Liputan6.com, Jakarta Properti tari piring adalah benda-benda yang digunakan oleh para penari dalam pementasan, untuk memperkaya visual dan makna tarian tersebut. Properti tari memiliki peran penting dalam mengkomunikasikan pesan atau cerita, yang ingin disampaikan oleh tarian kepada penonton.
Tari Piring sendiri adalah tarian tradisional yang berasal dari suku Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. Tarian ini memiliki akar budaya yang dalam dan memiliki makna yang kaya, baik secara historis maupun simbolis. Properti tari piring adalah? Dalam konteks tari piring, properti yang dimaksud adalah piring-piring keramik yang dipegang dan dimainkan oleh para penari.
Perlu dipahami bahwa properti merupakan elemen kunci dalam tarian, di mana bukan hanya sebatas benda fisik, melainkan juga simbol budaya, ekspresi seni, dan sarana untuk mengomunikasikan pesan kepada penonton.Â
Advertisement
Tak hanya properti tari piring, mengetahui seluk beluk tari piring hingga gerakannya memudahkan kita untuk lebih tahu tarian adat di Indonesia.
Properti dalam pertunjukan seni tari berarti peralatan yang digunakan, dalam sebuah pertunjukan seni tari itu sendiri. Pada umumnya, properti tari ini tentu berfungsi sebagai alat untuk memberikan keindahan bentuk, dalam pertunjukan atau pementasan. Berikut ini properti tari piring yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (13/6/2025).
Properti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2790671/original/013600800_1556445362-20190428-Festival-Kampung-Berseri-Astra--POOL-2.jpg)
Dalam jurnal Tari Piring dalam Pertunjukan Randai di Sanggar Palito Nyalo Koto Panjang Kecamatan Pauh Padang Sumatera Barat yang diterbitkan Institut Seni Indonesia Padangpanjang disebutkan daftar properti tari piring sebagai berikut:
1. Piring
Properti tari piring adalah objek yang digunakan untuk menari, dan salah satu properti utama yaitu piring. Pada tarian tradisional Minang ini tentu digunakan dua buah piring yang digenggam, dengan kedua tangan kanan dan kiri. Piring ini pun biasanya terbuat dari keramik atau porselen, dengan bentuk dan ukuran tertentu. Umumnya para penari memegang dan menggerakkan piring-piring ini, dengan berbagai gerakan yang diatur secara koreografis. Dalam hal ini, piring bukan hanya sekadar benda fungsional untuk menyajikan makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekspresi seni dan budaya.
2. Damar
Damar adalah sejenis kayu kecil dari pohon yang digunakan untuk diketukkan ke dalam piring untuk menghasilkan sebuah ketukan atau lantunan nada tertentu. Damar yang dipakai ini sebelumnya telah diberi lubang pada setiap bagian ujung tengah, kanan, dan juga kiri.
3. Baju kurung
Sama halnya seperti tarian tradisional lain, tari piring juga memiliki kostum atau pakaian khusus untuk penampilannya. Baju tersebut adalah baju kurung, yang terbuat dari bahan satin atau beludru dengan motif bunga-bunga. Baju Kurung Minang memiliki ciri khas berupa model baju yang longgar, serta terdiri atas atasan dan bawahan. Salah satu ciri yang mencolok dari baju kurung Minang, adalah penggunaan kain songket. Songket adalah kain tenun tradisional yang dihiasi dengan pola-pola emas atau perak yang mengkilap, sehingga memberikan kesan megah dan mewah pada pakaian tersebut.
4. Kain kodek
Kain kodek adalah jenis kain tradisional dari Indonesia yang berasal dari daerah Minangkabau di Sumatra Barat. Kodek adalah sejenis kain tenun tangan yang memiliki pola-pola khas dan biasanya digunakan sebagai sarung atau kain untuk acara adat. Pada umumnya, kain kodek dalam tari piring ini berwarna keemasan yang memiliki arti sebagai simbol kebijaksanaan.
5. Selendang
Sebagai pelengkap untuk pementasan, para penari dalam pertunjukkan tari piring juga biasanya menggunakan sebuah selendang. Selendang ini dikenakan secara melingkar dari bagian atas bahu ke bagian bawah pinggang.
6. Ikat pinggang
Ikat pinggang yang digunakan para penari dalam tari piring ini, berguna untuk mengencangkan kain kondek yang sedang dipakai. Hal ini bertujuan agar kain tersebut tidak longgar saat digunakan menari. Para penari laki-laki yang menggunakan ikat pinggang ini diluar baju kurung. Sedangkan para penari wanita, menggunakan ikat pinggang ini dengan sedikit berbeda. Mereka menggunakan ikat pinggang ini di dalam baju kurungnya, sehingga ikat pinggang tersebut tidak terlihat dari luar pakaian.
7. Alat musik
Seperti pertunjukan tari pada umumnya, tari piring pun membutuhkan alat musik untuk mengiringi para penarinya menari. Beberapa alat musik yang dipakai untuk mengiringi tari piring ini pun adalah saluan, rebab, talempong, bansi, serta saruni. Namun, pada saat ini alat musik yang digunakan pada tari piring perlahan telah digantikan dengan rekaman lagu.
Â
Advertisement
Sejarah dan Asal Usul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2790673/original/057217200_1556445363-20190428-Festival-Kampung-Berseri-Astra--POOL-3.jpg)
Melansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jambi, tari piring pertama kali diperkenalkan oleh seorang tokoh seni dari Padang, Sumatera Barat bernama Huriah Adam pada tahun 1940-an. Sejak itu, tarian ini semakin dikenal di Indonesia dan bahkan di luar negeri. Saat ini, sering dipertunjukkan dalam berbagai acara budaya dan pariwisata di Indonesia.
Tari Piring adalah jenis tarian tradisional, yang melibatkan penari yang membawa piring-piring dalam kedua tangan sambil menari, dengan gerakan-gerakan khas. Piring-piring ini sering kali merupakan piring-piring yang terbuat dari porselen atau keramik yang diberi hiasan, meskipun dalam pertunjukan modern, piring-piring plastik juga dapat digunakan untuk alasan keamanan.
Gerakan-gerakan dalam tari piring biasanya melibatkan perpaduan, antara gerakan tangan yang lincah dan gerakan kaki yang dinamis. Penari menggunakan piring-piring tersebut, untuk melakukan berbagai gerakan yang mencolok, seperti memutar, menumpuk, atau menangkap piring-piring dengan keahlian yang mengesankan. Tarian ini sering kali disertai dengan musik tradisional Minangkabau seperti saluang (seruling bambu) dan talempong (alat musik perkusi).
Menurut sebuah jurnal karya Syahrial, yang diterbitkan pada tahun 2013, dengan judul Guna Fungsi Tari Piring Padang Magek Sumatera Barat, tarian tradisional ini pada awalnya memiliki fungsi sebagai tarian dalam upacara meminta kesuburan pada Dewa Dewi. Dahulu kala, tarian ini juga menjadi sebuah ritual khusus untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat setempat. Masyarakat dan para petani membuat sebuah ritual sebagai rasa terima kasih kepada Dewa Dewi setelah mendapatkan hasil yang memuaskan dan panen yang melimpah ruah.
Pada awalnya, tari piring ini digunakan untuk pemujaan kepada Dewa Dewi Padi serta penghormatan atas hasil panen yang diberikan. Ritual ini dilakukan dengan cara membawa sesaji yang berbentuk beraneka ragam makanan dari hasil bumi dan dimasak secara bergotong royong. Setelah itu, makanan ini pun diletakkan di dalam sebuah piring. Namun, setelah kedatangan Islam di tanah Sumatera, tradisi ini pun mengalami pergeseran fungsi dan makna. Kegiatan kepercayaan ini akhirnya digantikan dengan sebuah tarian berkonsep tari piring.
Makna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306248/original/054912700_1606274281-cats.jpg)
Tari Piring, sebagai salah satu tarian tradisional yang berasal dari budaya Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia, yang membawa makna mendalam terkait aspek kehidupan dan filosofi masyarakatnya. Berikut ini sejumlah makna yang wajib disimak diantaranya:
Simbol Perjuangan dan Kekuatan
Gerakan-gerakan intens dan dinamis dalam tari piring, mencerminkan semangat perjuangan dan kekuatan masyarakat Minangkabau dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Seperti piring-piring yang harus dijaga agar tidak pecah selama tarian, kehidupan juga mengharuskan manusia untuk menjaga dan melindungi nilai-nilai, serta identitasnya dalam menghadapi ujian.
Kesatuan dan Harmoni
Meskipun setiap penari membawa piring-piring sendiri, gerakan-gerakan mereka harus selalu terkoordinasi dan seragam. Ini menggambarkan pentingnya kesatuan dan harmoni, dalam menghadapi kehidupan bersama. Dalam budaya Minangkabau yang mengedepankan semangat gotong royong dan persatuan, tari piring mengajarkan tentang pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Relasi Manusia dengan Alam
Beberapa gerakan dalam tari piring, menggambarkan gerakan hewan-hewan seperti burung atau binatang lainnya. Hal ini mencerminkan pandangan masyarakat Minangkabau yang mendalam, tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam. Tarian ini mengajarkan bahwa manusia adalah bagian dari lingkungan alamiah, dan harus hidup dalam keseimbangan dengannya.
Keindahan dalam Keterbatasan
Piring-piring yang dipegang oleh penari memiliki batasan fisik, yang harus diatasi dalam gerakan-gerakan tarian. Namun, keindahan dan kelincahan gerakan yang dihasilkan dari keterbatasan ini, menjadi simbol keindahan dalam mengatasi hambatan. Dalam kehidupan, kita juga dihadapkan pada keterbatasan, tetapi tari piring mengajarkan bahwa kita dapat menemukan keindahan dalam menghadapinya.
Penghormatan terhadap Warisan Budaya
Tari piring merupakan salah satu cara, untuk mempertahankan dan menghormati warisan budaya Minangkabau. Pertunjukan tarian ini dalam berbagai acara adat, pernikahan, dan upacara keagamaan merupakan bentuk penghargaan, terhadap nilai-nilai tradisional yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.
Pengajaran Nilai-Nilai Hidup
Setiap gerakan dalam tari piring dapat memiliki interpretasi filosofis yang mendalam. Misalnya, gerakan menangkap piring yang terlempar bisa diartikan sebagai kegigihan, dalam menangkap peluang dalam hidup. Gerakan memutar piring dapat menggambarkan siklus kehidupan dan perubahan. Tari piring menjadi medium untuk mengajarkan nilai-nilai hidup yang kompleks, melalui bahasa gerakan.
Advertisement
Teknik dan Ketentuan untuk Melakukan Tari Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1054642/original/043033600_1447430786-_20151113NH_Semarak_wushu_09.jpg)
Dalam buku Pembelajaran Tari Minang 2022, tari piring diawali dengan gerakan sapa penghormatan kepada penonton dan lingkungan sekitar. Setelah itu, penari mulai menggoyangkan piring dengan tangan terentang, mengikuti irama musik talempong dan saluang. Gerakan berpola melingkar atau zig-zag dilakukan dengan lincah dan penuh kehati-hatian.
Teknik memegang piring sangat penting agar tidak jatuh selama tarian berlangsung. Penari harus menguasai teknik pergelangan tangan yang halus namun kuat agar piring tetap stabil. Latihan khusus dilakukan untuk menjaga keluwesan dan kecepatan gerakÂ
Pada bagian klimaks, piring dilempar hingga pecah sebagai simbol keberanian dan penguasaan teknik tinggi. Penari kemudian menari di atas pecahan piring dengan kaki telanjang tanpa terluka. Gerakan ini terinspirasi dari ilmu silat dan filosofi keseimbangan alam
Ketentuan utama dalam menarikan tari piring meliputi jumlah penari yang ganjil, antara tiga hingga tujuh orang. Mereka harus mengenakan busana adat Minang seperti baju kurung, kain songket, dan tikuluak khas daerah masing-masing. Sebelum tampil, penari menjalani latihan ketat mencakup teknik pernapasan, kontrol tubuh, dan simulasi memecah piring
Gerakan-Gerakan dalam Tari Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2790675/original/086645400_1556445364-20190428-Festival-Kampung-Berseri-Astra--POOL-4.jpg)
Setelah properti tari piring siap, kini saatnya mempraktikkan tari piring. Dalam jurnal Tari piring dalam pertunjukan randai di Sanggar Palito Nyalo Koto Panjang Kecamatan Pauh Padang Sumatera Barat Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Gerak tari Piring terdiri dari :
Gerak Sambah Pambukak
Gerak Sambah Pembuka merupakan gerak awal yang dilakukan untuk memulai pertunjukan. Gerak sambah ini ada tiga yaitu Sambah ka bumi, Sambah ka langik, dan Sambah ka urang banyak. Gerak Sambah ka bumi dilakukan dengan penari menghadap kedepan dengan kedua kaki jongkok dan kedua lengan di rentangkan ke depan ujung jari menyentuh lantai. Gerak Sambah ka langik dengan penari menghadap kedepan dengan posisi masih jongkok kedua lengan direntangkan, lengan kanan ke diagonal kanan depan dan lengan kiri ke diagonal kiri depan. Selanjutnya gerak Sambah ka urang banyak dengan penari menghadap kedepan dengan posisi jongkok lengan kanan di tekuk di depan dada jari penempel dahi lengan kiri ditekuk tangan menempel dikepala bagian belakang.
Gerak Ayun
Gerak ayun menggambarkan proses dalam menjalankan kehidupan keseharian bagi kaum ibu untuk menidurkan anaknya. Gerak ayun dilakukan masih dalam posisi jongkok kedua lengan diayun ke diagonal kanan depan dan ke diagonal kiri depan. Gerak ini dilakukan dari jongkok sampai posisi berdiri.
Gerak Kuak
Gerak Kuak menggambarkan proses kerja petani ketika akan melakukan panen untuk memotong padi. Gerak ini dilakukan dengan cara berdiri di tempat kaki kanan di silangkan ke belakang kaki kiri, dilakukan secara bergantian. Kedua lengan diayun samping kanan punggung tangan dipertemukan, gerak-gerak ini dilakukan secara bergantian.
Gerak Manyabik
Gerak Manyabik menggambarkan kegiatan masyarakat dalam melakukan panen yang dilakukan secara bersama waktu memotong padi. Gerak ini dilakukan kedua kaki dibuka lengan kanan diayun kesamping kanan badan. Dilakukan secara bergantian.
Gerak Manampi
Gerak Manampi menggambarkan aktivitas bagaimana masyarakat dalam kegiatan memisahkan padi dengan kulitnya. Kaki kanan dijinjit ke samping kaki kiri lalu dilakukan sebaliknya. Kedua lengan diayun dari bawah keatas didepan dan membuat gerak setengah lingkaran. Gerak ini dilakukan mengikuti musik yang mengiringi.
Gerak Tupai Bagaluik
Gerak Tupai Bagaluik menggambarkan kemampuan demonstratif penari yang pusat konsentrasinya pada kedua tangan yang memegang piring dengan menggerakan kedua tangan membentuk angka delapan. Gerak ini dilakukan gerak kaki sama dengan gerak kaki manapi. Kedua lengan digerakan membentuk angka delapan di depan dada.
Â
Advertisement
FAQ - Pertanyaan Seputar Tarian Tradisional Tari Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5030076/original/027674300_1732950236-ciri-ciri-tari-piring.jpg)
1. Apa itu Tari Piring?
Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau dari Sumatera Barat. Tarian ini menggunakan piring sebagai properti utama. Gerakannya lincah, cepat, dan penuh simbol.
2. Apa fungsi awal dari Tari Piring?
Awalnya digunakan sebagai ritual syukur pasca panen. Tarian ini kemudian berkembang menjadi hiburan dan seni pertunjukan. Kini sering tampil di acara adat dan festival budaya.
3. Apa saja alat yang digunakan dalam Tari Piring?
Piring keramik atau logam, cincin jari, serta alat musik tradisional seperti talempong dan saluang. Penari juga memakai busana adat lengkap. Beberapa gerakan memakai pecahan piring sebagai atraksi.
4. Berapa jumlah penari dalam Tari Piring?
Biasanya ganjil: tiga, lima, atau tujuh orang. Hal ini dipercaya memberi harmoni visual. Bisa dilakukan secara berpasangan atau kelompok.
5. Apakah Tari Piring berbahaya?
Bagian menari di atas pecahan piring bisa berisiko. Namun penari telah dilatih agar aman. Teknik kaki dan konsentrasi menjadi kunci utama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1318523/original/019748900_1471281963-_20160810NH_Ragam_TdS_04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)