umumnya mengikuti keputusan pemerintah yang diumumkan melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Sidang Isbat dan Penetapan Pemerintah untuk Idul Fitri 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan menentukan tanggal Idul Fitri 1447 H melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.30 WIB.

Dalam proses penetapan, pemerintah menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal. Pemantauan hilal akan dilakukan di 33 titik di seluruh Indonesia untuk memastikan visibilitas bulan sabit. Setelah data dikumpulkan dan dibahas dalam sidang isbat, Menteri Agama RI akan mengumumkan hasil resmi penetapan 1 Syawal 1447 H.

Meskipun keputusan resmi menunggu sidang, prediksi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan Idul Fitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Analisis ini berdasarkan posisi hilal pada 19 Maret 2026 yang belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, sehingga digenapkannya Ramadan menjadi skenario paling mungkin.

Libur Lebaran 2026 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk merencanakan liburan dan mudik. Pemerintah telah menetapkan sejumlah tanggal merah dan cuti bersama bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan Minggu, 22 Maret 2026 sebagai hari pertama dan kedua Lebaran.

Libur kali ini juga berdekatan dengan Hari Suci Nyepi, menciptakan potensi libur panjang hingga lebih dari satu minggu. Perencanaan matang sangat dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini, baik untuk perjalanan jauh, berkumpul bersama keluarga, maupun istirahat total.

Q & A Seputar Topik

Kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh?

Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah, atau Sabtu, 21 Maret 2026 menurut prediksi NU dan pemerintah.

Bagaimana Muhammadiyah menentukan tanggal Idul Fitri 2026?

Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 2026 pada Jumat, 20 Maret, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Mengapa prediksi NU dan pemerintah cenderung berbeda dengan Muhammadiyah?

Prediksi NU dan pemerintah cenderung berbeda karena menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung hisab, dan hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Kapan dan di mana sidang isbat penetapan Idul Fitri 2026 akan dilaksanakan?

Sidang isbat penetapan Idul Fitri 2026 akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 16.30 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Apakah ada potensi libur panjang saat Lebaran 2026?

Ya, libur Lebaran 2026 berpotensi menjadi libur panjang hingga lebih dari satu minggu karena adanya tanggal merah Idul Fitri, cuti bersama, dan berdekatan dengan Hari Suci Nyepi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6