Liputan6.com, Jakarta Modernisasi adalah proses perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang mengarah pada transformasi masyarakat, dari bentuk tradisional ke bentuk yang lebih maju, canggih, dan berorientasi pada teknologi, seperti adanya teknologi Artificial Intelligence (AI).
Menurut laman resmi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, modernisasi adalah proses transformasi total kehidupan bersama dari tradisional/pra‑modern ke pola ekonomis dan politis yang lebih modern.
Dampak negatif modernisasi yang paling terasa ialah penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin. Proses modernisasi melibatkan adopsi dan penggunaan teknologi baru, perubahan dalam cara masyarakat memandang dunia dan cara hidup mereka, serta transformasi dalam struktur sosial dan ekonomi.
Advertisement
Dampak negatif modernisasi perlu dipahami, bahwa modernisasi dapat melibatkan berbagai aspek, termasuk industrialisasi, urbanisasi, perkembangan teknologi informasi, pendidikan, demokratisasi, perubahan nilai-nilai sosial, dan banyak lagi. Ini seringkali berdampak pada perubahan cara orang bekerja, berinteraksi, berkomunikasi, dan mengakses informasi.
Berikut ini dampak negatif modernisasi yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/6/2025).
Pengertian Modernisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4745111/original/050104200_1708133904-doctor-writing-about-routine-medical-checkup.jpg)
Modernisasi adalah proses perubahan sosial yang direncanakan, di mana kebijakan pemerintah menentukan arah transformasi masyarakat tradisional menuju pola kehidupan laiknya masyarakat maju –seperti dijelaskan Ellya Rosana di Jurnal ournal Tapis: Journal Teropong Aspirasi Politik Islam (2011) bahwa perubahan tersebut terjadi pada nilai, norma, struktur dan interaksi sosial masyarakat.
Menurut Moore (dalam Bernstein, 1971), dikutip di Jurnal “Perempuan dan Modernisasi” (2014), modernisasi mencakup transformasi total pada teknologi dan organisasi sosial, dari masyarakat tradisional ke bentuk ekonomis dan politis yang lebih maju.
Harun Nasution (1996) menambahkan bahwa modernisasi adalah perombakan pola pikir dan tata kerja lama yang tidak rasional, agar masyarakat dapat hidup sesuai dengan perkembangan zaman yang dideduksi dari ilmu dan teknologi
Advertisement
1. Penggantian tenaga kerja manusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3411067/original/086640800_1616660534-thisisengineering-raeng-yhCHx8Mc-Kc-unsplash.jpg)
Dampak negatif modernisasi yang paling terasa ialah penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin. Dalam pertanian modern, penggunaan mesin seperti traktor dan robot menggeser peran manusia dan hewan, yang dalam jangka panjang menciptakan pengangguran dan ketimpangan sosial
2. Kesenjangan Sosial yang Semakin Besar
Modernisasi dapat memperkuat kesenjangan sosial dalam masyarakat. Meskipun modernisasi seharusnya membawa kemakmuran bagi banyak orang, kenyataannya adalah sebagian kecil orang dapat memanfaatkan kemajuan ekonomi dan teknologi, sedangkan sebagian besar lainnya mungkin tertinggal. Ini menciptakan ketidaksetaraan ekonomi dan sosial yang mendalam, di mana segmen masyarakat yang lebih miskin dan tidak terlalu terampil, menderita dampak yang lebih besar. Kesenjangan ini dapat menciptakan ketegangan sosial, ketidakpuasan, dan ketidakstabilan.
3. Kerusakan Lingkungan
Modernisasi sering kali memunculkan dampak negatif pada lingkungan. Pemanasan global, pencemaran udara, pencemaran air, deforestasi, dan degradasi tanah adalah dampak serius dari industrialisasi yang tidak terkendali. Penggunaan berlebihan sumber daya alam dan polusi lingkungan, telah merusak ekosistem bumi, membahayakan keanekaragaman hayati, dan membawa ancaman serius bagi keberlangsungan lingkungan.
4. Gangguan Kesehatan Mental
Modernisasi, terutama dalam konteks teknologi informasi dan media sosial, dapat memengaruhi kesehatan mental individu. Tekanan sosial untuk menjadi "sempurna" dalam kehidupan online, dan perbandingan konstan dengan orang lain di media sosial, dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, dan isolasi sosial. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar, dan kurangnya interaksi sosial langsung juga dapat menyebabkan masalah kesehatan mental.
5. Kehilangan Keterlibatan Sosial
Modernisasi sering memicu isolasi sosial. Dengan kemudahan berbelanja online, berkomunikasi dengan teman-teman melalui pesan teks, atau bekerja dari rumah, orang sering terlalu fokus pada dunia digital dan kurang berinteraksi secara langsung dengan sesama. Ini dapat mengurangi kualitas interaksi sosial yang sangat penting, untuk kesejahteraan emosional dan mental.
Seperti dijelaskan dalam jurnal Al YAZIDIY: Ilmu Sosial, Humaniora, dan Pendidikan, pengaruh globalisasi dan modernisasi menyebabkan sikap individualisme meningkat, menghilangkan nilai gotong royong, ditandai perilaku seperti panic‑buying semasa COVID‑19
6. Ketidakpastian Pekerjaan
Dampak negatif modernisasi adalah? Modernisasi juga membawa ketidakpastian pekerjaan. Perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan, dapat mengancam pekerjaan manusia. Banyak pekerjaan tradisional digantikan oleh mesin dan komputer, yang dapat menyebabkan pengangguran struktural, dan ketidakpastian pekerjaan bagi banyak individu.
7. Konflik Identitas dan Kebudayaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3208442/original/015560700_1597331471-shutterstock_593496266.jpg)
Dampak negatif modernisasi adalah? Modernisasi seringkali menghadirkan konflik identitas dan budaya. Ketika masyarakat beralih dari nilai-nilai tradisional ke nilai-nilai modern, konflik budaya dapat muncul. Perubahan dalam cara berpakaian, berbicara, dan berperilaku dapat menimbulkan ketegangan antara generasi lebih tua, yang memegang nilai-nilai tradisional dan generasi lebih muda, yang lebih terbuka terhadap perubahan. Ini juga dapat mengancam keberlangsungan budaya dan bahasa tradisional.
8. Kriminalitas dan Ketidakamanan
Modernisasi seringkali berdampak pada tingkat kriminalitas, dan ketidakamanan yang lebih tinggi. Urbanisasi yang cepat dan peningkatan migrasi ke kota-kota seringkali menciptakan lingkungan yang lebih padat penduduk, di mana dapat berkontribusi pada peningkatan tindak kriminal. Selain itu, kemiskinan, ketidaksetaraan, dan persaingan dalam masyarakat yang modern dapat menyebabkan tindakan kriminal.
9. Krisis Identitas dan Nilai Keluarga
Modernisasi juga dapat merusak nilai-nilai keluarga tradisional. Dalam masyarakat yang lebih modern, tekanan untuk mencapai kesuksesan pribadi, seringkali diukur dengan pencapaian materi, dapat mengaburkan pentingnya nilai-nilai keluarga dan kehidupan pribadi. Ini dapat mengakibatkan kurangnya waktu yang dihabiskan bersama keluarga, kurangnya dukungan sosial, dan konflik dalam hubungan keluarga.
10. Kehilangan Keberlanjutan Lingkungan
Modernisasi sering mengabaikan konsep keberlanjutan lingkungan. Penggunaan berlebihan sumber daya alam seperti air, bahan bakar fosil, dan sumber daya alam lainnya seringkali dilakukan tanpa pertimbangan yang cukup, terhadap konsekuensi jangka panjang. Hal ini mengancam sumber daya alam yang terbatas, dan berkontribusi pada perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang lebih besar.
11. Tergantung Pada Teknologi dan Komoditas Asing
Modernisasi seringkali membuat masyarakat menjadi tergantung pada teknologi dan komoditas asing. Ketergantungan ini dapat menyebabkan kerentanan ekonomi, terutama jika sumber daya teknologi atau komoditas asing tiba-tiba terbatas atau mahal. Modernisasi juga dapat menghadirkan ketidakpastian ekonomi. Proses modernisasi sering mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, dengan fluktuasi pasar, kebangkrutan perusahaan, dan ketidakpastian dalam sektor pekerjaan.
Advertisement
12. Konsumsi pola hidup konsumtif
Dalam penelitan berjudul Modernisasi dan Gaya Hidup oleh Wahyuni Husain, dijelaskann modernisasi industri dan gaya hidup cepat mendorong masyarakat berperilaku konsumtif terutama kecenderungan membeli barang secara berlebihan tanpa pertimbangan kegunaan jangka panjang.
13. Perubahan pola makan yang tidak sehat
Melansir dari laman resmi Puskesmas Kampung Jambi Kota Batam, pergeseran konsumsi menuju makanan cepat saji (fast-food) menyebabkan peningkatan risiko obesitas dan penyakit tidak menular, terutama di kalangan remaja di kota besar.
14. Akses mudah ke konten negatif di internet
Internet membuka akses luas pada konten pornografi dan kekerasan, yang jika tidak disaring dapat memicu kenakalan, kriminalitas, serta gangguan psikologis pada pengguna muda .
Contoh Modernisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415742/original/096075800_1479975391-garagarateknologi.jpg)
1. Modernisasi di Sektor Pertanian
Menurut Kementerian Pertanian RI, modernisasi dilakukan melalui penggunaan alat seperti traktor, rice transplanter, dan combine harvester untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen petani. Langkah ini juga menyasar pemberdayaan generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian berbasis teknologi seperti hidroponik dan sistem pertanian presisi.
Dilansir dari jatengprov.go.id (2023), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga aktif mendorong keterlibatan petani milenial melalui pelatihan dan subsidi alat pertanian modern. Modernisasi ini bertujuan membalik tren penurunan minat bertani dengan menciptakan citra bahwa pertanian dapat menjadi profesi yang modern dan menjanjikan.
2. Modernisasi Irigasi
Menurut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, lima pilar modernisasi irigasi diterapkan demi menjamin ketersediaan air irigasi yang andal dan efisien. Pilar-pilar tersebut mencakup perbaikan kelembagaan, sistem pengelolaan air, pendanaan, infrastruktur, dan teknologi .
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian. Dilansir dari laman resmi sda.pu.go.id, sistem irigasi modern juga mendorong peran serta petani dalam pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi secara mandiri.
3. Modernisasi Sistem Pemilu dan Demokrasi Digital
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan inovasi pemilu digital guna menarik partisipasi generasi muda. Inovasi ini meliputi pemanfaatan e-voting dan peningkatan literasi politik digital di kalangan pemilih muda (setkab.go.id, 2023).
Menurut Setkab (2023), digitalisasi pemilu juga diarahkan untuk membangun sistem demokrasi yang lebih transparan, efisien, dan inklusif. Ini sekaligus menjadi sarana memperkuat moderasi berpolitik di tengah derasnya arus disinformasi digital.
4. Transportasi Massal Canggih
Dilansir dari laman setkab.go.id, pembangunan transportasi publik seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung, MRT, dan LRT merupakan contoh nyata modernisasi infrastruktur perkotaan. Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas, mengurangi emisi karbon, dan mendukung pertumbuhan kota berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Modernisasi transportasi ini juga diarahkan untuk mendukung pembangunan manusia, khususnya dari segi akses pendidikan, pekerjaan, dan konektivitas antarwilayah. Menurut pemerintah, kehadiran moda transportasi modern menciptakan ekosistem urban yang produktif dan kompetitif secara global.
5. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Modernisasi dalam TIK telah menghasilkan perubahan yang signifikan dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, dan mengakses informasi. Ini mencakup peningkatan pesat dalam penggunaan internet, komputer, dan perangkat seluler. Transformasi ini memungkinkan pertukaran informasi yang cepat dan global, yang mana sebelumnya memakan waktu yang lebih lama dan terbatas. Penggunaan email, platform media sosial, dan aplikasi perpesanan telah mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain dan membagikan informasi. Selain itu, penggunaan teknologi dalam bisnis, seperti perangkat lunak manajemen proyek dan konferensi video, telah memungkinkan bekerja secara efisien dari jarak jauh. Semua ini adalah contoh modernisasi dalam komunikasi yang telah memengaruhi seluruh spektrum kehidupan kita.
6. Kesehatan dan Perawatan Medis
Modernisasi dalam kesehatan mencakup penggunaan teknologi tinggi, dalam diagnosis dan pengobatan. Pencitraan medis seperti CT scan dan MRI memungkinkan dokter, untuk melihat dalam tubuh manusia dengan lebih detail, di mana sangat memungkinkan untuk diagnosis lebih tepat. Pengembangan obat-obatan baru dengan teknologi yang canggih, telah memungkinkan pengobatan yang lebih efektif untuk berbagai penyakit. Selain itu, penelitian medis yang didukung oleh teknologi modern telah membawa pemahaman yang lebih mendalam, tentang penyakit dan proses biologis dalam tubuh manusia.
Advertisement
Cara Menyikapi Modernisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5018490/original/074405000_1732341320-20241121_105758.jpg)
Setelah mengetahui dampak negatif modernisasi, ada cara yang dianjurkan untuk menyikapinya agar tidak larut dalam efek nya.
1. Pemeliharaan nilai-nilai sosial dan budaya lokal
Masyarakat mesti proaktif dalam mempertahankan hubungan kekeluargaan, kegotong‑royongan, dan norma kekerabatan agar modernisasi tidak mengikis solidaritas sosial .
2. Regulasi dan filter teknologi
Penerapan filter pada konten internet dan kebijakan edukatif perlu diterapkan agar generasi muda tidak terpapar konten negatif secara bebas .
3. Peningkatan literasi budaya dan digital
Pemahaman kritis terhadap budaya asing dan teknologi memungkinkan masyarakat untuk memilih elemen positif tanpa kehilangan identitas lokal. Pendidikan moderasi beragama oleh pemerintah yang dipublikasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajarkan toleransi yang dijiwai Pancasila guna mengendalikan arus modernisasi negatif.
4. Penguatan nasionalisme dan bela negara
Dalam laman resmi Kementerian Pertahanan RI, ajakan bela negara dan semangat nasionalisme, seperti yang dikampanyekan oleh Kemenhan dan Presiden, berperan penting sebagai benteng moral dan identitas dalam era globalisasi modern..
5. Pendekatan selektif terhadap modernitas
Seperti dicontohkandalam jurnal SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya, modernisasi tidak harus disertai westernisasi masyarakat bisa mengadopsi teknologi modern tanpa kehilangan jati diri, melalui adaptasi selektif terhadap nilai lokal .
QnA Seputar Dampak Negatif Modernisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919867/original/072811100_1723789204-Mockup_Rekomendasi-Belajar.jpg)
Q: Apa penyebab utama meningkatnya kesenjangan sosial karena modernisasi?
A: Ketimpangan muncul saat hanya sebagian masyarakat memiliki akses teknologi hal ini diperparah oleh ketidakmerataan pembangunan infrastruktur digital.
Q: Bagaimana modernisasi dapat merusak lingkungan?
A: Peningkatan industri dan urbanisasi tanpa pengelolaan yang baik menyebabkan pencemaran udara, air, dan degradasi lahan.
Q: Mengapa modernisasi bisa mengikis budaya lokal?
A: Efek dominasi budaya global dan Barat menjadikan generasi muda kehilangan nilai dan identitas budaya lokal.
Q: Apa risiko psikologis dari ketergantungan teknologi?
A: Ketergantungan dapat menimbulkan alienasi, isolasi sosial, dan stres akibat tekanan eksistensi di media sosial.
Q: Bagaimana cara mengurangi dampak negatif modernisasi?
A: Dengan meningkatkan literasi teknologi, pelestarian budaya, serta kebijakan berkelanjutan dan inklusif untuk semua lapisan masyarakat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3410674/original/017680700_1616645076-maxim-hopman-IayKLkmz6g0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)