Liputan6.com, Jakarta Ketika melihat sesuatu yang menakjubkan atau luar biasa, umat Islam biasanya mengucapkan Masya Allah. Namun, tak sedikit orang masih bingung mengenai tulisan Masya Allah yang benar, baik dalam huruf Arab maupun transkripsi Latin. Ketepatan penulisan dan pemahaman makna menjadi hal penting agar ungkapan ini tetap mencerminkan pengakuan atas kehendak Allah dan tidak sekadar kebiasaan.
Secara bahasa Arab, bentuk yang benar adalah ما شاء الله (mā shāʾa -llāh), yang berarti “apa yang Allah kehendaki, maka itulah yang terjadi.” Menurut Ulama kondang M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Kosakata Keagamaan (2020), disebutkan bahwa arti Masya Allah adalah ‘apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itu yang akan terjadi’. Dengan begitu, ungkapan tersebut bukan hanya sebuah ungkapan biasa, tapi memiliki landasan teologis bahwa semua terjadi atas kehendak dan izinnya.
Selain tulisan Masya Allah yang benar, umat Islam juga perlu memahami adab dalam menjawabnya. Saat seseorang mengucapkan Masya Allah, respons yang dianjurkan adalah dengan menjawab Wafiika barakallah. Selain berfungsi sebagai bentuk penghormatan, jawaban ini mencerminkan budaya saling mendoakan yang telah diajarkan dalam ajaran Islam.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).
Tulisan Masya Allah yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3377629/original/079741500_1613436248-pray-4536313_640.jpg)
Penulisan kata Masyaallah yang benar dalam bahasa Indonesia adalah Masyaallah yang digabung, bukan dipisah. Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI menjelaskan penulisan Masyaallah yang benar menggunakan "sya" buka "sha" karena artinya akan berbeda.
Sedangkan, dalam bahasa Arab penulisan Masyaallah yang benar adalah (ما شاء الله) dan tulisan latinnya (Maa syaa Allah). Sementara itu, menurut Keputusan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nomor 158 Tahun 1987 Nomor 0543b/U/198, penulisan Masyaallah yang benar dalam bahasa Indonesia adalah merujuk pada aturan serapannya. Berdasarkan peraturan ini, huruf ﺵ yang diserap dalam bahasa Indonesia menjadi “sy” sehingga مَا شَاءَ اللهُ jika dituliskan dalam bahasa Indonesia menjadi Masyaallah atau Masya allah.
Lantas, kapan mengucapkan Masyaallah yang tepat?
Dikutip dari buku Akidah Akhlak (2008) oleh Ahmad Kusaeri, waktu yang tepat untuk mengucapkan ungkapan Masyaallah adalah ketika merasa takjub. Ketakjuban ini diungkap dengan mengagungkan Allah SWT sebagai Tuhan yang maha berkehendak atas segala sesuatu hingga membuat manusia terkagum-kagum.
Hal ini sejalan dengan penggunaan ungkapan Masyaallah yang diucapkan ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan. Bahkan, penggunaan kata Masyaallah juga dijelaskan dalam buku yang berjudul Seri Kalimat Thayyibah: Yuk, Ucapkan Masya Allah (2019) karya Dian K, bahwa ungkapan Masyaallah digunakan sebagai kekaguman atas kuasa Allah SWT sebab tidak ada yang terjadi tanpa kehendak-Nya.
Advertisement
Arti Masya Allah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
Setelah mengetahui penulisan kata Masyaallah yang benar, anda perlu memahami arti dari kata Masyaallah. Dalam buku Seri Kalimat Tayyibah: Masya Allah (2023) oleh Ririn Astutiningrum, menjelaskan bahwa kata Masyaallah artinya dengan kehendak Allah. Kata ini biasanya diucapkan apabila ketika melihat hal-hal yang mengagumkan agar kita ingat bahwa Allah SWT yang menciptakannya.
Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ‘Masya Allah, la quwwata illa billah.’ (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.” (Q.S. Al Kahf: 39)
Sedangkan dalam kitab Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa kalimat “masyaallah” bisa diartikan dengan dua arti. Hal tersebut dikarenakan kalimat “maa syaa Allah” bisa dijabarkan (i'rab) dalam struktur kalimat di dalam bahasa Arab dengan dua cara, yaitu:
- Penjabaran yang pertama kata “masyaallah” (مَا شَاءَ ٱللَّٰهُ) adalah dengan menjadikan kata “maa” (مَا) sebagai kata sambung dan kata tersebut berstatus sebagai predikat. Subjek (mubtada’) dari kalimat tersebut adalah subjek yang disembunyikan, yaitu “hadzaa” (هَٰذَا). Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah: هَٰذَا مَا شَاءَ ٱللَّٰهُ hadzaa maa syaa Allah. Jika demikian, maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah: “inilah yang dikehendaki oleh Allah”.
- Penjabaran yang kedua, kata “maa” (مَا) pada “maa syaa Allah” merupakan kata benda yang mengindikasikan sebab dan frasa “syaa Allah” (شَاءَ ٱللَّٰهُ) berstatus sebagai fi’il syarath (kata kerja yang mengindikasikan sebab). Sedangkan jawab syarath (kata benda yang mengindikasikan akibat dari sebab) dari kalimat tersebut tersembunyi, yaitu “kaana” (كَانَ) .
Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah maa syaa Allahu kaana (مَا شَاءَ ٱللَّٰهُ كَانَ). Jika demikian maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”. Ringkasnya, “maa syaa Allah” bisa diterjemahkan dengan dua terjemahan, “inilah yang diinginkan oleh Allah” atau “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”.
Cara Menjawab Ungkapan Masyaallah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3295133/original/063123700_1605234661-pexels-photo-1071968__1_.jpeg)
Melansir dari Myislam, tidak ada satu jawaban yang tepat bagi seseorang yang mengatakan Masyaallah. Namun jika mereka mengatakannya sebagai cara untuk berbagi dalam kegembiraan, pencapaian, atau pencapaian, maka dapat menanggapinya dengan mengucapkan Jazakallah Khair yang berarti “semoga Allah membalasmu”.
Contohnya saja salam kehidupan sehari-hari, jika seorang teman mengunjungi rumahmu, mereka mungkin mengatakan “rumah yang indah, Masyaallah”, kamu dapat menerima untuk menanggapi dengan mengatakan Jazakallah Khair.
Selain itu, ungkapan Masyaallah juga bisa dijawab dengan istilah berikut:
"Wafiika barakallah" yang artinya adalah Semoga Allah memberkatimu juga.
Kedua istilah yang diucapkan di atas sama-sama merupakan pujian terhadap kuasa Allah SWT.
Advertisement
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Tulisan Masya Allah
Q: Bagaimana cara menulis Masya Allah dalam huruf Latin?
A: Penulisan yang benar dalam Latin adalah Masya Allah, bukan Masha Allah, Masa Allah, atau Masyaa Allah. Bentuk Masya Allah lebih mendekati pelafalan Arab yang umum digunakan di kalangan Muslim Indonesia.
Q: Apa arti sebenarnya dari Masya Allah?
A: Masya Allah berarti “apa yang dikehendaki oleh Allah”. Ungkapan ini digunakan sebagai bentuk pujian dan pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, bukan karena usaha manusia semata.
Q: Kapan sebaiknya mengucapkan Masya Allah?
A: Masya Allah biasa diucapkan saat melihat sesuatu yang indah, mengagumkan, atau luar biasa—baik itu ciptaan Allah, prestasi orang lain, maupun keberkahan yang terlihat. Ini adalah bentuk pengakuan dan pujian yang disyariatkan dalam Islam.
Q: Apa hukum atau dalil mengucapkan Masya Allah?
A: Mengucapkan Masya Allah dianjurkan, terutama ketika melihat hal yang menakjubkan. Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Kahfi ayat 39 menyebutkan,
"Dan mengapa kamu tidak mengatakan ketika kamu memasuki kebunmu: Masya Allah, la quwwata illa billah?"
Q: Apa jawaban yang benar ketika seseorang mengucapkan Masya Allah kepada kita?
A: Jawaban yang dianjurkan adalah "Wafiika barakallah" (Semoga Allah memberkatimu juga). Ini adalah bentuk doa balik kepada orang yang telah memuji atau mengekspresikan kekaguman.
Q: Apa perbedaan antara Masya Allah dan Subhanallah?
A: Masya Allah digunakan untuk mengungkapkan kekaguman atas sesuatu yang dikehendaki Allah, sedangkan Subhanallah diucapkan ketika kita menyaksikan sesuatu yang luar biasa atau menakjubkan sebagai bentuk menyucikan Allah dari segala kekurangan. Meskipun mirip konteksnya, makna dan penggunaannya berbeda.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5114447/original/024921800_1738231922-1738220532438_arti-kata-masyaallah-tabarakallah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)