Sukses

Bagian-Bagian Tubuh Sapi yang Memiliki Daging Terbanyak dan Tips Memasaknya

Bagian-bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak seperti has luar (sirloin), buntut (oxtail), hingga has dalam (tenderloin)

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak sangat penting, terutama setelah hari raya Idul Adha ketika banyak daging sapi dibagikan. Adanya pemahaman ini, Anda bisa mengolah daging dengan cara yang tepat dan mendapatkan hasil masakan yang optimal.

Bagian-bagian tubuh sapi seperti has luar (sirloin), buntut (oxtail), dan has dalam (tenderloin) adalah beberapa contoh yang memiliki daging melimpah. 

Bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak juga termasuk gandik (topside), perut (flank), brisket (sandung lamur), dan sengkel (shank). Masing-masing bagian ini memiliki tekstur dan karakteristik unik yang cocok untuk berbagai jenis masakan.

Misalnya, brisket ideal untuk masak lambat, sementara tenderloin lebih cocok untuk steak yang cepat matang.

Selain itu, sampil (chuck) dan iga (rib) juga termasuk bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak. Daging dari bagian ini sering digunakan dalam masakan seperti bakso, semur, sop konro, dan sate. Mengetahui cara mengolah setiap bagian dengan tepat akan memastikan setiap potongan daging sapi yang Anda masak menjadi hidangan yang lezat dan menggugah selera.

Berikut Liputan6.com ulas bagian-bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak yang dimaksudkan, Selasa (18/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Has Luar atau Sirloin

Has luar atau sirloin merupakan bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak dan cocok untuk kamu yang menyukai steak dengan sedikit lemak. Daging ini terlapis dengan lemak yang membuatnya lebih gurih saat dimasak. Selain steak, sirloin juga cocok diolah dengan cara ditumis, kukus, serta fried and grill, namun tidak cocok untuk metode masak lambat karena bisa membuat teksturnya menjadi terlalu keras.

2. Buntut atau Oxtail

Buntut atau oxtail adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan tekstur kenyal dan lembut jika dimasak dengan benar. Proses pemasakan oxtail biasanya memerlukan waktu lebih lama agar menghasilkan daging yang kaya gelatin. Oxtail sangat cocok untuk dibuat sop buntut, karena pematangan yang lama membuat rasa sop lebih gurih dan tekstur dagingnya lebih lembut.

3. Has Dalam atau Tenderloin

Has dalam atau tenderloin adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging paling empuk, ideal untuk steak. Tenderloin terletak di bagian punggung sapi dan tidak mengandung lemak, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menikmati daging tanpa khawatir berat badan naik. Selain diolah menjadi steak, tenderloin juga bisa ditumis, dikukus, atau dibakar, serta cocok untuk masakan yang tidak membutuhkan waktu lama.

4. Gandik atau Topside

Gandik atau topside adalah bagian terluar dari paha belakang sapi, terkenal dengan teksturnya yang padat dan sedikit lemak. Bagian ini sangat cocok untuk masakan yang membutuhkan waktu masak lama seperti rendang, empal, atau dendeng. Tekstur gandik yang padat membuatnya kuat diolah dalam proses pemasakan lama tanpa kehilangan kelezatan.

5. Perut Sapi atau Flank

Perut sapi atau flank adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan tekstur kenyal dan banyak kandungan lemak. Flank sangat cocok untuk masakan seperti rawon, sop, dan soto daging. Tekstur kenyal dan kandungan lemaknya memberikan rasa gurih yang khas pada masakan berkuah.

 

3 dari 4 halaman

6. Brisket atau Sandung Lamur

Brisket atau sandung lamur dikenal juga sebagai tetelan, adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan tekstur juicy dan kenyal. Brisket cocok diolah dengan metode masak lambat untuk mendapatkan tekstur yang empuk dan lezat. Bagian ini sering digunakan dalam masakan seperti bakso, soto, atau semur, dan juga sebagai bahan campuran untuk kornet, sosis, dan bakso.

7. Sengkel atau Shank

Sengkel atau shank adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan tekstur kenyal karena kandungan kolagen yang tinggi. Sengkel sebaiknya dimasak dalam waktu lama dengan api kecil untuk mendapatkan hasil yang empuk. Bagian ini ideal untuk masakan seperti semur, rendang, dan gulai.

8. Sampil atau Chuck

Sampil atau chuck adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan banyak jaringan ikat, yang meleleh saat dimasak dan memberikan aroma khas. Sampil biasanya diolah menjadi bakso, semur, atau sup, dan bisa dipotong menjadi berbagai jenis potongan seperti top blade, ranch steak, dan shoulder steak.

9. Iga Sapi atau Rib

Iga sapi atau rib adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan lemak tebal, memberikan rasa gurih yang khas. Iga sapi sering diolah menjadi sop konro, steak, atau roasted beef. Daging iga baik dimasak dengan metode masak lambat, tetapi potongan seperti steak ribeye lebih nikmat jika dipanggang atau digoreng dalam wajan.

10. Tanjung atau Rump

Tanjung atau rump adalah bagian tubuh sapi yang memiliki daging dengan lemak tebal, cocok untuk sate. Daging tanjung terletak di punggung sapi dan memiliki tekstur yang lunak, membuatnya ideal untuk masakan yang membutuhkan rasa kaldu kuat seperti sup dan tumisan.

Memahami setiap bagian tubuh sapi yang memiliki daging terbanyak dan cara mengolahnya, kamu bisa membuat masakan daging sapi yang lebih nikmat dan sesuai dengan preferensi rasa.

4 dari 4 halaman

Tips Mengolah Bagian-Bagian Daging Sapi

Berikut adalah tips mengolah bagian-bagian sapi yang memiliki banyak daging secara umum:

  1. Pemilihan Metode Memasak yang Tepat: Setiap bagian daging sapi memiliki tekstur dan kebutuhan memasak yang berbeda. Pilihlah metode memasak yang sesuai untuk setiap bagian, seperti panggang untuk tenderloin yang cepat matang atau slow cook untuk bagian buntut yang membutuhkan waktu lama untuk melembutkan dagingnya.
  2. Penggunaan Bumbu dan Marinasi: Untuk meningkatkan rasa dan kelembutan daging, gunakan bumbu dan marinasi yang tepat. Bumbu rempah atau marinasi dengan bahan asam seperti jeruk nipis atau cuka dapat membantu melonggarkan serat daging dan menambah cita rasa.
  3. Perhatikan Kematangan Daging: Jangan terlalu memasak atau undercook daging sapi. Pastikan daging matang sempurna sesuai dengan metode masak yang dipilih untuk menghasilkan tekstur yang tepat dan keamanan makanan.
  4. Penyimpanan dan Penyajian: Setelah dimasak, biarkan daging sedikit beristirahat sebelum disajikan untuk mempertahankan kelembutan dan kelembaban daging. Simpan sisa daging dengan baik untuk menjaga kesegarannya.
  5. Penggunaan Suhu yang Tepat: Saat memasak daging sapi, penting untuk memperhatikan suhu masakan. Panggang atau masak dengan suhu yang tepat untuk mencegah daging menjadi terlalu kering atau terlalu lembek.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.