6 Tips Merebus Daun Kelor Agar Tidak Bau Langu dan Tetap Bernutrisi, Rahasia Tanpa Pahit

Tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi dengan teknik pengolahan yang tepat.

Diterbitkan 06 November 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun sering menimbulkan aroma kurang sedap jika tidak diolah dengan benar. Mengetahui tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi membantu menjaga cita rasa serta kandungan gizinya.

Kunci utamanya adalah waktu dan suhu perebusan yang tepat. Jangan merebus daun kelor terlalu lama agar warnanya tetap hijau segar dan nutrisinya tidak hilang. Dengan mengikuti tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi, hasil rebusan akan lebih lezat dan tidak berbau menyengat.

Tambahkan bahan alami seperti jahe, bawang putih, atau garam untuk menetralkan aroma. Langkah sederhana ini termasuk dalam tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi, sehingga daun kelor terasa lebih segar, enak, dan tetap kaya manfaat bagi tubuh.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi, Kamis (6/11/2025).

1. Pisahkan Daun dari Tangkainya

Mengutip buku berjudul Manfaat dan Khasiat Daun Kelor untuk Kesehatan (2022) oleh Tresno Saras, tanaman kelor atau dengan nama ilmiah Moringa oleifera merupakan tanaman yang multiguna, karena hampir seluruh bagiannya (akar, daun, polong/pods, dan kulit batang) dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan.

Langkah pertama yang sangat berpengaruh terhadap hasil akhir adalah memisahkan daun kelor dari tangkainya. Daun kelor memiliki tekstur lembut, sedangkan tangkainya lebih keras dan bisa menimbulkan rasa getir saat direbus. Gunakan tangan untuk memetik satu per satu daun agar tidak ikut bagian batang yang kasar.

Proses ini juga membantu daun kelor matang lebih merata dan terasa lembut saat disantap. Selain itu, daun yang dipetik dengan hati-hati akan lebih mudah menyerap bumbu saat dimasak, sehingga rasa yang dihasilkan lebih lezat dan tidak pahit. 

2. Cuci Bersih dengan Air Mengalir

Kebersihan menjadi faktor penting sebelum memasak daun kelor agar hasilnya higienis dan aman dikonsumsi. Setelah dipetik, cuci daun kelor di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu, tanah, atau sisa getah yang menempel. Jika ingin hasil lebih maksimal, rendam daun dalam air garam selama beberapa menit untuk membantu membunuh kuman dan mengurangi getah lengket.

Langkah ini juga berfungsi untuk mengurangi aroma langu yang sering muncul pada daun segar. Pastikan daun benar-benar bersih sebelum direbus agar rasa yang dihasilkan segar dan tidak menimbulkan aroma tidak sedap. 

3. Gunakan Bumbu Alami untuk Menghilangkan Bau Langu

Salah satu tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi adalah menambahkan bumbu alami ke dalam air rebusan. Anda bisa menggunakan kombinasi bawang putih, bawang merah, dan temu kunci yang dihaluskan, kemudian direbus selama beberapa menit sebelum memasukkan daun kelor.

Aroma rempah ini akan membantu menetralkan bau khas daun kelor dan memberikan cita rasa gurih alami yang menggugah selera. Selain itu, bumbu-bumbu tersebut juga memiliki manfaat kesehatan tambahan seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan pencernaan, menjadikan hasil olahan daun kelor bukan hanya lezat, tapi juga menyehatkan. 

4. Rebus dalam Waktu Singkat

Proses perebusan yang terlalu lama dapat membuat daun kelor kehilangan kandungan vitamin serta menghasilkan rasa pahit. Karena itu, penting untuk memperhatikan durasi saat merebus. Masukkan daun kelor ke dalam air yang sudah mendidih, kemudian rebus hanya selama 1–2 menit hingga daun tampak layu. Setelah itu, segera angkat dan tiriskan.

Teknik memasak cepat ini tidak hanya membantu mempertahankan warna hijau alami daun kelor, tetapi juga menjaga nutrisi seperti vitamin C, zat besi, dan antioksidan tetap utuh. Dengan cara ini, hasil rebusan akan terasa segar, tidak pahit, dan tetap bernilai gizi tinggi. 

5. Rendam dalam Air Es Setelah Direbus

Langkah ini sering digunakan oleh chef profesional untuk menjaga warna dan tekstur sayuran tetap sempurna. Setelah daun kelor direbus sebentar, segera pindahkan ke wadah berisi air es selama 1–2 menit. Proses ini disebut blanching, yang berfungsi menghentikan proses pemasakan akibat panas berlebih.

Selain membuat daun kelor tetap hijau cerah, teknik ini juga menjaga teksturnya agar tidak lembek. Nutrisi penting seperti vitamin A dan C pun tetap terjaga karena suhu dingin membantu mengunci kandungan alami daun kelor. Dengan begitu, hasil akhirnya akan lebih segar dan menggoda selera. 

6. Tambahkan Bumbu Pelengkap Secukupnya

Sebagai sentuhan terakhir, jangan lupa menambahkan bumbu pelengkap sesuai selera. Tambahkan sedikit garam dan gula untuk menyeimbangkan rasa alami daun kelor yang cenderung hambar. Jika ingin cita rasa yang lebih gurih dan unik, Anda bisa menambahkan santan, air asam jawa, atau sedikit perasan jeruk nipis.

Bumbu-bumbu pelengkap ini mampu memperkaya aroma dan rasa hidangan tanpa menghilangkan manfaat gizinya. Dengan mengikuti seluruh tips merebus daun kelor agar tidak bau langu dan tetap bernutrisi di atas, Anda bisa menikmati sajian daun kelor yang lezat, tidak berbau, dan tetap sehat untuk seluruh anggota keluarga.   

Manfaat Daun Kelor

Menurut Dani (2019) sebagaimana dikutip dalam kajian di Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Volume. 2, Nomor. 1, Tahun 2025, tanaman kelor dapat dimanfaatkan secara keseluruhan dari bagian akar, daun, buah, bunga dan bijinya.

Bunga dapat digunakan sebagai tonik, diuretik, sakit radang sendi, dan obat cuci mata, tunas kelor digunakan untuk obat liver, ginjal, dan sakit pada sendi, akar digunakan untuk sakit kembung dan demam. Akar dilarutkan dan dioleskan pada kulit untuk mengatasi iritasi kulit. Biji digunakan untuk demam, rematik, dan sakit kulit. Daunnya dapat digunakan sebagai antioksidan.

Menurut Rockwood et al., (2013) sebagimana dikutip dalam kajian di JPM: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 2,  2023, daun kelor kaya akan nutrisi kandungan yaitu mengandung 7 kali lebih banyak vitamin C daripada jeruk, 10 kali lebih banyak vitamin A dari pada wortel, 17 kali lebih banyak kalsium daripada susu, 9 kali lebih banyak protein daripada yoghurt, 15 kali lebih banyak Pisang Kalimantan dan 25 kali lebih banyak zat besi daripada bayam.

Berikut ini penjelasan singkat manfaat daun kelor:

1. Menjaga Kesehatan Mata

Daun kelor mengandung vitamin A yang cukup tinggi, berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan seperti rabun senja. Antioksidan alami di dalamnya juga membantu melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan vitamin C, zat besi, dan antioksidan dalam daun kelor membantu memperkuat sistem imun. Mengonsumsi daun kelor secara rutin dapat membantu tubuh melawan infeksi, flu, maupun kelelahan akibat aktivitas padat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Senyawa alami seperti isothiocyanate di dalamnya berperan dalam mengontrol kadar glukosa, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes ringan.

4. Menyehatkan Kulit dan Rambut

Daun kelor mengandung vitamin E dan antioksidan tinggi yang membantu memperbaiki sel kulit rusak dan mencegah penuaan dini. Selain itu, nutrisi seperti zinc dan asam amino juga mendukung pertumbuhan rambut agar lebih kuat dan berkilau.

5. Melancarkan Pencernaan

Serat alami dalam daun kelor berfungsi membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit. Daun ini juga memiliki sifat antiradang yang dapat menenangkan saluran pencernaan, terutama bagi yang sering mengalami gangguan lambung.

Daun kelor dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Efek ini membantu menjaga kesehatan jantung serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

7. Meningkatkan Produksi ASI

Bagi ibu menyusui, daun kelor sering digunakan sebagai pelancar ASI alami karena kandungan zat besi, kalsium, dan protein yang tinggi. Selain memperbanyak produksi ASI, daun kelor juga membantu meningkatkan kualitas gizinya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6