Liputan6.com, Jakarta - Cara memainkan rebana perlu kekuatan dan ketepatan dalam memukul kulit rebana dengan tangan. Kekuatan yang tepat akan menghasilkan suara yang baik dan enak didengar.
Dalam buku berjudul Target Nilai Rapor 10: Kupas Habis Semua Pelajaran SD/MI Kelas 3 oleh Tim Guru Indonesia, rebana adalah alat musik yang tidak bernada, tapi nadanya ditentukan oleh kita dengan cara memukulnya secara beraturan.
Advertisement
Lalu, koordinasi antara tangan kiri dan tangan kanan sangat penting sebagai teknik cara memainkan rebana yang dipukul dengan tangan. Cara memainkan rebana dengan dipukul pakai tangan perlu dilatih secara terus menerus.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (25/6/2025).
1. Perhatikan Kekuatan dan Ketepatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184922/original/013922500_1665202251-pawai_maulid_nabi-HERMAN_3.jpg)
Rebana adalah alat musik yang tergolong dalam kelompok membranophone, yang sumber bunyinya berasal dari membran atau kulit binatang seperti sapi dan lainnya. Bagaimana cara memainkan rebana? Tantangan utama dalam memainkan rebana adalah kekuatan dan ketepatan saat memukul kulit rebana dengan tangan.
Dalam jurnal penelitian berjudul Akulturasi Kesenian Rebana oleh Syahrul Syah Sinaga, rebana adalah sejenis alat musik perkusi yang tergolong pada kelompok membranophone (sumber bunyinya dari membran atau kulit binatang seperti sapi dan lainnya).
Kekuatan yang terlalu lemah akan menghasilkan suara yang terlalu lembut, sedangkan kekuatan yang terlalu kuat akan menghasilkan suara yang terlalu keras. Oleh karena itu, teknik cara memainkan rebana dengan dipukul pakai tangan perlu dilatih secara terus menerus agar dapat menghasilkan suara yang baik dan enak didengar.
Cara memainkan rebana, selain kekuatan adalah ketepatan dalam memukul kulit rebana sangat penting agar suara yang dihasilkan dapat selaras dengan alunan musik yang lain. Sehingga, pemain rebana harus dapat mengatur kekuatan dan ketepatan dalam memukul kulit rebana secara simultan.
Advertisement
2. Koordinasi Tangan Kiri dan Kanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4105871/original/008506600_1659148619-Tahun-Baru-Islam-Angga-2.jpg)
Dalam buku berjudul Mata Pelajaran Muatan Lokal Pendidikan Budaya Sarolangun dan Anti Narkoba (2023) oleh Dr. Subaryanta, M.Pd dkk, pada dasarnya suara yang dihasilkan oleh rebana tergantung pada cara memainkannya, teknik yang digunakan, dan ukuran rebana itu sendiri.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memainkan rebana, seperti kekuatan dan ketepatan saat memukul kulit rebana dengan tangan, serta teknik memainkan rebana dengan cara dipukul dengan tangan yang memerlukan koordinasi antara tangan kiri dan kanan.
Teknik memainkan rebana dengan cara dipukul dengan tangan memerlukan koordinasi antara tangan kiri dan tangan kanan. Tangan kiri berfungsi sebagai penyangga rebana, sementara tangan kanan berfungsi sebagai pengatur kekuatan dan ketepatan dalam memukul kulit rebana.
Bagi pemula, disarankan untuk mempelajari cara memainkan rebana yang paling mudah terlebih dahulu, seperti mengenal suara yang dihasilkan pada setiap pukulan. Selain itu, memegang rebana dengan benar dan memukul rebana dengan cara yang benar juga merupakan hal penting agar tangan tidak terluka atau sakit. Jika ingin memainkan rebana secara berkelompok, setidaknya dibutuhkan 3 sampai 4 rebana yang dimainkan dengan saling berhadapan.
3. Perhatikan Tekniknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3584665/original/096475600_1632733247-20210927-Tari-Rapa_i-Geleng-Aceh-2.jpg)
Selanjutnya, setelah memahami teknik dasar dalam memainkan rebana, cobalah cara memainkan rebana dengan menghasilkan ritme yang saling bersahut-sahutan dengan memukul rebana secara bersamaan. Dalam memainkan rebana, koordinasi dan konsentrasi sangat penting agar menghasilkan suara yang harmonis dan enak didengar.
Meskipun teknik memainkan rebana cukup sulit, namun banyak orang yang tertarik untuk memainkannya karena dapat memberikan suasana yang meriah. Oleh karena itu, alat musik ini banyak digunakan dalam berbagai upacara adat, acara pernikahan, maupun acara keagamaan di Indonesia.
Agar cara memainkan rebana bisa baik, pemain harus memperhatikan teknik memukul kulit rebana yang benar. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah dengan memukul kulit rebana dari sisi luar ke arah bagian dalam. Teknik ini akan menghasilkan suara yang bersih dan jelas. Selain itu, pemain juga harus mengatur jari-jari dan telapak tangan untuk mendapatkan kekuatan dan ketepatan yang tepat sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Dalam buku berjudul Target Nilai Rapor 10: Kupas Habis Semua Pelajaran SD/MI Kelas 3 oleh Tim Guru Indonesia, rebana adalah alat musik yang tidak bernada, tapi nadanya ditentukan oleh kita dengan cara memukulnya secara beraturan.
Agar dapat menguasai cara memainkan rebana dengan baik, pemain harus melatih tangan dan telinga mereka secara teratur. Pemain juga dapat belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam memainkan alat musik ini. Maka dengan latihan dan pengalaman yang cukup, pemain dapat memainkan rebana dengan baik dan sempurna.
Advertisement
Cara Memainkan Rebana untuk Pemula
1. Pahami Struktur & Bagian-bagian Rebana
Paragraf pertama membahas pentingnya pengenalan elemen fisik rebana—bingkai, kulit membran, serta jingle (kerincingan).
Misalnya, jurnal “Analisis Akustik Alat Musik Rebana” (UNJ, 2016) menjelaskan bahwa frekuensi resonansi tiap bagian rebana dapat diukur menggunakan aplikasi audio frequency counter di ponsel, dan hal ini sangat berguna untuk memastikan kualitas suara instrumen. Memahami struktur dan resonansi, pemula dapat merawat rebana dengan tepat dan memproduksi kualitas bunyi optimal.
Ditekankan kesadaran terhadap berbagai jenis rebana—rebana melayu, Hadrah, rebana biang, serta rebana gending—yang masing-masing memiliki karakteristik dan nuansa berbeda (dalam jumlah membran, diameter, dan suara).
Menjadi akrab dengan jenis–jenis ini membantu pemula dalam memilih instrumen yang cocok dengan gaya musik atau acara yang akan dimainkan.
2. Pelajari Teknik Dasar Pukulan
Ditekankan latihan pukulan dasar: pukulan tepi (edge stroke) untuk suara jingling atau tajam, pukulan pusat (center stroke) untuk tone rendah dan “body, dilansir dari repo.isi-dps.ac.id.
Kemudian ditegaskan bahwa metode latihan “demonstrasi” efektif bagi pemula—seperti yang dibahas dalam jurnal “Peningkatan Keterampilan Pola Tabuhan Gendang Rebana”, di mana guru mendemonstrasikan pola pukulan sebelum siswa mempraktikkannya menghasilkan peningkatan skor skematik bahkan dalam siklus pertama Latihan.
3. Latih Pola Irama & Ritme
Pemula disarankan mulai melatih pola ritmis dasar seperti tung (bass) dan tak (snare), serta ritme khas seperti golong‑tak atau dang‑tik. Jurnal “Terapan Pola Ritmik Tabuhan Gendang Rebana” (Untan) menyebutkan empat warna bunyi—Tung, Tak, Ding, Dang— serta pola seperti senandung, joget, inang—yang membentuk karakter rebana dalam tradisi local.
Ini menekankan pentingnya penggunaan metronom atau backing track agar ritme tetap stabil dan konsisten. Bermain bersama orang lain dalam ansambel mini juga memperkaya kemampuan sinkronisasi ritme dan dinamik, untuk membiasakan diri dengan kemampuan mendengar dan menyesuaikan tempo.
4. Jangan Lewatkan Latihan Terstruktur & Evaluasi Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176617/original/015780000_1743125871-Pemuda_Abe_Pantai_bermain_Rebana.jpeg)
Pentingnya jadwal latihan rutin—misalnya 30–60 menit per hari—dan pencatatan perkembangan. Teknik ini membantu meningkatkan memori otot, kekuatan pukulan, dan stamina tangan.
Direkomendasikan untuk merekam latihan, baik audio maupun video, yang selanjutnya dievaluasi untuk memperbaiki teknik, tempo, dan ekspresi.
Metode ini didukung oleh penelitian “Efektivitas Rebana dalam Meningkatkan Kecerdasan Musikal Anak” (Sherly Oktaviyoza & Indra Yeni, 2022) yang menggunakan rekaman dan tes pre‑post untuk menunjukkan peningkatan signifikan pada anak-anak melalui praktik rebana
5. Bergabung dalam Kelompok Rebana (Ensemble)
Bermain rebana dalam grup meningkatkan kemampuan koordinasi, keserasian, dan komunikasi musikal. Energi kelompok juga meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri pemain pemula.
Misalnya kesenian Rebana Gending di Lombok menyertakan berbagai jenis rebana dalam ansambel lengkap—seperti gong, suling, barangan—dan mendorong interaksi sosial serta pelestarian budaya tradisional, dilansir dari repo.isi-dps.ac.id.
Advertisement
FAQ
1. Apa itu rebana dan bagaimana cara kerjanya?
Rebana adalah alat musik perkusi tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Alat ini menghasilkan suara dari membran kulit yang direntangkan pada bingkai kayu, dan suaranya dipengaruhi oleh cara pukulan, posisi tangan, serta ketegangan kulitnya.
2. Apakah memainkan rebana harus punya dasar musik?
Tidak harus. Pemula bisa langsung belajar memainkan rebana tanpa latar belakang musik, selama memiliki kemauan untuk melatih ritme dan teknik pukulan. Banyak pengajar rebana yang menggunakan metode praktik langsung tanpa teori rumit.
3. Pukulan seperti apa yang umum digunakan dalam rebana?
Ada tiga pukulan dasar: pukulan tengah (untuk suara rendah atau bass), pukulan tepi (untuk suara tinggi atau jingle), dan kombinasi keduanya. Setiap jenis pukulan menghasilkan karakter suara yang berbeda dalam pola tabuhan.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa mahir bermain rebana?
Dengan latihan rutin 30–60 menit per hari, pemula bisa menguasai teknik dasar dalam waktu 2–4 minggu. Namun, untuk mencapai penguasaan irama dan permainan grup, bisa memakan waktu 2–3 bulan tergantung konsistensi dan metode belajar.
5. Apakah rebana dimainkan sendiri atau berkelompok?
Rebana bisa dimainkan secara solo untuk latihan atau pertunjukan pendek. Namun, dalam praktik umum dan pertunjukan tradisional seperti hadrah, qasidah, dan marawis, rebana dimainkan secara berkelompok agar terdengar harmonis.
6. Bagaimana cara merawat rebana agar tahan lama?
Simpan rebana di tempat kering dan hindari paparan panas langsung agar kulit tidak kendor atau pecah. Setelah dipakai, bersihkan bagian membran dan bingkai dari keringat atau debu dengan kain lembut yang kering.
7. Apakah anak-anak bisa belajar bermain rebana?
Ya, anak-anak usia 6 tahun ke atas bisa mulai belajar rebana dengan panduan guru atau instruktur. Justru permainan rebana sering digunakan dalam pendidikan seni anak karena melatih koordinasi, ritme, dan kerja sama kelompok.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3584664/original/098498100_1632733246-20210927-Tari-Rapa_i-Geleng-Aceh-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261061/original/001985800_1781677236-063_2281989304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)