11 Contoh Akulturasi Budaya di Indonesia, Pahami Pengertian dan Cara Menyikapinya

Pengertian akulturasi dan jenisnya, beserta contoh akulturasi budaya.

Diperbarui 21 Juni 2025, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di persimpangan berbagai budaya, memiliki sejarah panjang akulturasi budaya yang telah membentuk identitasnya yang unik. 

Menurut Koentjaraningrat dalam buku Pengantar Antropologi, akulturasi terjadi saat suatu kelompok mengadopsi unsur budaya asing secara selektif dan dipadukan ke budaya mereka sendiri tanpa menghilangkan identitas asli

Salah satu contoh akulturasi budaya  yang paling mencolok di Indonesia adalah dalam bidang makanan. Contoh akulturasi budaya yang paling terkenal adalah nasi goreng, sebuah hidangan yang menggabungkan unsur-unsur Tionghoa dengan cita rasa Indonesia yang khas. 

Selain itu, terdapat banyak contoh akulturasi budaya lainnya yang bisa kita temui sehari-hari, contoh akulturasi ini adalah cerminan dari sejarah panjang interaksi budaya yang telah membentuk identitas Indonesia yang unik dan beragam.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Sabtu (21/6/2025). Pengertian akulturasi dan jenisnya, beserta contoh akulturasi budaya.

Pengertian akulturasi

Akulturasi adalah proses interaksi antara dua atau lebih kelompok budaya yang berbeda, di mana mereka saling memengaruhi satu sama lain dan mengadopsi unsur-unsur budaya satu sama lain. Proses ini terjadi ketika kelompok budaya yang berbeda bertemu, berinteraksi, dan mulai menggabungkan unsur-unsur budaya mereka, seperti bahasa, adat istiadat, kepercayaan, makanan, seni, dan nilai-nilai.

Dalam Jurnal Akulturasi Dan Perubahan Budaya Ritual Misalin di Cimaragas  (Fadhilla dkk., 2021) mempertegas bahwa akulturasi terjadi melalui “campuran beberapa unsur kebudayaan, membentuk satu kesatuan nyaris tak terpisahkan

Dalam akulturasi, ada beberapa kemungkinan hasil. Beberapa elemen budaya dapat diadopsi dan disesuaikan dengan cara budaya lain, sementara yang lain mungkin tidak diadopsi atau diadopsi hanya sebagian. Akulturasi bisa menjadi proses timbal balik di mana kedua kelompok budaya saling memengaruhi satu sama lain, atau salah satu kelompok bisa mendominasi dalam proses pengadopsian budaya.

Akulturasi sering terjadi dalam situasi di mana kelompok budaya yang berbeda tinggal berdampingan, berinteraksi perdagangan, kolonisasi, migrasi, atau melalui media massa modern. Ini adalah fenomena yang umum terjadi di dunia yang semakin terhubung dan global.

Cara Menyikapi Akulturasi Budaya di Indonesia

Berikut sikap yang bisa dilakukan seperti dirangkum Liputan6.com:

1. Selektif dalam menerima

Artinya, kita harus pintar memilih budaya luar yang masuk. Ditegaskan dalam jurnal Jurnal "Akulturasi dan Asimilasi dalam Konteks Interaksi Antar Etnik", 2017, ambil yang cocok dengan nilai dan norma kita, misalnya teknologi atau gaya berpakaian yang sopan. Tapi tolak budaya yang bisa merusak seperti gaya hidup bebas.

2. Melestarikan budaya sendiri

Seperti dijelaskan dalam Jurnal "Konsep Islam dan Budaya Lokal Studi Budaya dan Seni Jawa", 2018, kita tidak boleh lupa budaya sendiri. Misalnya tetap memakai bahasa daerah, mengajarkan tari tradisional, atau mengikuti upacara adat. Dengan begitu, budaya asing tidak akan menggeser budaya asli.

3. Dialog budaya dan edukasi

Menurut jurnal "Proses Akulturasi dalam Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa Papua", 2021, masyarakat perlu diedukasi agar memahami budaya asing secara benar. Misalnya lewat diskusi, pelatihan, atau media sosial yang memberi penjelasan positif. Ini penting agar tidak muncul salah paham atau penolakan berlebihan. 

4. Penerapan prinsip

Koentjaraningrat Antropolog Koentjaraningrat menyarankan untuk hanya menerima budaya asing yang bersifat praktis, seperti teknologi atau makanan. Tapi jangan menerima ideologi atau ajaran yang bisa merusak kepercayaan dan identitas.

 

Jenis akulturasi

Akulturasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk, tergantung pada dinamika dan karakteristik interaksi antara kelompok budaya yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis akulturasi yang umum:

  1. Akulturasi Asimilasi: Ini adalah bentuk akulturasi di mana satu kelompok budaya menyerap dan mengadopsi budaya kelompok lain sepenuhnya, sehingga identitas budaya asal mereka hampir sepenuhnya hilang. Proses ini sering kali menghasilkan dominasi budaya satu kelompok terhadap kelompok lain.
  2. Akulturasi Integrasi: Dalam integrasi, kedua kelompok budaya mempertahankan identitas budaya mereka, tetapi juga menggabungkan unsur-unsur budaya satu sama lain. Ini sering menghasilkan penciptaan budaya campuran yang unik dan beragam.
  3. Akulturasi Marginalisasi: Marginalisasi terjadi ketika satu kelompok budaya dikecilkan atau diabaikan dalam proses akulturasi, sehingga mereka merasa terpinggirkan atau tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan budaya mereka. Ini bisa berdampak negatif pada identitas budaya kelompok tersebut.
  4. Akulturasi Segregasi: Segregasi adalah bentuk akulturasi di mana kelompok budaya yang berbeda tetap hidup berdampingan, tetapi dengan sedikit atau tanpa kontak atau interaksi. Ini dapat menghasilkan pemisahan budaya yang kuat antara kelompok-kelompok tersebut.
  5. Akulturasi Partisipatif: Dalam akulturasi partisipatif, kelompok budaya yang berbeda secara aktif berpartisipasi dalam proses akulturasi dan berusaha untuk memahami dan menghargai budaya satu sama lain. Ini dapat menghasilkan interaksi positif dan harmoni antara kelompok-kelompok tersebut.
  6. Akulturasi Resistensi: Dalam kasus ini, satu kelompok budaya menolak untuk mengadopsi unsur-unsur budaya dari kelompok lain dan berusaha mempertahankan budaya mereka dengan kuat. Ini bisa menghasilkan konflik budaya.
  7. Akulturasi Kulturalisme: Ini adalah bentuk akulturasi di mana kedua kelompok budaya saling menghormati dan menghargai budaya satu sama lain tanpa mengadopsi unsur-unsur budaya satu sama lain secara besar-besaran. Ini dapat menghasilkan kerjasama dan pemahaman lintas budaya yang positif.

Penting untuk dicatat bahwa bentuk akulturasi tidak selalu tegas terpisah, dan seringkali berlangsung dalam kombinasi beberapa bentuk seiring berjalannya waktu. Akulturasi adalah fenomena yang kompleks dan dapat bervariasi dalam tingkat dan jenis pengaruh budaya yang terjadi antara kelompok-kelompok yang berinteraksi.

Contoh akulturasi budaya di indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya karena terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda. Akibatnya, banyak contoh akulturasi budaya terjadi di Indonesia. Berikut beberapa contoh akulturasi budaya di Indonesia:

  1. Makanan: Salah satu contoh paling terkenal adalah makanan. Misalnya, nasi goreng merupakan hasil akulturasi antara budaya Tionghoa dan Indonesia. Demikian juga, "sate" adalah makanan yang mencerminkan pengaruh Arab dan India dalam bentuk daging tusuk yang disajikan dengan saus kacang.
  2. Bahasa: Bahasa Indonesia sendiri adalah contoh akulturasi bahasa. Meskipun dasarnya adalah bahasa Melayu, bahasa ini telah menerima pengaruh dari berbagai bahasa, termasuk bahasa Belanda, Arab, dan Sanskerta.
  3. Kesenian: Tari Jaipongan dari Jawa Barat adalah contoh akulturasi dalam seni tari. Tari ini menggabungkan unsur-unsur tradisional Jawa dengan musik dan gerakan yang lebih modern. Selain itu, gamelan, alat musik tradisional Indonesia, juga memiliki pengaruh Hindu, Jawa, dan Bali.
  4. Agama: Agama di Indonesia juga mencerminkan akulturasi. Misalnya, agama Hindu di Bali memiliki pengaruh kuat dari budaya Hindu India, tetapi juga mencerminkan unsur-unsur tradisional Bali.
  5. Arsitektur: Arsitektur di berbagai daerah di Indonesia mencerminkan akulturasi budaya. Contohnya, rumah adat Toraja di Sulawesi Selatan adalah hasil dari campuran unsur-unsur Toraja dan pengaruh Belanda.
  6. Pakaian: Batik Indonesia adalah contoh pakaian yang mencerminkan akulturasi budaya. Motif batik mencakup unsur-unsur tradisional Indonesia dan pengaruh Tiongkok serta Eropa.
  7. Adat Istiadat: Upacara pernikahan, upacara adat, dan perayaan lainnya juga mencerminkan akulturasi budaya di Indonesia. Misalnya, pernikahan adat Jawa mencampurkan elemen-elemen Jawa, Islam, dan Hindu.
  8. Musik: Musik tradisional Indonesia seperti angklung, keroncong, dan wayang kulit mencerminkan akulturasi budaya yang unik.
  9. Sistem Kalender dan Penanggalan: Sistem penanggalan Jawa merupakan hasil akulturasi antara budaya Hindu, Islam, dan Jawa kuno. Kalender Jawa menggunakan sistem Saka (dari India) yang kemudian diadaptasi dengan kalender Hijriah Islam oleh Sultan Agung dari Mataram pada abad ke-17. Kalender ini memiliki ciri unik dengan mingguan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang merupakan warisan asli Jawa, digabung dengan sistem kalender Islam. 
  10. Seni Ukir dan Dekorasi Bangunan: Ukiran dan ornamen pada masjid-masjid kuno di Jawa, seperti Masjid Agung Demak, menunjukkan akulturasi budaya Islam dan Hindu-Buddha. Atapnya berbentuk tumpang tiga yang menyerupai meru dari arsitektur Hindu-Bali, dan hiasan-hiasannya pun mengandung simbol-simbol lokal yang disesuaikan dengan ajaran Islam (misalnya, ornamen bunga teratai yang berasal dari budaya Hindu diubah menjadi non-figuratif).
  11. Sistem Pemerintahan Kerajaan Islam: Kerajaan-kerajaan Islam seperti Kesultanan Demak, Cirebon, dan Banten merupakan contoh akulturasi sistem pemerintahan. Struktur kerajaan dan gelar-gelar bangsawan masih mempertahankan unsur Hindu-Buddha (seperti gelar "raja", "ratu", dan "prabu"), tetapi digabungkan dengan gelar-gelar Islam seperti sultan dan syah, serta sistem hukum berbasis syariah yang menyatu dengan hukum adat setempat.

Contoh-contoh di atas hanya sebagian kecil dari keragaman akulturasi budaya yang ada di Indonesia. Ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia yang telah berkembang seiring berjalannya waktu dan interaksi dengan berbagai kelompok budaya.

 

QnA Seputar Akulturasi Budaya

Q: Apa bedanya akulturasi dan asimilasi?

A: Akulturasi berarti perpaduan budaya tanpa menghilangkan identitas lokal; asimilasi terjadi saat satu budaya dominan menggantikan budaya lain.

Q: Bagaimana akulturasi terjadi di masyarakat modern?

A: Melalui interaksi sosial, perdagangan, teknologi, media, migrasi, dan pendidikan, unsur budaya asing diserap secara bertahap .

Q: Apa contoh nyata akulturasi budaya di Indonesia?

A: Kebaya Encim Betawi—hasil akulturasi budaya Cina dan Betawi—dengan motif dan aksesoris khas Cina.

Q: Apakah akulturasi mengancam identitas budaya lokal?

A: Tidak jika dilakukan selektif dan disertai pelestarian, seperti disarankan Koentjaraningrat.

Q: Bagaimana pemerintah menyikapi akulturasi?

A: Melalui program budaya yang mendidik seperti PKBM di wilayah 3T, mengedepankan nilai budaya lokal dalam pembangunan.

 

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6