Liputan6.com, Jakarta - Amoeba merupakan organisme bersel satu yang termasuk dalam kelompok protista dan dapat ditemukan di air tawar, tanah lembap, maupun lingkungan berair lainnya. Organisme ini memiliki kemampuan hidup mandiri tanpa membutuhkan pasangan dalam proses reproduksinya. Dalam dunia mikroorganisme, amoeba berkembang biak dengan cara yang efisien dan sederhana, memungkinkan mereka memperbanyak diri dengan cepat saat kondisi mendukung.
Amoeba berkembang biak dengan cara pembelahan biner, yaitu proses di mana satu sel membelah menjadi dua sel anak yang identik. Reproduksi ini dimulai dari pembelahan inti sel (nukleus) yang kemudian diikuti oleh pembelahan sitoplasma, menghasilkan dua individu baru yang sama secara genetik. Pembelahan biner merupakan bentuk reproduksi aseksual yang umum terjadi pada organisme uniseluler, termasuk amoeba, dan berlangsung tanpa melibatkan sel kelamin.
Advertisement
Dalam buku Manusia dan Penemuannya: Ilmu Pengetahuan yang Merubah Peradaban Dunia (2012) karya Fayeldi dan Nurhakim, dijelaskan bahwa amoeba memperbanyak diri dengan cara membelah, yakni satu tubuh menjadi dua bagian yang sama besar dan identik. Pernyataan ini memperkuat pemahaman bahwa amoeba berkembang biak dengan cara pembelahan tunggal yang berlangsung secara mandiri, tanpa proses fertilisasi atau pembuahan.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (20/6/2025).
Cara Berkembang Biak Amoeba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599359/original/028722900_1696478622-484px-Amebas_Wikimedia_Commons_Professor_Estumano.jpg)
Amoeba adalah salah satu jenis hewan mikroskopis yang memiliki kemampuan untuk berkembang biak tanpa melalui proses perkawinan, yang sering disebut sebagai reproduksi vegetatif. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, amoeba adalah organisme bersel tunggal yang hidup bebas. Sehingga, amoeba berkembang biak dengan cara:
1. Membelah Diri
Dalam Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 1: Selamatkan Makhluk Hidup (2015) yang disusun oleh Afriki, Angie Siti Anggarti, dkk, dijelaskan bahwa amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri atau fragmentasi. Proses reproduksi aseksual amoeba ini tidak melibatkan materi genetik dari individu lain, karena setiap sel amoeba memiliki materi genetiknya sendiri.
Proses reproduksi aseksual amoeba dimulai dengan replikasi materi genetik yang terdapat dalam inti selnya. Selanjutnya, terjadi proses mitosis, nukleus sel membelah, dan akhirnya, sitoplasma serta membran luar sel terbelah menjadi dua. Setiap sel baru yang dihasilkan mengandung materi genetik yang identik dengan sel aslinya. Proses reproduksi ini disebut pembelahan biner.
Tahap akhir dari reproduksi amoeba adalah ketika ada potongan sempit yang menghubungkan dua sel baru. Melansir dari Sciencing, para ilmuwan di Institut Weizmann menjelaskan bahwa terkadang proses reproduksi amoeba dapat berhenti pada tahap ini, tergantung pada kondisi lingkungan.
Amoeba memiliki inti sel sebagai komponen utama dalam proses reproduksinya. Masih mengutip dari sumber yang sama, inti sel amoeba nantinya akan membelah menjadi dua bagian awalnya, dan kemudian dikelilingi oleh dinding dan cairan sel. Hasil dari pembelahan ini akan menjadi dua amoeba baru yang mandiri.
 2. Membentuk Tunas
Selain menggunakan metode pembelahan biner, amoeba juga memiliki cara reproduksi aseksual yang lain, yaitu dengan membentuk tunas. Cara berkembang biak ini terjadi ketika amoeba berada dalam lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan yang optimal.
Melansir dari mastah.org, ketika situasi lingkungan menjadi tidak menguntungkan, amoeba akan mengadopsi strategi pembentukan tunas sebagai respons adaptifnya.
Pada saat-saat tertentu, amoeba yang telah mencapai tahap usia tertentu akan memulai proses pembentukan tunas ini. Tunas ini dapat dianggap sebagai "anak" amoeba yang baru akan tumbuh dan berkembang menjadi individu amoeba yang mandiri. Proses ini mirip dengan perkembangan tunas pada tanaman, organisme baru tumbuh dari organisme yang sudah ada.
Proses pembentukan tunas ini memberikan keunggulan adaptif kepada amoeba dalam menghadapi perubahan lingkungan yang mungkin mengganggu reproduksi aseksual mereka yang lainnya. Cara ini, membuat amoeba dapat mempercepat proses reproduksi aseksual secara keseluruhan, sehingga mereka dapat berkembang biak lebih efisien dalam kondisi yang tidak ideal.
Hal ini menunjukkan tingkat adaptabilitas yang luar biasa dari amoeba dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Mereka mampu mengubah strategi reproduksi mereka sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan, memastikan bahwa populasi amoeba dapat bertahan dan berkembang bahkan di dalam lingkungan yang berubah-ubah.
Advertisement
Mengenal Amoeba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4724744/original/053214800_1706064199-14803341_iydd_mpwm_210118.jpg)
Amoeba adalah organisme uniseluler (bersel satu) yang termasuk ke dalam kelompok protista. Bentuknya tidak tetap dan sangat fleksibel karena memiliki pseudopodia (kaki semu) yang digunakan untuk bergerak dan menangkap makanannya melalui proses fagositosis. Amoeba hidup di lingkungan akuatik seperti air tawar, tanah lembap, dan beberapa spesies dapat menjadi parasit pada manusia, menyebabkan penyakit tertentu.
Untuk penjelasan ilmiah yang lebih mendalam, melansir dari buku The Biology of Amoeba (1973) oleh Kwang Jeon menjelaskan bahwa amoeba memiliki struktur dan fungsi seluler yang kompleks, termasuk mekanisme pergerakan pseudopodia, karakteristik membran sel, serta kemampuan endositosis yang menjadikannya organisme sel tunggal yang sangat menarik untuk dipelajari.
Secara ringkas, amoeba merupakan organisme uniseluler eukariotik yang bergerak bebas, berbentuk tidak tetap, dan memiliki kemampuan untuk mengubah bentuk tubuhnya demi bertahan hidup—baik sebagai organisme bebas maupun parasit.
Ciri-Ciri Amoeba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599360/original/033158400_1696478622-800px-Ameba__Trinema_Enchelys_Wikimedia_Commons_Javier_Santander.jpg)
Dalam buku berjudul Cerdas Belajar Biologi (2007) yang disusun oleh Oman Karmana, dijelaskan beberapa ciri-ciri amoeba yang menjelaskan sifat dan karakteristik organisme ini:
- Sensitif terhadap Perubahan Cahaya dan Lingkungan: Amoeba memiliki sifat yang sangat sensitif terhadap perubahan cahaya dan lingkungan tempat hidupnya. Ini menunjukkan bahwa organisme ini dapat merespons perubahan dalam lingkungannya, yang merupakan salah satu cara mereka untuk bertahan hidup.
- Reproduksi Vegetatif dan Pembelahan Sel: Amoeba bereproduksi dengan cara vegetatif atau melakukan pembelahan sel. Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi aseksual di mana amoeba membelah diri menjadi dua individu baru. Proses ini dapat mempercepat pertumbuhan populasi amoeba.
- Tidak Memiliki Dinding Sel: Salah satu ciri khas amoeba adalah bahwa mereka tidak memiliki dinding sel. Ini berarti tubuh amoeba tidak dilindungi oleh dinding sel yang keras seperti pada banyak organisme lain. Ketidakberadaan dinding sel ini memungkinkan amoeba untuk berubah-ubah bentuk dan bergerak dengan fleksibel.
- Bersel Tunggal (Uniseluler): Amoeba umumnya terdiri dari satu sel tunggal. Mereka adalah organisme bersel tunggal, yang berarti bahwa seluruh organisme terdiri dari satu sel saja. Hal ini berbeda dari organisme bersel banyak (multiseluler) yang terdiri dari banyak sel yang bekerja bersama dalam tubuh mereka.
- Heterotrof: Amoeba bersifat heterotrof, yang berarti mereka tidak dapat menghasilkan makanan mereka sendiri melalui fotosintesis atau proses anorganik lainnya. Sebagai gantinya, mereka bergantung pada memakan partikel makanan kecil seperti bakteri atau alga kecil yang ada di lingkungan mereka.
- Berkembang Biak dengan Pembelahan Biner: Salah satu metode reproduksi amoeba adalah melalui pembelahan biner. Proses ini melibatkan pembelahan sel amoeba menjadi dua sel baru yang identik. Ini adalah cara umum reproduksi aseksual pada amoeba.
- Eukariotik: Amoeba adalah organisme eukariotik, yang berarti mereka memiliki membran inti. Membran inti ini mengelilingi materi genetik amoeba dan memisahkannya dari sitoplasma. Ini adalah salah satu karakteristik utama organisme eukariotik.
- Bergerak dengan Pseudopodia: Salah satu ciri unik amoeba adalah kemampuannya untuk bergerak bebas. Mereka melakukan gerakan ini dengan menggunakan alat gerak berupa kaki semu yang disebut pseudopodia. Pseudopodia memungkinkan amoeba untuk mengubah bentuk tubuh mereka dan bergerak ke arah makanan atau menjauh dari ancaman.
Â
Advertisement
QnA tentang Cara Berkembang Biak Amoeba
Q: Bagaimana cara berkembang biak amoeba?
A: Amoeba berkembang biak dengan cara aseksual melalui proses pembelahan biner. Dalam proses ini, satu sel amoeba membelah menjadi dua sel anak yang identik secara genetik, tanpa melibatkan sel kelamin.
Q: Apa yang terjadi saat amoeba membelah diri?
A: Proses pembelahan dimulai dari pembelahan inti sel (nukleus), kemudian diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Setelah pembelahan selesai, terbentuk dua amoeba baru yang masing-masing memiliki kemampuan hidup mandiri.
Q: Apakah amoeba membutuhkan pasangan untuk berkembang biak?
A: Tidak. Amoeba berkembang biak secara aseksual, artinya tidak memerlukan pasangan atau pembuahan dalam proses reproduksinya.
Q: Dalam kondisi apa amoeba dapat berkembang biak dengan cepat?
A: Amoeba akan berkembang biak lebih cepat saat kondisi lingkungan mendukung, seperti suhu yang sesuai, kelembapan tinggi, dan ketersediaan nutrisi yang mencukupi.
Q: Apakah amoeba menghasilkan keturunan yang berbeda dari induknya?
A: Tidak. Karena amoeba berkembang biak dengan cara pembelahan biner, keturunannya bersifat identik secara genetik dengan induknya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599358/original/024282500_1696478622-578px-Ameba_002_Wikimedia_Commons_Picturepest.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)