Liputan6.com, Jakarta Gigitan tomcat merupakan masalah kesehatan yang cukup serius meskipun sering dianggap remeh karena ukurannya yang kecil. Tomcat adalah serangga dari genus Paederus yang menghasilkan racun pederin, yang dapat menyebabkan iritasi dan luka pada kulit ketika tubuh serangga ini tergesek atau tertekan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjelaskan bahwa dermatitis akibat kontak dengan serangga Paederus dapat menyebabkan lesi kulit yang menyakitkan dan infeksi sekunder jika tidak ditangani dengan tepat. Gejala akibat gigitan tomcat biasanya muncul dalam 24 hingga 48 jam setelah kontak, ditandai dengan kemerahan, rasa panas seperti terbakar, dan munculnya bintik atau lepuhan pada kulit.
Advertisement
Dilansir dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Tropical Medicine & International Health (Mahmood et al., 2019), menyatakan bahwa gejala kulit akibat racun pederin bisa berkembang menjadi dermatitis yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika tidak segera mendapat perawatan yang tepat. Oleh karena itu, mengenali gejala awal sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.
Cara menangani gigitan tomcat yang paling dianjurkan adalah dengan segera membersihkan area yang terkena racun menggunakan sabun dan air mengalir untuk menghilangkan racun dari kulit. Kompres dingin dan penggunaan salep anti-inflamasi juga dapat membantu meredakan peradangan.
Agar lebih paham, berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (5/6/2025).
Gejala Gigitan Tomcat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2243392/original/027500500_1528435699-kulit_gatal.jpg)
Tomcat merupakan jenis serangga berukuran antara 7-8 mm dengan warna merah belang hitam. Pemilik nama latin Paederus littoralis ini juga kerap disebut semut semai. Serangga ini merupakan kelompok serangga pertanian sebagai predator dari hama pertanian seperti wereng dan lain-lain.
Istilah gigitan tomcat sebenarnya kurang tepat. Tomcat tidak menggigit atau menyengat, tapi darah mereka mengandung racun kuat yang disebut pederin. Racun ini, bila bersentuhan dengan kulit bisa menyebabkan iritasi serius.
Tomcat akan mengeluarkan racun secara otomatis bila merasa terancam. Serangga ini juga akan mengeluarkan cairan racunnya pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya. Jika tomcat melepaskan toksin dan terkena manusia, racun akan diserap kulit dan membentuk iritasi yang juga dikenal gejala gigitan tomcat.
Bagi anda yang terkena gigitan tomcat perlu mengenali gejalanya. Berikut ini terdapat beberapa gejala umum dari gigitan tomcat adalah:
1. Kulit terasa panas
Sesaat setelah terpapar racun dari tomcat, kulit akan terasa panas seperti terbakar. Kulit juga akan terlihat kemerahan seperti digigit serangga pada umumnya.
2. Gatal
Rasa panas dan terbakar juga diiringi gatal tak tertahankan. Biasanya gatal akan muncul 24- 48 jam setelah bersentuhan dengan tomcat.
3. Melepuh seperti luka bakar
Jika gatal terus digaruk, kulit akan iritasi dan membentuk lepuhan. Iritasi ini berbentuk pustula atau bintil bernanah. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Iritasi kemudian akan berkembang mirip lepuhan setelah 4 hari.
4. Kaku dan nyeri
Selain lepuhan, kulit yang melepuh akan terasa kaku dan sesekali kesemutan. Kulit juga akan terasa nyeri dan sangat perih.
Racun yang terkena tangan juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan ke orang lain. Hindari menggaruk luka. Racun bisa berpindah ke bagian lain kulit melalui cairan di luka.
Advertisement
Cara Mengatasi Gigitan Tomcat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1500958/original/076930800_1486538273-Perlukah-Pakai-SPF-Lotion-saat-Musim-Hujan.jpg)
1. Jangan memencet tomcat
Dermatitis terjadi bila bersentuhan secara langsung dengan serangga atau secara tidak langsung, misalnya melalui handuk, baju atau barang lain yang tercemar racun paederin. Banyak orang salah menangani gigitan tomcat saat pertama kali bersentuhan dengan tomcat. Jika menemukan serangga ini, jangan langsung memencet agar racun tidak mengenai kulit.
2. Cuci dengan air
Jika Tomcat tanpa sengaja terkena kulit, segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Gunakan sabun lembut, bebas pewangi dan air hangat. Racun tomcat akan dengan cepat memembus kulit. Mencuci kulit sesegera mungkin akan membuang banyak racun sebelum sempat mengiritasi kulit. Cuci juga pakaian atau barang lain yang mungkin bersentuhan dengan tomcat.
3. Kompres dingin
Setelah mencuci kulit, kompres kulit dengan handuk dingin untuk menghilangkan rasa terbakar. Anda juga bisa mengompres kulit dengan cairan antiseptik dingin bila sudah timbul lesi seperti luka bakar.Â
4. Hindari menggaruk
Hindari menggaruk terlalu sering pada kulit yang iritas. Potong kuku untuk mencegah garukan. Jika tidak bisa terus-menerus menggaruk area yang gatal, tutupi dengan kain.
5. Gunakan salep
Jika merasa nyeri dan gatal, cobalah untuk mengoleskan krim atau salep antihistamin. Salep ini bisa meringankan rasa gatal dan menghambat iritasi. Anda bisa menggunakan salep hydrocortisone 1% atau Salep betametasone+antibiotik neomycin sulfat-3 kali sehari atau Salep Acyclovir 5%
6. Oleskan lidah buaya
Untuk mengurangi rasa panas, Anda juga bisa mengoleskan gel lidah buaya. Gel ini bisa didapat langsung dari daun lidah buaya atau produk lidah buaya yang dijual bebas di pasaran.
Cara Mencegah Gigitan Tomcat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2024254/original/062777700_1521787637-iStock-925754094.jpg)
1. Jangan langsung dibunuh
Saat menemukan serangga tomcat, jangan langsung membunuhnya. Masukkan serangga tersebut ke plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman. Anda juga bisa menggunakan semprotan serangga untuk membunuh tomcat.
2. Kurangi pencahayaan
Tomcat bisa masuk ke dalam rumah dan menyukai tempat lembap dan cahaya terang. Tomcat biasa muncul saat musim hujan. Untuk menghindari tomcat, kurangi pencahayaaan di dalam ruangan saat malam tiba.
3. Kenakan pakaian tertutup
Untuk menghindari racun tomcat mengiritasi kulit, gunakan baju lengan panjang dan celana panjang.
4. Cuci pakaian dan benda lain yang terkena tomcat
Cuci juga pakaian atau barang lain yang mungkin bersentuhan dengan tomcat. Racun tomcat juga bisa menempel di seprai, lantai, atau permukaan benda lainnya.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Tomcat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3327506/original/082758200_1608275998-the-banks-in-the-short-wing-aircraft-5314368_640.jpg)
1. Bagaimana cara membedakan gigitan tomcat dengan gigitan serangga lain?
Luka akibat tomcat biasanya berupa garis merah panjang menyerupai bekas cambukan (whiplash), berbeda dengan gigitan serangga lain yang biasanya berbentuk bintik kecil dan bulat.
2. Apa yang harus dilakukan jika terkena racun tomcat?
Segera cuci area yang terkena dengan sabun dan air mengalir, gunakan kompres dingin, dan hindari menggaruk agar tidak terjadi infeksi.
3. Kapan harus ke dokter setelah terkena racun tomcat?
Jika luka semakin membesar, bernanah, terasa nyeri hebat, atau terjadi demam, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
4. Bagaimana cara mencegah kontak dengan tomcat?
Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan serangga, dan memasang kelambu atau jaring di pintu dan jendela rumah dapat membantu mencegah masuknya tomcat.
5. Berapa lama gejala tomcat biasanya muncul?
Gejala biasanya muncul dalam 24 hingga 48 jam setelah kontak dengan racun tomcat.
6. Apakah gigitan tomcat bisa menular?
Tidak, iritasi kulit akibat tomcat bukan infeksi menular, melainkan reaksi racun pada kulit.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/131642/original/120319aserangga-tomcat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)