Liputan6.com, Jakarta Ular merupakan salah satu hewan yang paling adaptif di dunia. Dari gurun yang panas hingga rawa yang lembap, reptil tanpa kaki ini telah berevolusi untuk bertahan di berbagai lingkungan ekstrem. Namun, tak semua ular menyukai habitat yang sama. Sebagian besar lebih nyaman di darat, sementara sebagian lainnya memilih kehidupan yang dekat dengan air.
Fenomena jenis ular yang suka sembunyi di air bukan hanya menarik, tetapi juga penting untuk dipahami karena menyangkut keseimbangan ekosistem. Ular-ular air berperan dalam mengontrol populasi ikan dan amfibi, sekaligus menjadi indikator kesehatan lingkungan perairan.
Liputan6.com akan membahas beragam jenis ular yang hidup dan bersembunyi di air, mulai dari yang semi-akuatik hingga spesies yang sepenuhnya bergantung pada lingkungan perairan, Rabu (12/11/2025).
Advertisement
1. Water Moccasin (Agkistrodon piscivorus)
Dikenal juga dengan nama Cottonmouth, Water Moccasin adalah salah satu ular air paling terkenal di Amerika Utara. Spesies berbisa ini hidup di rawa, sungai lambat, dan lahan basah di wilayah tenggara Amerika Serikat.
Adaptasinya yang luar biasa terhadap air terlihat dari posisi mata dan lubang hidung yang terletak di atas kepala, memungkinkannya mengintai mangsa saat hampir seluruh tubuhnya terendam. Ketika terancam, ular ini tidak lari ke darat, melainkan langsung menyelam ke air—ciri khas sejati penghuni perairan.
Makanannya terdiri dari ikan, katak, dan hewan air lainnya. Menurut Animals Around the Globe, Cottonmouth menjadi contoh sempurna dari evolusi ular darat yang beralih menjadi predator semi-akuatik.
2. Common Water Snake (Nerodia sipedon)
Jenis ini adalah ular air tidak berbisa yang umum ditemukan di Amerika Utara bagian timur. Mereka ahli berenang dan sering terlihat di tepi sungai, danau, atau kolam. Common Water Snake sering disalahartikan sebagai Cottonmouth karena penampilannya mirip, tetapi sebenarnya tidak berbahaya. Ciri pembeda utamanya adalah pupil yang bulat dan ketiadaan lubang panas (pit) di antara mata dan hidung.
Ular ini bersembunyi di bawah batu atau batang kayu dalam air untuk menghindari predator, dan dapat menahan napas cukup lama. Dalam ekosistem, mereka membantu menjaga keseimbangan dengan memangsa ikan kecil dan amfibi.
3. Anaconda (Eunectes spp.)
Siapa yang tak mengenal Anaconda? Ular raksasa dari Amerika Selatan ini merupakan salah satu jenis ular yang suka sembunyi di air paling ekstrem. Spesies Green Anaconda (Eunectes murinus) bahkan dianggap sebagai ular terberat di dunia. Anaconda menghabiskan sebagian besar hidupnya di rawa dan sungai Amazon. Mata dan lubang hidungnya berada di atas kepala, memungkinkan mereka mengintai mangsa sambil tetap tersembunyi di air.
Kehidupan Anaconda sangat tergantung pada air: mereka berburu, kawin, dan bahkan melahirkan di dalamnya. Mangsa utamanya meliputi ikan besar, kapibara, hingga caiman muda.
Advertisement
4. Sea Snakes (Subfamili Hydrophiinae)
Ular laut adalah contoh luar biasa dari adaptasi penuh terhadap kehidupan di air. Terdapat sekitar 70 spesies ular laut yang hidup di perairan tropis Samudra Hindia dan Pasifik. Mereka memiliki ekor pipih seperti dayung untuk berenang, lubang hidung yang bisa menutup otomatis di bawah air, serta kelenjar garam yang membantu menyaring air laut.
Menurut Animals Around the Globe, beberapa spesies ular laut bisa menyelam hingga dua jam tanpa muncul ke permukaan. Mereka juga sangat berbisa, dengan racun neurotoksik yang efektif melumpuhkan ikan dan belut di laut dalam.
5. Tentacled Snake (Erpeton tentaculatum)
Ular unik asal Asia Tenggara ini sepenuhnya akuatik dan hidup di air tawar seperti danau atau rawa. Ciri khasnya adalah dua tentakel kecil di ujung hidung yang berfungsi mendeteksi getaran air.
Mereka jarang bergerak, memilih bersembunyi dalam posisi seperti huruf J sambil menunggu mangsa lewat. Begitu ikan mendekat, ular ini membuat gelombang kecil yang memancing gerakan mangsa—dan langsung menyerang dengan akurasi luar biasa. Kemampuan berburu ini menjadikan Tentacled Snake sebagai predator yang hampir sempurna di lingkungan air keruh.
6. Northern Water Snake (Nerodia sipedon)
Meski sering disalahartikan sebagai ular berbisa, Northern Water Snake sepenuhnya tidak berbahaya. Spesies ini dapat ditemukan di Amerika Utara bagian tengah hingga timur dan biasanya terlihat berjemur di batu dekat sungai atau kolam.
Ketika terganggu, mereka akan menyelam dan bersembunyi di dasar air. Dietnya terdiri dari ikan dan katak, dan mereka memainkan peran penting dalam ekosistem perairan dengan menekan populasi amfibi berlebih.
7. Diamondback Water Snake (Nerodia rhombifer)
Spesies besar ini hidup di sepanjang sungai Mississippi dan wilayah sekitarnya. Pola sisik berbentuk berlian di punggungnya menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Diamondback Water Snake dikenal sebagai penyelam ulung yang mampu bersembunyi di dasar air dalam waktu lama. Meski sering tampak agresif ketika merasa terancam, ular ini sebenarnya tidak berbisa. Mereka sering disalahpahami dan dibunuh karena kemiripan dengan spesies berbisa seperti Cottonmouth.
8. Rainbow Water Snake (Enhydris enhydris)
Dikenal juga sebagai Rainbow Mud Snake, ular ini berasal dari Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Warna sisiknya berkilau seperti pelangi ketika terkena cahaya, memberikan kamuflase alami di air keruh.
Ular ini hampir sepenuhnya hidup di air, jarang naik ke darat kecuali untuk mencari tempat bertelur. Karena penampilannya yang menarik, Rainbow Water Snake sering dipelihara, namun membutuhkan perawatan khusus seperti suhu, kelembapan, dan ruang air yang luas sesuai panduan PetMD.
9. Arafura File Snake (Acrochordus arafurae)
Ular ini termasuk dalam spesies paling akuatik di dunia dan hidup di Australia utara serta Papua. Ciri khasnya adalah kulit longgar dengan tekstur kasar seperti amplas—memberi nama “file snake.”Adaptasi ini membantu mereka menangkap ikan licin, sekaligus memudahkan pertukaran oksigen lewat kulit. File Snake hampir tak bisa bergerak di darat, menunjukkan sejauh mana evolusi telah menyesuaikannya dengan kehidupan air.
Advertisement
FAQ Seputar Ular di Air
1. Apakah semua ular air berbisa?
Tidak. Sebagian besar ular air seperti Nerodia tidak berbisa. Namun, beberapa spesies seperti Water Moccasin dan ular laut memiliki bisa yang kuat.
2. Mengapa ular suka bersembunyi di air?
Air memberikan perlindungan alami dari predator dan membantu ular mengatur suhu tubuh. Selain itu, banyak mangsa seperti ikan dan amfibi hidup di lingkungan ini.
3. Apakah ular laut bisa hidup di darat?
Tidak. Sebagian besar ular laut sepenuhnya bergantung pada air dan akan cepat mati jika terdampar di darat.
4. Bagaimana cara membedakan ular air berbisa dan tidak berbisa?
Perhatikan bentuk kepala dan pupil mata. Ular berbisa biasanya memiliki kepala segitiga dan pupil vertikal, sedangkan ular tidak berbisa memiliki kepala bulat dan pupil bundar.
5. Apakah ular air bisa dijadikan hewan peliharaan?
Bisa, tetapi hanya untuk penghobi berpengalaman. Diperlukan perawatan khusus, termasuk pengaturan suhu, kelembapan, dan pemberian pakan yang sesuai seperti tikus kecil atau ikan beku.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410735/original/024913400_1762943315-ular_air.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)