9 Ciri-Ciri Kurma Tanpa Gula Tambahan, Wajib Tahu Agar Tak Salah Pilih

Ketahui 9 ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan mulai dari tekstur hingga uji semut. Hindari salah beli dan dapatkan manfaat optimal kurma untuk kesehatan Anda!

Diterbitkan 22 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memahami ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan sangat penting agar kita bisa mendapatkan kurma murni. Kurma, buah yang identik dengan bulan Ramadhan, semakin populer sebagai camilan manis di kala berbuka puasa. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Rasa manis alami kurma berasal dari kandungan fruktosa dan glukosa yang memberikan energi instan.

Namun, sayangnya tidak semua kurma yang dijual di pasaran benar-benar alami, ada beberapa yang menggunakan tambahan gula. Penambahan gula ini dapat mengurangi manfaat kesehatan kurma dan meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan, resistensi insulin, dan penyakit kronis lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan agar dapat memilih yang terbaik untuk kesehatan Anda. Dengan memahami karakteristik kurma asli, Anda bisa mendapatkan manfaat maksimal dari buah yang kaya nutrisi ini. Simak ciri-ciri selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (4/3/2026).

1. Tekstur Padat, Tidak Lembek atau Lengket

Kurma murni tanpa campuran gula memiliki tekstur kesat atau kering dan padat. Teksturnya juga cenderung lebih kering dan tidak lengket seperti kurma yang dilapisi gula.

Jika kurma terasa sangat lembek, lengket, dan permukaannya halus mengkilap, itu adalah tanda adanya penambahan cairan gula atau sirup glukosa. Gula yang meleleh bisa memengaruhi tekstur kurma, membuatnya terasa lebih basah dan lengket.

Penting untuk merasakan tekstur kurma sebelum membeli. Pastikan tekstur kurma padat dan tidak lembek, serta saat digigit masih terasa serat-serat khas kurma untuk mendapat kurma tanpa tambahan gula.

2. Rasa Manis Alami Merata di Seluruh Daging

Kurma tanpa gula tambahan akan terasa manis alami yang lembut di mulut, tidak meninggalkan rasa manis yang tajam atau ngilu di gigi. Rasa manis asli dari kurma menyebar hingga ke seluruh daging buah, bukan hanya di bagian luarnya.

Jika kurma ditambah gula dari luar, biasanya gula akan dibalurkan di bagian luar buah. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan rasa antara bagian luar dengan daging kurma saat digigit.

Untuk menguji keasliannya, gigit kurma dan rasakan apakah manisnya merata di seluruh bagian buah. Kurma yang memiliki rasa manis alami akan terasa manisnya di seluruh bagian buah.

3. Kulit Berkerut Alami, Tidak Mengkilap Berlebihan

Kurma murni tanpa campuran gula memiliki kulit berkerut alami dan tidak terlalu mengkilap. Kurma tanpa gula tambahan biasanya memiliki warna yang lebih alami, seperti cokelat tua hingga kehitaman, dan tidak mengkilap berlebihan.

Jika kurma terlihat sangat mengkilap, bisa jadi telah dilapisi sirup gula agar terlihat menarik. Kilap berlebihan ini seringkali menjadi indikasi adanya lapisan gula atau sirup pada permukaan buah.

Perhatikan perbedaan antara kilap alami dari minyak kurma dengan kilap sirup. Kurma alami cenderung berwarna cokelat tua atau kehitaman, tanpa efek mengkilap berlebihan yang mencurigakan.

4. Tidak Meninggalkan Lapisan Gula di Mulut

Setelah dimakan, kurma asli tidak meninggalkan rasa lengket berlebihan atau lapisan gula di lidah dan gigi. Kurma tanpa gula tambahan tidak meninggalkan sensasi lengket berlebihan di mulut seperti pada produk dengan tambahan pemanis.

Sebaliknya, kurma dengan gula tambahan biasanya meninggalkan sensasi lengket setelah dikunyah. Rasa manisnya mungkin terasa menusuk di gigi atau tenggorokan, yang merupakan ciri khas pemanis buatan.

5. Uji Kulit Saat Dijilat Tidak Terasa Manis

Salah satu cara paling penting untuk menguji kurma tanpa gula tambahan adalah dengan menjilat kulitnya. Rasa manis hanya akan terasa pada daging buahnya, bukan pada kulit luarnya.

Jika kulitnya terasa manis saat dijilat, itu berarti ada lapisan gula tambahan yang melapisi permukaan kurma. Kulit luar kurma murni seharusnya tidak terasa manis.

6. Tidak Dikerubuti Semut

Semut sangat sensitif terhadap gula tambahan, dan kurma asli biasanya tidak dikerubuti semut. Seperti pada madu asli, kurma tanpa tambahan gula bebas semut meski dibiarkan di tempat terbuka.

Jika kurma cepat didatangi semut, kemungkinan besar ada tambahan gula atau pemanis buatan yang menarik perhatian mereka. Kandungan gula alami pada kurma biasanya tidak akan menarik perhatian semut.

7. 8Cepat Kering Saat Disimpan

Kurma asli akan mengering secara bertahap jika disimpan dalam waktu lama. Proses pengeringan ini terjadi karena kandungan gula alaminya benar-benar meresap di dalam daging kurma.

Sebaliknya, kurma yang diberi tambahan gula cenderung tetap lembap karena kandungan sirupnya. Kurma tanpa tambahan gula akan kering lebih cepat saat disimpan lama.

Tips simpan: Kurma asli bisa tahan lama di suhu ruang dengan tekstur mengering. Ini adalah indikasi alami dari buah yang tidak diolah dengan pemanis tambahan.

8. Tidak Ada Kristal Gula di Permukaan

Perhatikan apakah ada butiran kristal putih di kulit kurma. Kristal gula menandakan adanya pemanis tambahan yang mengkristal pada permukaan buah.

Kurma asli tidak memiliki kristal gula di permukaannya. Permukaan kurma murni tampak kering atau sedikit mengkilap karena minyak alami, bukan karena sirup atau lapisan gula.

9. Label Kemasan Hanya Tertulis 'Kurma'

Jika membeli kurma kemasan, selalu baca label kemasan kurma dengan teliti. Pastikan tidak ada bahan tambahan seperti sukrosa, sirup jagung tinggi fruktosa, atau pemanis buatan lainnya dalam daftar kandungannya.

Pilih kurma dengan komposisi bahan tunggal, yaitu hanya kurma, atau yang mencantumkan "tanpa tambahan gula" (no added sugar). Hindari produk yang mencantumkan istilah seperti “glukosa,” “sirup gula,” atau “pemanis tambahan,” karena kurma tersebut tidak murni.

Memilih kurma tanpa gula tambahan sangat penting untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan tubuh. Dengan mengetahui 9 ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan yang telah dijelaskan, Anda bisa menjadi pembeli yang lebih cerdas dan selektif. Jangan tergiur dengan kurma yang terlalu mengkilap, lembek, atau harganya terlalu murah yang mungkin mengindikasikan adanya penambahan gula. Selamat memilih kurma asli dan meraih berkah Ramadhan dengan camilan sehat! Bagikan artikel ini ke keluarga dan teman agar tidak salah beli kurma.

FAQ

Q: Apakah semua kurma di pasaran sudah pasti ditambah gula?

A: Tidak semua kurma di pasaran ditambah gula; banyak kurma dari Timur Tengah memiliki rasa manis alami. Namun, beberapa kurma dari negara dengan iklim kurang kering mungkin diberi pemanis buatan.

Q: Mengapa ada kurma yang diberi tambahan gula?

A: Penambahan pemanis buatan pada kurma disebabkan oleh perbedaan negara asal dan iklim, di mana wilayah yang kurang kering membuat kurma tidak matang sempurna. Tujuannya untuk membuat kurma lebih manis dan tahan lama.

Q: Apakah kurma organik pasti tanpa gula tambahan?

A: Kurma organik umumnya diproses tanpa bahan kimia dan tanpa penambahan gula. Namun, penting untuk selalu memeriksa label kemasan untuk memastikan komposisinya hanya kurma.

Q: Bagaimana cara menyimpan kurma asli agar tahan lama?

A: Kurma yang dikeringkan lebih awet dan tahan lama dibandingkan kurma segar. Untuk penyimpanan, simpan di wadah kedap udara, tempat sejuk dan kering, atau di kulkas untuk memperpanjang masa simpan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6